<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>yusuf ismail Weblog</title>
	<atom:link href="http://farhanassyahid.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://farhanassyahid.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Aug 2009 11:03:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='farhanassyahid.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/a853bbe80ad96305dd51e702532eaf65?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>yusuf ismail Weblog</title>
		<link>http://farhanassyahid.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://farhanassyahid.wordpress.com/osd.xml" title="yusuf ismail Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://farhanassyahid.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Gejala Kanker Paru</title>
		<link>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/04/21/gejala-kanker-paru/</link>
		<comments>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/04/21/gejala-kanker-paru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 13:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farhanassyahid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhanassyahid.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Batuk menetap Dahak mengandung Darah Timbul bunyi Mengi karena penyempitan saluran udara di dalam atau di sekitar tempat tumbuhnya kanker Beberapa kanker paru melepaskan hormon atau bahan yang menyerupai hormon sehingga terjadi peningkatan kadar hormon Karena kanker paru bisa menyebar melalui aliran darah menuju ke hati ,otak,kelenjar adrenalin dan tulang pada stadium awal biasanya di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=163&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Batuk menetap</li>
<li>Dahak mengandung Darah</li>
<li>Timbul bunyi Mengi karena penyempitan saluran udara di dalam atau di sekitar tempat tumbuhnya kanker</li>
<li>Beberapa kanker paru melepaskan hormon atau bahan yang menyerupai hormon sehingga terjadi peningkatan kadar hormon</li>
<li>Karena kanker paru bisa menyebar melalui aliran darah menuju ke hati ,otak,kelenjar adrenalin dan tulang pada stadium awal biasanya di tandai dengan gagal hati,kebingungan,kejang,dan nyeri tulang..</li>
</ul>
<br />Posted in Kolom kesehatan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhanassyahid.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhanassyahid.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhanassyahid.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhanassyahid.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhanassyahid.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhanassyahid.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhanassyahid.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhanassyahid.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhanassyahid.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhanassyahid.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhanassyahid.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhanassyahid.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhanassyahid.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhanassyahid.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=163&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/04/21/gejala-kanker-paru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">yusuf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Otak Rusak karena Pornografi Paling Sulit Disembuhkan</title>
		<link>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/03/03/otak-rusak-karena-pornografi-paling-sulit-disembuhkan/</link>
		<comments>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/03/03/otak-rusak-karena-pornografi-paling-sulit-disembuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 17:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farhanassyahid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhanassyahid.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Peringatan keras bagi penghobi tayangan porno. Ahli bedah saraf dari San Antonio, AS, Donald Hilton Jr MD, membeberkan kerusakan otak karena kecanduan pornografi dalam diskusi memahami dahsyatnya kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dan narkoba dari tinjauan kesehatan di Departemen Kesehatan. Menurut pakar neuro science dari Metodist Speciality and Transplant Hospital San Antonio itu, sejatinya semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=152&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peringatan keras bagi penghobi tayangan porno. Ahli bedah saraf dari San Antonio, AS, Donald Hilton Jr MD, membeberkan kerusakan otak karena kecanduan pornografi dalam diskusi memahami dahsyatnya kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dan narkoba dari tinjauan kesehatan di Departemen Kesehatan.</p>
<p>Menurut pakar <em>neuro science</em> dari Metodist Speciality and Transplant Hospital San Antonio itu, sejatinya semua kecanduan (adiktif) berpengaruh terhadap kerusakan otak. Misalnya, kecanduan makanan (obesitas), judi, narkoba, maupun pornografi.</p>
<p>Hanya, tingkat kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dinilai paling tinggi. Jika dibiarkan, hal itu bisa mengakibatkan penyusutan (pengecilan) otak. Ujung-ujungnya, terjadi kerusakan otak. Permanen dan tidaknya kerusakan tersebut bergantung intervensi medis yang dilakukan.</p>
<p>Hilton menyatakan, penyusutan otak bisa berangsur-angsur kembali normal asalkan dilakukan pengobatan secara intens. Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Sebab, pada dasarnya, otak terus mengalami regenerasi jaringan. &#8221;Dengan demikian, otak yang mengecil itu bisa kembali lagi. Namun, cepat atau lambatnya pemulihan tersebut bergantung kasus kecanduan yang diderita.</p>
<p>Kerusakan otak akibat kecanduan makanan (obesitas) maupun <em>drugs</em> cenderung lebih mudah diatasi ketimbang pornografi.</p>
<p>ada perbedaan antara otak yang sudah kecanduan terhadap sesuatu dan yang tidak. Otak yang telanjur kecanduan memiliki mekanisme kontrol yang kecil terhadap rangsangan. Sebaliknya, otak yang belum kecanduan masih memiliki kontrol yang besar untuk mencegah perintah agar tidak kecanduan.</p>
<p>Berdasar hasil penelitian yang dilakukan Hilton bersama istrinya, di antara semua kasus kecanduan, pornografi merupakan salah satu yang tersulit. Bahkan melebihi kecanduan obat. Menurut dia, mayoritas anak maupun remaja mengonsumsi tayangan pornografi dari internet.</p>
<p>Lantaran masukan itu hanya datang satu arah atau tanpa melalui diskusi maupun saringan dari orang tua, anak cenderung menerima informasi tersebut secara mentah. Di AS, 10 persen anak muda mengakses situs pornografi</p>
<p>(jawa pos selasa 03 maret 2009)</p>
<br />Posted in Kolom kesehatan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhanassyahid.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhanassyahid.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhanassyahid.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhanassyahid.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhanassyahid.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhanassyahid.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhanassyahid.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhanassyahid.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhanassyahid.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhanassyahid.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhanassyahid.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhanassyahid.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhanassyahid.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhanassyahid.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=152&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/03/03/otak-rusak-karena-pornografi-paling-sulit-disembuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">yusuf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa mata merah?</title>
		<link>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/24/kenapa-mata-merah/</link>
		<comments>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/24/kenapa-mata-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 17:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farhanassyahid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhanassyahid.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Mata merah juga di sebut Iritasi -saat mat merah terjadi pelebaran pada pembuluh darah di mata -mata merah menjadi tanda kalau tubuh kita sedang berusaha untuk menolak zat-zat asing yang sedang  mengganggu mata tapi..ada juga mata merah bukan termasuk Iritasi seperti: pada saat bangun pagi,mata merah pada saat itu di sebabkan kurangnya oksigen masuk pada mata saat tidur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=148&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata merah juga di sebut Iritasi</p>
<p>-saat mat merah terjadi pelebaran pada pembuluh darah di mata</p>
<p>-mata merah menjadi tanda kalau tubuh kita sedang berusaha untuk menolak zat-zat asing yang sedang  mengganggu mata tapi..ada juga mata merah bukan termasuk Iritasi seperti:</p>
<ul>
<li>pada saat bangun pagi,mata merah pada saat itu di sebabkan kurangnya oksigen masuk pada mata saat tidur namun setelah mata terbuka lama mata merah akan kembali normal karena mendapat oksigen dari luar mata</li>
<li>habis berenang,mata merah pada waktu itu di sebabkan oleh zat kaporit pada air kolam namun mata merah nantinya akan hilang dengan sendirinya</li>
</ul>
<p>        zat kaporit:juga mengandung zat anti septik yang melindungi mata dari berbagai zat berbahaya</p>
<br />Posted in Kolom kesehatan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhanassyahid.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhanassyahid.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhanassyahid.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhanassyahid.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhanassyahid.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhanassyahid.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhanassyahid.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhanassyahid.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhanassyahid.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhanassyahid.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhanassyahid.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhanassyahid.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhanassyahid.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhanassyahid.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=148&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/24/kenapa-mata-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">yusuf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>100 Tokoh</title>
		<link>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/24/100-tokoh/</link>
		<comments>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/24/100-tokoh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 17:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farhanassyahid</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan buku-buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhanassyahid.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah oleh Michael H. Hart          Komentar Media Massa Dasar Pemikiran 01. Nabi Muhammad 51. Umar Ibn Al-Khattab 02. Isaac Newton 52. Asoka 03 Nabi Isa 53. St. Augustine 04. Buddha 54. Max Planck 05. Kong Hu Cu 55. John Calvin 06. St. Paul 56. William [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=145&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="60"><img src="http://farhanassyahid.wordpress.com/images/spacer.gif" alt="" width="60" height="3" align="bottom" /></td>
<td valign="top">
<h1>Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah</h1>
<p>oleh Michael H. Hart<br />
<hr />  </p>
<p> </td>
</tr>
<tr>
<td width="60"> </p>
<p> </td>
<td valign="top">
<table border="2" width="75%" bgcolor="#ccffcc">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="100%" valign="top" bgcolor="#99ff99"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Komentar.html">Komentar Media Massa</a><br />
<a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Dasar.html">Dasar Pemikiran</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">01. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Muhammad.html">Nabi Muhammad</a></td>
<td width="50%" valign="top">51. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Umar.html">Umar Ibn Al-Khattab</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">02. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Newton.html">Isaac Newton</a></td>
<td width="50%" valign="top">52. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Asoka.html">Asoka</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">03 <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Isa.html">Nabi Isa</a></td>
<td width="50%" valign="top">53. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Augustine.html">St. Augustine</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">04. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Buddha.html">Buddha</a></td>
<td width="50%" valign="top">54. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Planck.html">Max Planck</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">05. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/KongHuCu.html">Kong Hu Cu</a></td>
<td width="50%" valign="top">55. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Calvin.html">John Calvin</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">06. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Paul.html">St. Paul</a></td>
<td width="50%" valign="top">56. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Morton.html">William T.G.Morton</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">07. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/TsaiLun.html">Ts&#8217;ai Lun</a></td>
<td width="50%" valign="top">57. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Harvey.html">William Harvey</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">08. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Gutenberg.html">Johann Gutenberg</a></td>
<td width="50%" valign="top">58. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Becquerel.html">Antoine Henri Becquerel</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">09. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Columbus.html">Christopher Columbus</a></td>
<td width="50%" valign="top">59. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Mendel.html">Gregor Mendel</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">10. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Einstein.html">Albert Einstein</a></td>
<td width="50%" valign="top">60. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Lister.html">Joseph Lister</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">11. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/KarlMarx.html">Karl Marx</a></td>
<td width="50%" valign="top">61. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Otto.html">Nikolaus August Otto</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">12. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Pasteur.html">Louis Pasteur</a></td>
<td width="50%" valign="top">62. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Daguerre.html">Louis Daguerre</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">13. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Galileo.html">Galileo Galilei</a></td>
<td width="50%" valign="top">63. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Stalin.html">Joseph Stalin</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">14. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Aristoteles.html">Aristoteles</a></td>
<td width="50%" valign="top">64. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Descartes.html">Rene Descartes</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">15. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Lenin.html">Lenin</a></td>
<td width="50%" valign="top">65. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/JuliusCaesar.html">Julius Caesar</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">16. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Musa.html">Nabi Musa</a></td>
<td width="50%" valign="top">66. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Pizarro.html">Francisco Pizarro</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">17. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Darwin.html">Charles Darwin</a></td>
<td width="50%" valign="top">67. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Cortes.html">Hernando Cortes</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">18. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Shih.html">Shih Huang Ti</a></td>
<td width="50%" valign="top">68. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Isabella1.html">Ratu Isabella I</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">19. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/AugustusCaesar.html">Augustus Caesar</a></td>
<td width="50%" valign="top">69. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/William.html">William Sang Penakluk</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">20. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Mao.html">Mao Tse-Tung</a></td>
<td width="50%" valign="top">70. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Jefferson.html">Thomas Jefferson</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">21 <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/JengisKhan.html">Jengis Khan</a></td>
<td width="50%" valign="top">71. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Rousseau.html">Jean-Jacques Rousseau</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">22. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Euclid.html">Euclid</a></td>
<td width="50%" valign="top">72. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Jenner.html">Edward Jenner</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">23. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/MartinLuther.html">Martin Luther</a></td>
<td width="50%" valign="top">73. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Rontgen.html">Wilhelm Conrad Rontgen</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">24. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Copernicus.html">Nicolaus Copernicus</a></td>
<td width="50%" valign="top">74. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Bach.html">Johann Sebastian Bach</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">25. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Watt.html">James Watt</a></td>
<td width="50%" valign="top">75. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/LaoTse.html">Lao Tse</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">26. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Constantine.html">Constantine Yang Agung</a></td>
<td width="50%" valign="top">76. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Fermi.html">Enrico Fermi</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">27. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Washington.html">George Washington</a></td>
<td width="50%" valign="top">77. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Malthus.html">Thomas Malthus</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">28. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Faraday.html">Michael Faraday</a></td>
<td width="50%" valign="top">78. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Bacon.html">Francis Bacon</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">29. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Maxwell.html">James Clerk Maxwell</a></td>
<td width="50%" valign="top">79. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Voltaire.html">Voltaire</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">30. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Wright.html">Orville Wright &amp; Wilbur Wright</a></td>
<td width="50%" valign="top">80. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Kennedy.html">John F. Kennedy</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">31. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Lavoisier.html">Antone Laurent Lavoisier</a></td>
<td width="50%" valign="top">81. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Pincus.html">Gregory Pincus</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">32. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Freud.html">Sigmund Freud</a></td>
<td width="50%" valign="top">82. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/SuiWenTi.html">Sui Wen Ti</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">33. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Alexander.html">Alexander Yang Agung</a></td>
<td width="50%" valign="top">83. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Mani.html">Mani</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">34. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Bonaparte.html">Napoleon Bonaparte</a></td>
<td width="50%" valign="top">84. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Gama.html">Vasco Da Gama</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">35. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Hitler.html">Adolf Hitler</a></td>
<td width="50%" valign="top">85. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Charlemagne.html">Charlemagne</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">36. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Shakespeare.html">William Shakespeare</a></td>
<td width="50%" valign="top">86. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Cyrus.html">Cyrus Yang Agung</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">37. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/AdamSmith.html">Adam Smith</a></td>
<td width="50%" valign="top">87. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Euler.html">Leonhard Euler</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">38. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Edison.html">Thomas Edison</a></td>
<td width="50%" valign="top">88. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Machiavelli.html">Niccolo Machiavelli</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">39. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Leeuwenhoek.html">Antony Van Leeuwenhoek</a></td>
<td width="50%" valign="top">89. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Zoroaster.html">Zoroaster</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">40. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Plato.html">Plato</a></td>
<td width="50%" valign="top">90. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Menes.html">Menes</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">41. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Marconi.html">Guglielmo Marconi</a></td>
<td width="50%" valign="top">91. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Peter.html">Peter Yang Agung</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">42. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Beethoven.html">Ludwig Van Beethoven</a></td>
<td width="50%" valign="top">92. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Mencius.html">Meng-Tse (Mencius)</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">43. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Heisenberg.html">Werner Heisenberg</a></td>
<td width="50%" valign="top">93. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Dalton.html">John Dalton</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">44. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Bell.html">Alexander Graham Bell</a></td>
<td width="50%" valign="top">94. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Homer.html">Homer</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">45. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Fleming.html">Alexander Fleming</a></td>
<td width="50%" valign="top">95. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Elizabeth1.html">Ratu Elizabeth I</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">46. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Bolivar.html">Simon Bolivar</a></td>
<td width="50%" valign="top">96. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Justinian1.html">Justinian I</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">47. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Cromwell.html">Oliver Cromwell</a></td>
<td width="50%" valign="top">97. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Kepler.html">Johannes Kepler</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">48. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Locke.html">John Locke</a></td>
<td width="50%" valign="top">98. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Picasso.html">Pablo Picasso</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">49. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Michelangelo.html">Michelangelo</a></td>
<td width="50%" valign="top">99. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Mahavira.html">Mahavira</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" valign="top">50. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Urban2.html">Pope Urban II</a></td>
<td width="50%" valign="top">100. <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Bohr.html">Neils Bohr</a></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="100%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Tertinggal.html">Tokoh-Tokoh Terhormat Yang Tertinggal</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Aquinas.html">St. Thomas Aquinas</a></td>
<td width="50%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Archimedes.html">Archimedes</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Babbage.html">Charles Babbage</a></td>
<td width="50%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Khufu.html">Khufu (Cheops)</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Curie.html">Marie Curie</a></td>
<td width="50%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Franklin.html">Benjamin Franklin</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Gandhi.html">Mohandas Gandhi</a></td>
<td width="50%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Lincoln.html">Abraham Lincoln</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Magellan.html">Ferdinand Magellan</a></td>
<td width="50%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/DaVinci.html">Leonardo Da Vinci</a></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="100%"><a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/Akhir.html">Beberapa Pendapat Akhir</a>: <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/KolomA.html">Kolom A</a>, <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/KolomB.html">Kolom B</a>, <a href="http://farhanassyahid.wordpress.com/wp-admin/KolomC.html">Kolom C</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="60"> </td>
<td valign="top">
<hr /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Posted in kumpulan buku-buku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhanassyahid.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhanassyahid.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhanassyahid.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhanassyahid.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhanassyahid.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhanassyahid.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhanassyahid.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhanassyahid.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhanassyahid.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhanassyahid.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhanassyahid.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhanassyahid.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhanassyahid.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhanassyahid.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=145&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/24/100-tokoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">yusuf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhanassyahid.wordpress.com/images/spacer.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hati</title>
		<link>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/24/hati/</link>
		<comments>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/24/hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 17:22:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farhanassyahid</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan buku-buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/24/hati/</guid>
		<description><![CDATA[&#124;&#124; 1 dari 11 &#124;&#124; Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari &#124; Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id Courtesy of alsofwah foundation MACAM-MACAM HATI DAN KRITERIANYA Hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta diatas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=144&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>||  1 dari 11   ||<br />
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari | Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id<br />
Courtesy of alsofwah foundation<br />
MACAM-MACAM HATI<br />
DAN KRITERIANYA<br />
Hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja<br />
yang bertahta diatas singgasana yang dikelilingi para<br />
punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas<br />
perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah pengendali<br />
dan sekaligus sebagai pemberi komando terdepan yang setiap<br />
anggota tubuh berada di bawah kekuasaannya. Di hati inilah<br />
anggota badan lainnya mengambil keteladanannya, baik dalam<br />
ketaatan atau penyimpangan. Organ-organ tubuh lainnya selalu<br />
mengikuti dan patuh dalam setiap keputusan.<br />
Nabi saw bersabda: &#8220;Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh<br />
manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka<br />
baiklah tubuh manusia itu, akan tetapi bila daging itu rusak maka<br />
rusak pula tubuh manusia. Ketahuilah bahwa sesungguhnya<br />
segumpal daging itu adalah hati.&#8221;[HR. Bukhari-Muslim].<br />
Pengelompokan Hati Manusia<br />
Hati manusia terbagi menjadi tiga klasifikasi: Qalbun Shahih (hati<br />
yang suci), Qalbun Mayyit (hati yang mati), dan Qalbun Maridl (hati<br />
yang sakit).<br />
Pertama, Qalbun Shahih<br />
yaitu hati yang sehat dan bersih (hati yang sehat) dari setiap nafsu<br />
yang menentang perintah Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, dan dari<br />
setiap penyimpangan yang menyalahi keutamaan-Nya. Sehingga ia<br />
selamat dari pengabdian kepada selain Allah, dan mencari<br />
penyelesaian hukum pada selain rasul-Nya. Karenanya, hati ini<br />
murni pengabdiannya kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, baik<br />
pengabdian secara iradat (kehendak), mahabbah (cinta), tawakkal<br />
(berserah diri), takut atas siksa-Nya dan mengharapkan karunia-<br />
Nya. Bahkan seluruh aktivitasnya hanya untuk Allah Subhanahu wa<br />
Ta&#8217;ala semata. Jika mencintai maka cintanya itu karena Allah, dan<br />
jika membenci maka kebenciannya itupun karena Allah, jika<br />
memberi atau bersedekah, hal itu karena-Nya dan jika tidak<br />
||  2 dari 11   ||<br />
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari | Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id<br />
Courtesy of alsofwah foundation<br />
memberi, juga karena Allah. Dan tidak hanya itu saja, tapi diiringi<br />
dengan kepatuhan hati dan bertahkim kepada syari&#8217;at-Nya. ia<br />
mempunyai landasan yang kuat dan prinsip tersendiri dalam<br />
menjadikan Muhammad saw sebagai suri tauladan dalam segala<br />
hal. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Hai orang-orang yang<br />
beriman janganlah kamu mendahului Allah dan rasul-Nya, dan<br />
bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar<br />
lagi Maha Mengetahui.&#8221;[QS. Al-Hujurat:1].<br />
Ciri-ciri Qalbun Shahih<br />
1. Apabila hati pergi meninggalkan dunia menuju dan berdomisili di<br />
alam akhirat, sehingga seakan ia termasuk penduduknya. Ia<br />
datang ke dunia fana ini bagaikan seorang asing yang kebetulan<br />
singgah sebentar sebelum meneruskan perjalanan menuju alam<br />
akhirat. Sebagaimana telah diwasiatkan Nabi saw kepada Abdullah<br />
bin Umar : &#8220;Jadikanlah dirimu di dunia ini seakan-akan kamu orang<br />
asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan.&#8221; [HR.<br />
Bukhari].<br />
2. Jika ia tertinggal wirid, atau sesuatu bentuk peribatan lainnya,<br />
maka ia merasakan sakit yang tiada terperi ,melebihi sakitnya<br />
orang yang tamak dan kikir saat kehilangan barang<br />
kesayangannya.<br />
3. Ia senantiasa rindu untuk dapat mengabdikan diri di jalan Allah,<br />
melebihi keinginan orang yang lapar kepada makanan dan<br />
minuman. Yahya bin Mu&#8217;adz berkata: &#8220;Barangsiapa yang merasa<br />
berkhidmat kepada Allah, maka segala sesuatupun akan senang<br />
berkhidmat kepadanya, dan barang siapa tentram dan puas<br />
dengan Allah maka orang lain tentram pula ketika melihat dirinya.<br />
4. Apabila tujuan hidupnya hanya untuk taat kepada Allah<br />
Subhanahu wa Ta&#8217;ala.<br />
5. Bila sedang melakukan sholat, maka sirnalah semua<br />
kegundahannya dan kesusahan kaena urusan dunia. Sebab di<br />
dalam sholat telah ia temukan kenikmatan dan kesejukan jiwa<br />
yang suci.<br />
6. Sangat menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakanya,<br />
melebihi rasa kekhawatiran orang bakhil dalam menjaga hartanya.<br />
||  3 dari 11   ||<br />
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari | Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id<br />
Courtesy of alsofwah foundation<br />
7. Tidak pernah terputus dan futur (malas) untuk mengingat Allah<br />
Idan berdzikir kepada-Nya.<br />
8. Lebih mengutamakan pada pencapaian kualitas dari suatu amal<br />
perbuatan daripada kuantitas. ia lebih condong pada keikhlasan<br />
dalam beramal, mengikuti petunjuk syari&#8217;at rasulullah saw di<br />
samping ia selalu merenungi segala bentuk karunia yang diberikan<br />
Allah kepadanya, dan mengakui tentang kelalaian dan<br />
keteledorannya dalam memenuhi hak-hak Allah Subhanahu wa<br />
Ta&#8217;ala.<br />
Kedua, Qalbun Mayyit<br />
Qalbun Mayyit (hati yang mati) adalah kebalikan dari hati yang<br />
sehat, hati yang mati tidak pernah mengenal Tuhannya, tidak<br />
mencintai atau ridha kepada-Nya. dan ia berdiri berdampingan<br />
dengan syahwatnya dan memperturutkan keinginan hawa<br />
nafsunya, walaupun hal ini menjadikan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala<br />
marah dan murka akan perbuatannya. Ia tidak peduli lagi apakah<br />
Allah ridha atau murka terhadap apa yang dikerjakannya, sebab ia<br />
memang telah mengabdi kepada selain Allah. Jika mencintai<br />
didasarkan atas hawa nafsu, begitu pula dengan membenci,<br />
memberi. Hawa nafsu lebih didewa-dewakan daripada rasa cinta<br />
kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.<br />
Hati jenis ini adalah hati yang jika diseru kepada jalan Allah, maka<br />
seruan itu tidaklah berfaedah sedikitpun, karena Allah Subhanahu<br />
wa Ta&#8217;ala telah menutup hati mereka. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala<br />
berfirman: &#8221; Dan diantara mereka ada orang yang mendengar<br />
(bacaanmu), padahal kami telah meletakkan tutup di atas hati<br />
mereka sehingga mereka tidak memahaminya) dan kami letakkan<br />
sumbatan di telinganya dan jikalaupun mereka melihat segala<br />
tanda kebenaran mereka tetap tidak mau beriman kepadanya.<br />
Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu,<br />
orang-orang kafir itu berkata: Al-Qur&#8217;an itu tidak lain hanyalah<br />
dongengan orang-orang dahulu&#8217;.&#8221;[QS. Al-An'am:25].<br />
Ayat ini menunjukkan, bahwa ada manusia yang tidak<br />
mempergunakan hatinya untuk memahami ayat-ayat Allah<br />
Subhanahu wa Ta&#8217;ala, dan tidak mempergunakan telinganya untuk<br />
mendengar perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Juga<br />
tidak mau melihat kebenaran yang telah disampaikan. Seperti<br />
||  4 dari 11   ||<br />
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari | Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id<br />
Courtesy of alsofwah foundation<br />
difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala: &#8220;(Mereka berkata:)<br />
Hati kami tertutup dari ajakan yang kamu serukan kepada kami,<br />
dalam telinga kami ada sumbatan, dan diantara kami dan kamu<br />
ada dinding, maka bekerjalah kamu, sesungguhnya kami bekerja<br />
pula.&#8221;[QS. Fushilat:5].<br />
Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan membiarkan mereka dalam<br />
kegelapan dan mereka sedikitpun tidak akan mendapatkan cahaya<br />
iman. &#8220;Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang<br />
menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya.<br />
Allah menghilangkan cahaya (yang menyinari) mereka. Dan<br />
membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat,<br />
mereka tuli, bisu dan buta, maka mereka tidaklah kembali kepada<br />
jalan yang benar.” [Al-Baqarah:17-18].<br />
Ketiga, Qalbun Maridl<br />
Qalbun Maridl (hati yang sakit) adalah hati yang sebenarnya<br />
memiliki kehidupan, namun di dalamnya tersimpan benih-benih<br />
penyakit berupa kejahilan. Hati yang sedang di cekam sakit akan<br />
mudah menjadi parah apabila tidak diobati dengan hikmah dan<br />
maud&#8217;izah. Seperti difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala:<br />
&#8220;Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan setan, sebagai cobaan<br />
bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang<br />
keras hatinya.&#8221;[QS. Al-Hajj:53].<br />
Karena sesungguhnya apa yang disisipkan oleh setan kedalam hati<br />
manusia itu, akan membuat sesuatu menjadi syubhat (sesuatu<br />
yang meragukan), seperti penyakit ragu dan sesat. Begitu hati<br />
menjadi lemah karena penyakit yang diidap, maka setanpun<br />
mudah merasuk kedalam hati lalu menghidupkan fitnah dalam hati<br />
tersebut. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: Sesungguhnya jika<br />
tidak berhenti orang-orang munafiq, orang-orang yang berpenyakit<br />
dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong<br />
di madinah (dari menyakitimu) niscaya kami perintahkan kamu<br />
(untuk memerangi) mereka. Kemudian mereka tidak menjadi<br />
tetanggamu (di madinah) melainkan dalam waktu yang<br />
sebentar.&#8221;[Al-Ahzab:60].<br />
Namun demikian hati orang-orang yang seperti itu belumlah mati<br />
sebagaimana hati orang-orang kafir dan orang-orang munafiq,<br />
akan tetapi bukan pula hati sehat, seperti sehatnya hati orang||<br />
  5 dari 11   ||<br />
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari | Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id<br />
Courtesy of alsofwah foundation<br />
orang yang beriman. Sebab di dalam hati mereka terdapat<br />
penyakit syubhat dan syahwat. Sebagaimana Firman Allah<br />
Subhanahu wa Ta&#8217;ala: &#8220;Sehingga berkeinginanlah orang-orang<br />
yang ada penyakit di dalam hatinya.&#8221;[QS. Al-Ahzab:32].<br />
Ciri-ciri Qalbun Maridl<br />
Boleh jadi hati manusia sedang sakit , bahkan tanpa disadari. Lebih<br />
tragis bahwa hatinya sebenarnya mati, namun si empunya tidak<br />
menyadari.<br />
Tanda-tanda spesifik hati yang sedang sakit atau mati adalah jika<br />
ia tidak merasa sakit dan pedih oleh goresan-goresan pisau<br />
kemaksiatan, Hal itu disebabkan karena hatinya telah rancu dan<br />
teracuni, sehingga tidak dapat lagi membedakan antara nilai<br />
kebenaran dan aqidahnya yang batil. Hal ini seperti ditafsirkan oleh<br />
Mujahid dan Qatadah tentang firman Allah yang berbunyi: &#8220;Fi<br />
Qulubihim Maradhun&#8221;[QS.Al-Baqarah:10]. artinya: &#8220;Dalam hati<br />
mereka terdapat penyakit.&#8221; “Ayat ini menunjukkan adanya<br />
keraguan yang tumbuh dalam hati manusia tentang kebenaran.”<br />
Bahkan ia melihat kebenaran bagai sesuatu yang sangat<br />
bertentangan dengan kehendaknya. Kebenaran itu dilihat dari sisi<br />
lain yang terasa merugikan dirinya. sehingga dalam kondisi seperti<br />
ini ia lebih menyukai kebatilan dan kemudharatan.<br />
Faktor-faktor penyebab sakitnya hati<br />
Penyebab timbulnya penyakit di hati adalah dikarenakan<br />
banyaknya fitnah yang selalu dibidikkan pada hati. Fitnah-fitnah<br />
tersebut dapat berupa: fitnah syahwat, dimana reaksinya amat<br />
keras sampai dapat merancukan niat dan iradat (kehendak)<br />
seseorang. Dan yang lain adalah fitnah syubhat (keragu-raguan)<br />
yang menyebabkan kacaunya persepsi dan i’tiqad (keyakinan).<br />
Racun Hati<br />
Setiap kemaksiatan adalah racun dan yang merupakan penyakit<br />
dan perusak kesucian hati. Dan racun-racun hati yang paling<br />
banyak ditemukan dan reaksinya cukup keras bagi kelangsungan<br />
hidup hati ada empat macam yaitu:<br />
||  6 dari 11   ||<br />
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari | Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id<br />
Courtesy of alsofwah foundation<br />
1. Berlebihan dalam berbicara<br />
Banyak berbicara adalah salah satu faktor yang menyebabkan hati<br />
menjadi keras, sebagaimana sabda rasulullah saw :”Janganlah<br />
memperbanyak kata (bicara) selain dzikrullah, karena banyak<br />
bicara selain dzikrullah menjadikan hati keras. Dan orang yang<br />
terjauh dari Allah adalah yang berhati keras.”[HR. Tirmidzi dari<br />
Ibnu Umar]. kemudian juga dengan banyak berbicara terkadang<br />
membuat seseorang mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan dan<br />
tanpa dipertimbangkan sebelumnya, sehingga melahirkan kerugian<br />
dan penyesalan. Umar bin Kahttab ra pernah berkata: “Barang<br />
siapa yang banyak bicaranya, maka banyak kesalahannya,<br />
sehingga nerakalah sebaik-baik tempat bagi mereka.” Hal ini<br />
ditegas juga dalam sebuah hadits , bahwa rasulullah saw bersabda:<br />
“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan katakata<br />
tanpa dipikirkan yang menyebabkan ia tergelincir kedalam<br />
neraka lebih jauh antara timur dan barat.” [muttafaq ‘alaihi, dari<br />
Abu Hurairah t]<br />
2. Berlebihan dalam memandang sesuatu<br />
Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah memerintahkan kepada setiap<br />
mukmin dan mukminah untuk menundukkan pandangannya yang<br />
demikian itu lebih suci bagi hati-hati mereka. Dan juga mereka<br />
akan merasakan manisnya iman, sebagaimana sabda rasulullah<br />
saw : “Barangsiapa yang menahan pandangannya karena Allah,<br />
maka dia akan diberikan oleh Allah rasa manisnya iman yang ia<br />
rasakan dalam hatinya, sampai dimana ia manghadap kepada-<br />
Nya.” [HR. Ahmad]. Sekarang bagaimana jika perintah itu<br />
dilanggar, maka jelas akan menyebabkan fitnah bagi hati<br />
pelakunya. yaitu, rusaknya kesucian hati itu sendiri oleh anganangan<br />
dan keindahan semu yang dibisikkan setan, lupa terhadap<br />
hal yang menjadi kemaslahatan. Lalu ia berbuat melampaui batas<br />
sehingga hilanglah akal sehatnya dan menyebabkan ia menjadi<br />
pengabdi hawa nafsu. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala<br />
berfirman:”Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah<br />
kami lalaikan dari mengingat kami, serta menuruti hawa nafsunya<br />
dan adalah keadaannya itu melampaui batas.”[QS. Al-Kahfi:28].<br />
3. Berlebihan dalam makan<br />
Sedikit makan dapat melunakkan hati, menajamkan otak,<br />
merendahkan nafsu birahi dan melemahkan nafsu amarah.<br />
||  7 dari 11   ||<br />
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari | Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id<br />
Courtesy of alsofwah foundation<br />
Sedangkan bila banyak makan, bahkan sampai kekenyangan akan<br />
berakibat sebaliknya.<br />
Dari Miqdam bin Ma’di Karib dia berkata, bahwa ia mendengar<br />
rasulullah saw bersabda: “Anak adam tidak memenuhi wadah yang<br />
lebih buruk, daripada ia memenuhi perutnya. Cukuplah baginya<br />
beberapa suap saja untuk menguatkan tulang rusuknya. Jika<br />
memang tidak memungkinkan, maka sepertiga untuk makanan,<br />
sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk nafasnya.”[HR.<br />
Ahmad dan Tirmidzi].<br />
Alangkah banyak kemaksiatan yang tersulut akibat makan yang<br />
berlebihan dan menghalangi ketaatan manusia kepada Sang<br />
Khalik. Karenanya siapa yang mampu menjaga perutnya dari sifat<br />
serakah, maka ia benar-benar membuktikan bahwa dirinya mampu<br />
menjaga diri dari keburukan yang lebih fatal lagi.<br />
Ibrahim bin Adham berkata:”Barangsiapa mampu mengendalikan<br />
perutnya, maka ia mampu pula mengendalikan agamanya, dan<br />
barang siapa yang mampu menguasai rasa lapar (tidak makan<br />
berlebihan) maka ia dapat menguasai akhlak-akhlak yang baik,<br />
sebab maksiat kepada Allah itu jauh dari orang-orang yang lapar<br />
(yang mampu syahwat perutnya).”<br />
4. Berlebihan dalam bergaul<br />
Betapa tragis suatu pergaulan yang dapat merampas kenikmatan<br />
yang telah ada, karenanya timbul benih-benih permusuhan dan<br />
kebencian yang terpendam sehingga menyesakkan rongga-rongga<br />
dada. Namun rasa itu sulit dihindari terutama oleh hati yang sudah<br />
terluka. Demikian juga berlebih-lebihan dalam pergaulan dapat<br />
mendatangkan kerugian di dunia dan akhirat. Seyogyanya bagi<br />
seorang hamba dapat mengambil hikmah dari setiap pergaulan.<br />
usahakanlah untuk bersikap bijak dan dapat menempatkan diri<br />
dalam menghadapi berbagai karakter teman sepergaulan. Dimana<br />
karakter-karakter tersebut ada empat golongan:<br />
- Terhadap orang yang jika kita membutuhkan bergaul dengannya,<br />
laksana kebutuhan kita terhadap makanan, kita tidak dapat lepas<br />
darinya dalam sehari semalam. Mereka itu adalah Para Ulama<br />
yang memiliki cakrawala pengetahuan yang luas tentang ilmu<br />
Agama, mengetaui tipu daya setan dan segala macam bentuk<br />
penyakit hati.<br />
||  8 dari 11   ||<br />
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari | Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id<br />
Courtesy of alsofwah foundation<br />
- Terhadap orang yang jika kita bergaul dengannya seperti<br />
kebutuhan kita akan obat, Kita mengharapkannya dikala kita<br />
sedang sakit saja, tetapi bila badan kembali sehat maka mereka<br />
tidak kita butuhkan lagi. mereka ini adalah dari orang yang<br />
kehadirannya kita nantikan berkaitan dengan masalah<br />
kemaslahatan hidup dan kehidupan, seperti untuk saling<br />
bekerjasama atau sebagai mitra kerja dalam berniaga, bertani,<br />
bermusyawarah dan masalah-masalah lain dalam hal muamalah.<br />
- Terhadap orang yang jika kita bergaul dengannya, tidak ubahnya<br />
seperti penyakit. Golongan ini terbagi menjadi beberapa jenis dan<br />
tingkatan, bergantung pada intesitasnya terhadap jiwa kita.<br />
Diantara mereka adalah yang bersifat individualis dan egoistis. Jika<br />
bergaul dengannya hendaklah kita waspada dan berlaku bijak<br />
dalam menghadapinya. Hal ini bukan berarti kita harus menghindar<br />
dan tidak mau bergaul dengannya, tetapi jagalah jangan sampai<br />
diri kita terbawa oleh pengaruh kepribadiannya, karena akan<br />
merugikan kita dalam hal agama dan dunia. oleh karena itu<br />
sebaiknya orang-orang yang masuk dalam tipe ini hendaklah<br />
dujauhi jika ingin selamat agama dan dunia kita.<br />
- Terhadap orang yang bila kita bergaul dengannya akan membawa<br />
kefatalan, sebab ia laksana ular berbisa. Andaikan kita sampai<br />
terkena patuknya, kemudian kita berhasil menemukan penawarnya<br />
maka selamatlah kita, tetapi jika tidak, inilah bencana bagi kita.<br />
Golongan ini banyak berkeliaran di sekitar kita. Mereka adalah Ahli<br />
bid’ah yang sesat dan menyesatkan, menyimpang dari sunnah<br />
rasulullah saw. Mereka pandai membolak-balikkan fakta, sunnah<br />
mereka jadikan bid’ah dan bid’ah mereka jadikan sunnah. Bagi<br />
orang yang berakal tidak layak untuk bergaul ataupun dudukduduk<br />
bersama mereka. Jika itu tetap dilakukan maka akan<br />
sakitlah hati bahkan bisa menyebabkan hatinya menjadi mati.<br />
Kiat Menjadikan Hati Tetap Hidup<br />
Ketahuilah, bahwa hati yang hidup (hati yang sehat) hanya akan<br />
diperoleh dengan ilmu dan ikhtiar (usaha). Adapun usaha tersebut<br />
yang bisa dilakukan untuk menjadikan hati tetap hidup adalah:<br />
1. Dzikrullah dan Tilawatil Qur&#8217;an.<br />
Dengan senantiasa dzikrullah (menyebut dan mengingat Allah)<br />
bagi seorang hamba manfaatnya sangatlah besar. Sebagaimana<br />
||  9 dari 11   ||<br />
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari | Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id<br />
Courtesy of alsofwah foundation<br />
Dia berfirman: &#8220;Ingatlah, bahwa hanya dengan selalu mengingat<br />
Allah, hati menjadi tentram.&#8221;[QS. Ar-Ra'du:28]. Al-Imam<br />
Syamsuddin Ibnul Qoyyim berkata: ”Sesungguhnya dzikir adalah<br />
makanan pokok bagi hati dan ruh, apabila hamba Allah gersang<br />
dari siraman dzikir, maka jadilah ia bagaikan tubuh yang terhalang<br />
untuk memperoleh makanan pokoknya.&#8221;Dan Imam Hasan Al-Bashri<br />
berkata:&#8221;Lunakkanlah hatimu itu dengan berdzikir&#8221;.<br />
Kendatipun dzikrullah adalah salah satu bentuk ibadah yang<br />
termudah dan ringan, akan tetapi pahala dan keutamaan yang<br />
didapatkan melebihi amalan-amalan lainnya. Allah Subhanahu wa<br />
Ta&#8217;ala berfirman: ”Sesungguhnya mengingat-ingat Allah adalah<br />
lebih besar (keutamaannya daripada ibadat yang lain).&#8221;[Qs. Al-<br />
Ankabut:45].<br />
Sebaik-baik dzikir adalah membaca Al-Qur&#8217;an, karena Al-Qur&#8217;an<br />
mengandung berbagai khasiat penyembuh hati dari semua<br />
penyakit kegundahan. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman; &#8220;Hai<br />
manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari<br />
Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada<br />
dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang<br />
beriman.&#8221;[QS. Yunus:57].<br />
2. Beristighfar<br />
Hakikat istighfar adalah untuk memohon maghfirah (ampunan),<br />
dan batasan maghfirah adalah penjagaan dari keburukan yang<br />
diakibatkan dari dosa-dosa. Dan barangsiapa yang meminta ampun<br />
kepada-Nya selama memenuhi syaratnya pasti Allah Subhanahu<br />
wa Ta&#8217;ala memberikan ampunan. Firman-Nya: &#8220;Dan barangsiapa<br />
yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia<br />
meminta ampun kepada Allah niscaya ia mendapati Allah Maha<br />
Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;[QS. An-Nisa’:110].<br />
Hendaklah seseorang itu memperbanyak istighfar kepada-Nya<br />
dimanapun berada, sebab seseorang itu tidak tahu dimana tempat<br />
maghfirah Tuhannya turun. sebagaimana rasulullah saw bersabda:<br />
&#8220;Demi Allah, sesungguhnya aku selalu mohon ampunan kepada<br />
Allah sehari semalam lebih dari tuju puluh kali.&#8221; [HR. Bukhari].<br />
‘Aisyah i berkata: &#8220;Beruntunglah orang yang mendapat dalam<br />
buku catatan amal perbuatannya memuat istighfar yang banyak.&#8221;<br />
Qatadah berkata:&#8221;Sesunggunhya Al-Qur&#8217;an ini memberikan<br />
petunjuk kepadamu tentang penyakitmu dan obat penangkalnya.<br />
||  10 dari 11   ||<br />
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari | Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id<br />
Courtesy of alsofwah foundation<br />
Adapun penyakitmu adalah dosa-dosa, sedangkan obatnya adalah<br />
istighfar.&#8221;<br />
3. Do&#8217;a<br />
Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Berdo&#8217;alah kepada-Ku<br />
niscaya Aku perkenankan bagimu. &#8220;[QS. Al-mukmin:60].<br />
Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala memerintahkan kepada<br />
kita agar berdo&#8217;a kepada-Nya dan Dia akan memenuhi<br />
permohonan hamba-Nya. berkenaan dengan ini rasulullah saw<br />
bersabda: &#8220;Tidaklah seorang Muslim pun berdo&#8217;a dengan do&#8217;a yang<br />
di dalamnya tidak berisi dosa dan pemutus tali silaturahmi<br />
melainkan Allah memberikan kepadanya salah satu dari tiga<br />
perkara: Allah akan menyegerakan permohonannya itu (diperoleh<br />
di dunia) atau Allah akan menyimpannya untuknya di akhirat kelak,<br />
atau Dia memalingkan darinya keburukan yang setimpal dengan<br />
do&#8217;anya itu.&#8221;[HR. Ahmad, hadits shahih]. Dalam ayat yang<br />
sama Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:&#8221; Sesungguhnya orangorang<br />
yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (tidak mau<br />
berdo&#8217;a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan<br />
terhina.&#8221;[QS. Al-mukmin:60]. Orang-orang yang tidak mau<br />
berdo&#8217;a kepada-Nya maka mereka yang dikatakan Allah<br />
Subhanahu wa Ta&#8217;ala adalah termasuk orang yang sombong, dan<br />
mereka mendapatkan murka dari-Nya. sebagaimana rasulullah saw<br />
bersabda: &#8220;Barang siapa yang tidak mau meminta (memohon<br />
kepada Allah), maka Allah murka terhadap-Nya.&#8221; [HR. Tirmidzi<br />
dari Abu Hurairah].<br />
4. Bershalawat kepada Nabi saw<br />
Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala bershalawat (menyebut dan memuji di<br />
hadapan para malaikat) sepuluh kali, bagi orang bershalawat<br />
kepada rasul-Nya (sekali). Sebagaimana sabda beliau saw :<br />
”Barang siapa yang bershalawat untukku satu kali. Maka Allah akan<br />
bershalawat sepuluh kali lipat.&#8221;[HR. Muslim]. Karena yang<br />
demikian itu, setiap satu kebaikan nilainya akan dilipat gandakan<br />
sepuluh kalinya, dan bershalawat untuk Nabi saw termasuk<br />
kebaikan yang tinggi.<br />
5. Qiyamullail<br />
Jika seseorang tetap melakukan shalat malam, maka wajahnya<br />
akan bercahaya dan dia juga akan merasakan kenikmatan<br />
||  11 dari 11   ||<br />
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Ummu Salma al-Atsari | Mail : ninda_ummusalma@yahoo.co.id<br />
Courtesy of alsofwah foundation<br />
beribadah dalam hatinya, sebagaimana yang dituturkan oleh para<br />
Ulama Salaf berikut ini:<br />
Abu Sulaiman berkata: “Malam hari bagi orang yang sering<br />
beribadat di dalamnya, itu lebih nikmat daripada permainan bagi<br />
mereka yang suka hidup bersantai-santai. Seandainya tanpa<br />
malam aku tak suka hidup di dunia ini.”<br />
Ibnul Mukandir: ”Bagiku kelezatan dunia ini hanya ada pada tiga<br />
perkara, qiyamullail, bersilaturahmi dengan ikhwan dan shalat<br />
berjama’ah.”<br />
Maroji’:<br />
Tazkiyatun Nufus oleh Dr. Ahmad Farid<br />
Amraadlul Qulub wa Sifaauha oleh Ibnu Thaimiyah<br />
Risalah Al-Hujjah No: 55 / Thn IV / Rabiul Akhir</p>
<br />Posted in kumpulan buku-buku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhanassyahid.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhanassyahid.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhanassyahid.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhanassyahid.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhanassyahid.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhanassyahid.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhanassyahid.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhanassyahid.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhanassyahid.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhanassyahid.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhanassyahid.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhanassyahid.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhanassyahid.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhanassyahid.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=144&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/24/hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">yusuf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kupinang Dengan Hamdalah bab 21</title>
		<link>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-21/</link>
		<comments>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-21/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 11:33:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farhanassyahid</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan buku-buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhanassyahid.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Kado Pernikahan 341 Bab 21 Tuhan, di Mana Fatimatuz Zahra Sekarang? unia masih mengenangnya. Airmata masih ada yang mengalir ketika mengingat kebesarannya. Ada rasa malu kalau membandingkan dengan keadaan kita sekarang. Ada rasa haru kalau melihat kembali perjuangan-perjuangannya; bagaimana ia dengan penuh kasih-sayang mengusap darah suaminya seusai perang dan merawatnya penuh perhatian; bagaimana ia mengambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=139&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 341</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bab 21</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tuhan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">di Mana Fatimatuz Zahra</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekarang?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">unia masih mengenangnya. Airmata masih ada yang mengalir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketika mengingat kebesarannya. Ada rasa malu kalau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membandingkan dengan keadaan kita sekarang. Ada rasa haru</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kalau melihat kembali perjuangan-perjuangannya; bagaimana ia dengan penuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kasih-sayang mengusap darah suaminya seusai perang dan merawatnya penuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perhatian; bagaimana ia mengambil air sendiri dengan berjalan jauh sampai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membekas di dadanya; dan bagaimana ia menginap di rumah Rasulullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sementara ‘Ali menggantikan tempat tidur Nabi saat orang kafir Quraisy</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengepung. Malam itu, Rasulullah meninggalkan Makkah dan bersembunyi di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">gua Tsaur. Sementara orang kafir mengancam nyawanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Fathimah sangat besar perjuangannya. Dia adalah putri dari seorang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suci. Dia sendiri suci. Dari rahimnya yang suci, kita pernah mendengar nama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Al-Hasan dan Al-Husain yang ikut bersama kakeknya ketika akan melakukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mubahalah (perang doa) dengan pendeta Bani Najran. Ia juga melahirkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Zainab yang kelak harus meninggalkan Mesir. Dari keturunan Zainab inilah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kelak Imam Syafi’I mendapat tempat dan perlindungan. Juga membuka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pesantrennya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hari ini adalah hari Jum’at. Bulannya Dzulhijjah. Tahun 1417 hijriyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bulan haji. Bulan ketika orang memotong leher kambing dan sapi, tepat pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">D</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 342</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tanggal 10. Sama seperti tahun itu, ketika orang-orang Kufah memintanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi khalifah dan mereka siap berbai’at kepadanya. Tanggal 10 Dzulhijjah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tahun itu, kaum muslimin juga menyembelih leher kambing kibasy.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tetapi sebulan berikutnya, dunia tidak akan pernah melupakan. Jika pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tanggal 10 Dzulhijjah orang-orang Islam bergembira ketika memotong leher</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kambing dan onta, hari itu hati yang bersih menjerit menangis ketika penguasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang zalim memotong leher orang yang paling dicintai Rasulullah Saw.. Jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dulu Fathimah Az-Zahra membukakan pintu kepada Rasulullah ketika akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menemui Al-Husain, hari itu para wanita segera menutup wajahnya dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">niqab untuk menyembunyikan keperihan hatinya ketika melihat kepala Al-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Husain diarak. Jika dulu Rasulullah sering mendekap dan menciumnya, hari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itu wajah yang sering didoakan Rasulullah itu dihinakan. Bahkan ketika sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi mayat, giginya masih diantuk-antuk dengan ujung pedang. Padahal,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jenazah orang kafir saja kita disuruh menghormati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Akan tetapi Al-Husain justru harum dengan darahnya. Sama seperti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">airmata Zainab yang menyelamatkan ‘Ali Ausath, satu-satunya putra Al-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Husain yang masih tersisa dari pembantian. Airmata itu sampai sekarang tetap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengalir di dada kaum muslimin yang tahu hak mereka, bercampur dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">darah Al-Husain yang harum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pelajaran kadang memang harus pahit. Namun peristiwa di tanah duka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(Karbala) itu rasanya terlalu pahit. Hanya Al-Husain yang sanggup memikul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kemuliaan itu. Kita yang mencintai leher kita, apalagi kita masih mencintai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sapu tangan dan keramik unik, tidak cukup layak untuk mendapatkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehormatan. Alangkah tingginya Al-Husain dan keturunannya. Alangkah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jauhnya kita darinya. Lantas, apakah masih ada alasan untuk bersombong di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hadapan kemuliannya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita memang terlalu jauh dari derajat Al-Husain. Bahkan untuk layak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">disebut sebagai golongan yang mencintainya saja, entah layak entah tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekadar meniru An-Nasa’I saja, saya belum yakin kita mempunyai cukup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keberanian dan ketegaran. Sekarang, tangan kita lecet sedikit saja sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuat wajah kita muram dan mulut meringis. Padahal An-Nasa’i merelakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">nyawanya demi kecintaannya. Sama seperti Imam Ahmad ibn Hanbal yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersedia dipukuli penguasa. Sama seperti Imam Syafi’i yang konon adalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">imam kaum muslim Indonesia, sebab mayoritas umat Islam Indonesia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bermadzab Syafi’iyah meskipun kadang masih mencela orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melaksanakan qaul (pendapat hasil ijtihad) Imam Syafi’i.1 Dan kita tahu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka semua adalah ulama-ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ah, sudahlah. Dengan rasa malu atau tidak sama sekali, kita harus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengakui betapa jauhnya kita dari orang-orang terdahulu. Sangat jauh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Meskipun demikian, masih ada yang dapat kita ambil. Kita dapat melihat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kembali sebagian kecil teladan Fathimatuz Zahra sehingga mempunyai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 343</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keturunan yang mulia sampai generasi-generasi yang jauh sesudahnya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">termasuk Syaih ‘Abdul Qadir Al-Jailani2 maupun Sayyid ‘Abdullah Haddad.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Keteladanan Fathimatuz Zahra mencakup kedekatan kepada Allah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kuatnya dalam menegakkan shalat malam, khusyuknya dalam berzikir,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kesetiaannya yang sangat luar biasa kepada suami, serta kuatnya kecintaan dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perhatian kepada anak-anaknya. Hari ini, insya-Allah kita akan mencoba</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melihat bagaimana Fathimah Az-Zahra mendidik dan membesarkan putraputrinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sedangkan keteladanan lain, silakan periksa sendiri. Tentu saja,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membicarakan Fathimah Az-Zahra radhiyallahu ‘anha tidak bisa lepas dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pembicaraan mengenai suaminya ‘Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhahu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan ayahnya Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kepada anak-anak perempuannya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Fathimah mengajarkan keberanian,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pengorbanan, keteguhan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan tidak takut kepada orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Imam Nawawi al-Bantani (Al-Jawi) pernah menuliskan keagungan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Fathimah Az-Zahra ketika berbicara masalah hak dan kewajiban suami-istri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Berikut ini saya kutip dari Uqudul Lujain karya Imam Nawawi Al-Bantani. 3</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Suatu hari Rasulullah Saw. Menjenguk Az-Zahra. Ketika itu ia sedang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuat tepung dengan alat penggiling sambil menangis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Kenapa menangis, Fathimah?” Tanya Rasulullah, “Mudah-mudahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah tidak membuatmu menangis lagi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Ayah,” Fathimah menjawab, “aku menangis hanya karena batu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penggiling ini, dan lagi aku hanya menangisi kesibukanku yang silih berganti.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah kemudian mengambil tempat duduk di sisinya, kata Abu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hurairah. Fathimah berkata, “Ayah, demi kemuliaanmu, mintakan kepada ‘Ali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">supaya membelikan seorang budak untuk membantu pekerjaan-pekerjaanku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuat tepung dan menyelesaikan pekerjaan rumah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Setelah mendengar perkataan putrinya, Rasulullah bangkit dari tempat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">duduknya dan berjalan menuju tempat penggilingan. Beliau memungut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">segenggam biji-bijian gandum dimasukkan ke penggilingan. Dengan membaca</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bismillahir rahmanir rahim maka berputarlah alat penggiling itu atas ijin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah. Beliau terus memasukkan biji-bijian itu sementara alat penggiling terus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berputar sendiri, sambil memuji Allah dengan bahasa yang tidak dipahami</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">manusia. Ini terus berjalan sampai biji-bijian itu habis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 344</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah Saw. berkata kepada alat penggiling itu, “Berhentilah atas ijin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah. Seketika alat pengiling pun berhenti. Beliau berkata sambil mengutip</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ayat Al-Qur’an, Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak pernah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya, dan mereka selalu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengerjakan segala yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Merasa takut jika menjadi batu yang kelak masuk neraka, tiba-tiba batu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itu bisa berbicara atas ijin Allah. Ia berbicara dengan bahasa Arab yang fasih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Batu itu berkata, “Ya, Rasulallah. Demi Dzat yang Mengutusmu dengan hak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi Nabi dan Rasul, seandainya engkau perintahkan aku untuk menggiling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">biji-bijian yang ada di seluruh jagat Timur dan Barat, pastilah akan kugiling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">semuanya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dan aku mendengar pula, kata Abu Hurairah yang meriwayatkan kisah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ini, nahwa Nabi Saw. bersabda, “Hai Batu, bergembiralah kamu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sesungguhnya kamu termasuk batu yang kelak dipergunakan untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membangun gedung Fathimah di surga.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Seketika itu, batu penggiling itu bergembira dan berhenti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nabi Saw. bersabda kepada putrinya, Fathimah Az-Zahra, “Kalau Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berkehendak, hai Fathimah, pasti batu penggiling itu akan berputar sendiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untukmu. Tetapi Allah berkehendak mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan menghapus keburukan-keburukanmu, serta mengangkat derajatmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hai Fathimah, setiap istri yang membuatkan tepung untuk suami dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anak-anaknya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan dari setiap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">butir biji yang tergiling, dan menghapus keburukannya, serta mengangkat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">derajatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hai Fathimah, setiap istri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah menjauhkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyisirkan rambut dan mencucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang yang memberi makan seribu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang yang sedang kelaparan dan seperti orang yang memberi pakaian seribu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang yang telanjang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hai Fathimah, setiap istri yang mencegah kebutuhan tetangganya, maka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah kelak akan mencegahnya (tidak memberi kesempatan baginya) untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">minum dari telaga Kautsar pada hari kiamat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hai Fathimah, tetapi yang lebih utama dari semua itu adalah keridhaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suami terhadap istrinya. Sekiranya suamimu tidak meridhaimu, tentu aku tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akan mendoakan dirimu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 345</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bukankah engkau mengerti, Hai Fathimah, bahwa ridha suami itu bagian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dari ridha Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hai Fathimah, manakala seorang istri mengandung, maka para malaikat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memohon ampun untuknya, setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kebajikan, dan seribu keburukannya dihapus. Apabila telah mencapai rasa sakit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(menjelang melahirkan) maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pahala seperti pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melahirkan, dirinya terbebas dari dosa seperti keadaannya setelah dilahirkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ibunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hai Fathimah, setiap istri yang melayani suaminya dengan niat yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">benar, maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surga. Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memberinya pahala seperti seribu orang yang berhaji dan berumrah, dan seribu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">malaikat memohonkan ampunan untuknya hingga hari kiamat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Setiap istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">disertai hati yang baik, ikhlas, dan niat yang benar, maka Allah akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya diberi pakaian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yang ada di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tubuhnya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala kepadanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebanyak seratus pahala orang yang berhaji dan berumrah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hai Fathimah, setiap istri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hai Fathimah, setiap istri yang menyediakan diri tidur bersama suaminya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kepadanya dari langit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">‘Hai wanita, menghadaplah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">telah mengampuni dosa-dosamu yang berlalu dan yang akan datang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut suaminya, demikian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pula jenggotnya, memangkas kumis dan memotong kuku-kukunya, maka kelak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah akan memberi minum kepadanya dari rahiqim makhtum (tuak jernih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang tersegel) dan dari sungai yang ada di surga. Bahkan kelak Allah akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meringankan beban sakaratul maut. Kelak ia akan menjumpai kuburnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagaikan taman surga. Allah mencatatnya terbebas dari neraka dan mudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melewati sirath (titian). 4</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mihrab Agung Orang-orangTercinta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lima orang anak yang dikaruniakan Allah Swt. Kepada Az-Zahra, yaitu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hasan, Husain, Zainab, Ummu Kultsum, dan Muhsin &#8211;yang meninggal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keguguran ketika masih berupa janin dalam rahim sucinya. Ummu Kultsum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 346</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kelak dinikahi oleh Umar bin Khaththab karena keinginan Umar yang kuat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk bersambung ikatan darah dengan Rasulullah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Fathimah Az-Zahra mendidik sendiri dua putra dan dua putri yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diamanahkan Allah Swt. kepadanya. Ia susui anak-anaknya dengan air susunya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sendiri. Ia rawat anak-anaknya dengan tangannya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ia memilih untuk mendekap anaknya sendiri, meskipun kepayahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bekerja dan ada orang yang mau menggantikan, karena ibulah yang bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyayangi anaknya, bukan orang lain &#8211;termasuk baby-sitter. Padahal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekarang ibu-ibu muda kadang memilih untuk bisa makan dengan tenang dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">enak, sedangkan menggendong anak biar dikerjakan oleh baby-sitter.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mari kita dengarkan cerita dari Bilal, muadzin Rasulullah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Saya melewati Fathimah yang sedang menggiling,” kata Bilal,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“sementara anaknya menangis.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Saya berkata kepadanya,” kata Bilal melanjutkan. “Jika engkau mau, biar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">aku yang memegang gilingan dan engkau memegang anak itu. Atau, aku yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memegang anak itu dan engkau memegang gilingan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ia berkata, “Aku lebih dapat mengasihi anakku daripada engkau.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebagaimana istrinya, Sayyidina Ali juga menolak orang membawakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">makanan yang akan diberikan kepada anaknya (masyaAllah, betapa hatihatinya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">beliau menjaga kebarakahan). Shalih, seorang pedagang pakaian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pernah mendapat cerita dari neneknya, “Saya melihat Ali karamallahu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">wajhahu membeli kurma dengan harga satu dirham, lalu beliau membawanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dibungkus selimut. Saya berkata kepadanya atau seseorang berkata kepadanya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">‘Saya yang akan membawanya, wahai Amirul Mukminin.’ Beliau berkata,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">‘Jangan! Kepala keluarga lebih berhak membawanya.’”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kisah ini disampaikan oleh Imam Bukhari. Jabatan Imam Ali saat itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">adalah khalifah, Amirul Mukminin. Pada masa sekarang, jabatan itu lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tinggi daripada presiden atau raja sebuah negara, sebab kekuasaannya meliputi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">negeri-negeri lain. Tetapi untuk membawakan makanan anak, Amirul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mukminin tidak mau menyerahkan kepada orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jabir Al-Anshari menceritakan bahwa Nabi melihat Fathimah sedang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggiling dengan kedua tangannya sambil menyusui anaknya. Maka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengalirlah airmata Rasulullah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Anakku,” katanya, ”engkau menyegerakan kepahitan dunia untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kemanisan akhirat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Fathimah mengatakan, “Ya Rasulallah, segala puji bagi Allah atas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">nikmat-Nya, dan pernyataan syukur hanyalah untuk Allah atas karunia-Nya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lalu Allah menurunkan ayat, “Dan kelak Tuhanmu pasti akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memberimu karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 347</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kepada anak-anak perempuannya, Fathimah mengajarkan keberanian,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pengorbanan, keteguhan, dan tidak takut kepada orang lain sejauh ia berdiri di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atas kebenaran. Sehingga kita mendapati, dalam situasi yang penuh ketakutan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan leher sewaktu-waktu bisa terputus, Zainab masih bisa menghadap Ibnu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ziyad dengan penuh ketegaran. Kesedihan yang teramat sangat ketika hampir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">semua saudara, kemenakan, sanak-kerabat, dan sahabat menjadi mayat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berserakan, tidak membuatnya kehilangan keberanian dan ketegaran untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengatakan apa yang seharusnya dikatakan. Mengatakan kebernaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika Ibnu Ziyad menghina Zainab dengan perkataan, “Puji Tuhan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">telah mempermalukan dan menyingkap dusta kalian. Puji Tuhan yang telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengobati rasa dendam dan kesumatku kepada saudaramu.”; Zainab</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjawab dengan tegar, tanpa rasa takut. “Puji Tuhan yang telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menganugerahi kami keutamaan syahadah. Puji Tuhan yang telah menetapkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kenabian pada keluarga kami. Kekalahan dan kenistaan adalah milik kalian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">wahai orang-orang zalim dan fasik. Syahadah adalah kebanggaan, bukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kenistaan. Orang-orang zalimlah yang suka berbohong, bukan kami. Kami ahli</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hakikat. Semoga Tuhan mencabut nyawamu, wahai anak marjanah!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ibnu Ziyad dan orang-orang yang hadir kaget mendengar kata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“marjanah”, wanita lacur. Ibnu Ziyad sangat tertampar dengan kata itu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sehingga ia berkata, “sudah begini kalian masih berani angkat suara.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ibnu Ziyad mengambil kesempatan bicara dengan ‘Ali Ausath, kelak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dikenal dengan gelar ‘Ali Zainal ’Abidin. Dia pun memberi jawaban yang tak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kalah pedasnya dengan Zainab, padahal dia masih sangat kecil (bandingkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan anak TPG/TPA sekarang). Kemudian Ibnu Ziyad memanggil algojo,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tukang jagal manusia, untuk memotong kepala ‘Ali Zainal ’Abidin. Tiba-tiba</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Zainab bangkit dan memeluk ‘Ali Zainal ’Abidin dengan erat sambil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengatakan, “Demi Allah, lehernya tidak akan terpenggal sebelum kalian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penggal leherku terlebih dulu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ibnu Ziyad memandang Zainabdengan heran dan berkata, “Alangkah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kuatnya rahim mempererat mereka.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Inilah Zainab, hasil didikan madrasah suci bernama Fathimatuz Zahra.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Semenjak kecil mereka dididik oleh ibu yang sangat kuat kasih sayangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dari Az-Zahra juga, mereka belajar pengorbanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mereka belajar banyak tentang pengorbanan dari ibu mereka, Fathimah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Az-Zahra, dan ayah mereka, ‘Ali karamallahu wajhahu. Ada kisah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pengorbanan mereka yang kemudian menjadi sebab turunnya surat Al-Insaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(76) ayat 8-9.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepadamu hanyalah untuk mendapat ridha Allah. Kami tidak mengharapkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih.” (QS. Al-Insaan:8-9).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 348</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika itu Hasan dan Husain sedang dalam keadaan sakit. Rasulullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ditemani oleh beberapa sahabat, datang menjenguk mereka. Rasulullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyarankan kepada ‘Ali untuk mengucapkan janji (bernazar) kepada mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itu. Semua anggota keluarga, termasuk Fathimah, ‘Ali dan Fazzah, pembantu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka, mengucapkan janji kepada Allah untuk menjalankan puasa selama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tiga hari bila putra-putra ‘Ali sembuh dari sakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika mereka sembuh, puasa pun dimulai. Tetapi mereka tidak memiliki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">apa-apa untuk berbuka puasa. ‘Ali kemudian meminjam tiga sha’ gandum dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seorang Yahudi di Khaibar bernama Syam’un.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Fathimah memegang lima keping roti dengan sepertiga bagian gandum itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan meletakkan di atas meja makan saat berbuka puasa. Pada saat hendak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berbuka puasa, seorang pengemis mengetuk pintu dan meminta makanan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sambil berkata, “Tolonglah aku, semoga Allah memberimu makan dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">makanan surga.” Keluarga itu pun memberikan makanan mereka dan berbuka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hanya dengan air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hari berikutnya mereka masih berpuasa. Sekali lagi lima keping roti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dipersiapkan. Kini, seorang anak yatim mengetuk pintu untuk meminta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">makanan. Keluarga itu sekali lagi memberikan makanan mereka kepada anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yatim itu. Pada hari ketiga datang tawanan menjelang saat berbuka. Mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan hal yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pada hari ketiga, ‘Ali membawa anak-anaknya ke rumah Rasulullah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Melihat keadaan cucu-cucunya, beliau menjadi sedih dan berkata, “betapa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">susah bagiku melihat kalian dalam keadaan yang sulit ini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lalu beliau mengajak mereka kembali ke rumah Fathimah. Ketika tiba di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sana, Fathimah sedang berdo’a, sementara kondisi tubuhnya sedang dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keadaan lemah dan matanya begitu sayu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Melihat ini, Rasulullah Saw. menjadi bertambah sedih. Pada waktu itu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">malaikat Jibril datang kepada beliau dan mengatakan, “Terimalah hadiah dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah ini. Allah mengirimkan ucapan selamat bagimu karena memiliki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keluarga yang begitu mulia.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lalu Jibril membacakan kepada Rasulullah surat Al-Insaan (Hal Ata).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Inilah Fathimah, ibu yang mendidik anak-anaknya dengan kesabaran dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kelembutan luar biasa itu. Ia menanamkan ke dada anak tauhid dan kesediaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk berdarah-darah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Fathimah, kata Soraya Maknun, mendidik seorang anak perempuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seperti Zainab seorang wanita yang terpelajar, bijaksana dan terhormat, yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kata-katanya dapat menenangkan saudaranya yang tak berdosa pada saat-saat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kritis di senja bulan Asyura’ (Muharram). Inilah wanita yang emosinya sangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">matang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 349</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kisah Fathimah Az-Zahra akan lebih panjang lagi kalau diteruskan. Dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">makalah ini tidak cukup untuk menuliskan. Oleh karena itu, kita sudahi dulu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebagai penutup, saya sampaikan kisah singkat. Hasan dan Husain, kata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Abu Hurairah, bergulat. Lalu Rasulullah Saw. berkata, “Ayo Hasan!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Maka Fathimah mengatakan, “Wahai Rasulullah, engkau mengatakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">‘ayo Hasan’, padahal dia lebih besar.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Maka Rasulullah menjawab, “Aku mengatakan ‘Ayo Hasan’ dan malaikat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jibril mengatakan ‘Ayo Husain.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sambil bermain-main dengan Hasan, Fathimah mengajarkan kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anaknya dengan mengatakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadilah seperti ayahmu, wahai Hasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lepaskan tali kendali yang membelenggu kebenaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sembahlah Tuhan yang memiliki anugerah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Janganlah kau bantu orang yang memiliki dendam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya tidak tahu apakah kita bisa meneladani Fathimatuz Zahra, sedangkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tingkatan kita masih seperti ini. Jauh sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tetapi saya berharap pembicaraan ini ada manfaatnya. Setidaknya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengajari kita rasa malu, untuk tahu diri. Kalau kita sudah merasa berkorban</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan berjasa, sebandingkah dengan pengorbanan Az-Zahra dan keluarganya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Satu hal, tulisan ini adalah do’a. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada kita keturunan yang penuh barakah dan Allah mengaruniakan kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka barakah, sampai yaumil-qiyamah. Semoga Allah mengaruniakan pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita keluarga yang penuh barakah dan Allah melimpahkan barakah kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mudah-mudahan kita yang hadir saat ini dikumpulkan bersama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah Muhammad Saw. di Al-Haudh. Allahumma amin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allahu A’lam bishawab.*</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Catatan Kaki:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1. Menurut pendapat Imam Syafi’i, wanita wajib mengenakan cadar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekarang jangankan bercadar, ada yang berjubah panjang dan berjilbab</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjulur saja sering sudah dianggap berlebihan dan sok alim. Saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sering sedih jika mendengar komentar bernada cemooh dari mereka yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengerti betul qaul-qaul fiqih dan menganggap mereka eksklusif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 350</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sungguh, mereka adalah saudara-saudara kita yang belajar menjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">muslimah yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2. Syaikh ‘Abdul Qadir Jailani termasuk ulama sufi yang terpercaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah menulis, “Adapun para imam kaum Sufi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">serta para syaikh terdahulu yang terkenal seperti Al-Junaid bin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Muhammad beserta pengikut-pengikutnya, juga seperti Abdul Qadir Al-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jailani dan orang-orang semisalnya, maka mereka adalah termasuk orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang paling memperhatikan perintah dan larangan, termasuk orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">paling sering mewasiatkan (kepada murud-muridnya) untuk mengikuti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang demikian itu, dan paling sering mengingatkan agar mereka jangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berjalan bersama (memikir-mikirkan) takdir, sebagaimana pengikutpengikut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berikutnya berjalan mengikuti mereka.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lebih lanjut silakan periksa Qadha’ dan Qadar (Mantiq, Solo, 1996),</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagian dari Majmu’atur Rasail Liibni Taimiyyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3. Imam Nawawi Al-Bantani adalah syaikh Muhammad Ibnu Umar An-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nawawi, ulama asal Banten Jawa Barat yang hidup di Arab pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masanya dan banyak menulis kitab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bukan Imam Nawawi penulis kitab Al-Adzkaar dan Syarah Shahih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4. Saya tidak menemukan catatan mengenai kedudukan hadis ini. Wallahu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">‘Alam Bishawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">5. Tulisan ini semula merupakan makalah yang saya sampaikan pada acara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Diskusi Psikologi Anak di Pondok Pesantren (putri) Al-Munawwir,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Krapyak, Yogyakarta, 11 April 1997. Kemudian diperbaiki untuk diskusi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">KMIS Fakultas Sastra UGM, 26 April 1997 dan acara Studium General</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Training Kemuslimahan yang diselenggarakan oleh KSAI, 10 April</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1998.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">6. Persoalan yang paling sulit yang sering tidak bisa dielakkan oleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orangtua adalah perasaan berjasa terhadap keberhasilan anak, di samping</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rasa bangga. Halimah, ibu yang melahirkan Emha Ainun Najib,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menasehatkan agar orangtua tidak berani memiliki rasa bangga jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anaknya mulai berhasil. Sebaliknya, perlu belajar terus-menerus, terusmenerus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pada tingkat ini saja &#8211;belum tingkatan Fathimah Az-Zahra&#8211; sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penuh tanda tanya, bisakah kita meniru, meskipun cuma sedikit?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 351</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pamit Penulis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">A khirnya, pada hari Jum’at tanggal 17 Juli 1988 pukul 7 lewat 13 menit,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">buku Kado Pernikahan untuk Istriku selesai dengan rahmat Allah. Buku ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mudah-mudahan bermanfaat dan barakah bagi saya, Anda, keturunan kita,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saudara-saudara kita, tetangga kita dan masyarakat kita hingga yaumil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">qiyamah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahan saya selama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menulis buku ini. Semoga Allah Swt. menerima kebaikan yang ada di buku ini,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sehingga Allah menerima umat Muhammad ini kelak ketika malaikat maut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">telah datang. Semoga buku ini membawa manfaat bagi umat Muhammad. Dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">semoga dari pernikahan saya, pernikahan Anda, pernikahan saudara-saudara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita…, pernikahan kita semua akan lahir anak-anak yang memberi bobot</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illallah dan banyak memikirkan umat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Muhammad.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Buku ini telahselesai dan saya berharap dapat menjelaskan banyak hal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang kita butuhkan untuk memperoleh kebaikan dalam rumah tangga. Saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">telah berusaha mengambil bagian-bagian yang jarang dibahas oleh buku-buku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">di masa kita (tidak berarti belum pernah dibahas oleh para pendahulu kita).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tetapi itu tidak berarti semua hal yang kita butuhkan sudah terpenuhidalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">buku ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya masih punya PR &#8211;semoga Allah menolong saya untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyelesaikannya&#8211; tentang masalah pernikahan ini, sementara masalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pendidikan anak pun masih harus mendapat perhatian. Saya kadang-kadang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menerima surat dari saudara-saudara kita di tempat yang jauh maupun dekat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada suara-suara perih yang tidak berani mereka ungkapkan kepada orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan kemudian berkirim surat kepada saya. Ada cerita sedih karena pernikahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dipersulit oleh hal-hal yang tidak diwajibkan oleh agama. Dan masih ada halhal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lain yang mungkin bisa kita perbincangkan di lain waktu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya berharap &#8211;mudah-mudahan Allah menolong saya&#8211; bisa menulis di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">antara persoalan-persoalan itu ke hadapan Anda. Insya-Allah, saya akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menulis buku. Rencananya, buku ini akan saya beri judul “Tuhan, Di mana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Khadijah Sekarang?”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sesudah itu saya mengharap nasehat Anda &#8211;mudah-mudahan Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuka hati saya untuk menerima nasehat&#8211; agar saya tidak lupa. Doakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya agar tidak termasuk orang-orang yang merugi. Semoga kita semua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendapatkan husnul khatimah. Allahumma amin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selanjutnya, masih ada yang ingin saya sampaikan sebelum kita berpisah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika Imam Syafi’i yang wara’, zuhud, dan betul-betul ‘alim itu masih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengingatkan tentang kemungkinan adanya kesalahan dalam kitab-kitabnya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maka apatah lagi buku ini. Masalahnya, tidah mudah mengetahui kesalahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 352</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diri sendiri, termasuk apa yang saya tulis di buku ini. Karena itu, tegur sapa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda dan nasehat yang Anda sampaikan dengan cara yang baik Insya-Alah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sangat penting bagi saya dan para pembaca.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Semoga buku ini tidak sia-sia dan ada nilainya di sisi Allah. Allahumma</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">amin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Akhirnya, maafkan saya. kepada siapa pun yang pernah saya gunjing,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya sakiti hatinya, atau apa pun saja yang membuat hati Anda tidak enak, saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mohon keikhlasan Anda memaafkan saya. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meninggikan derajat Anda dunia-akhirat. Mudah-mudahan kita termasuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang-orang yang kembali kepada-Nya dengan ridha dan diridhai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Billahi tawfiq wal hidayah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kampung Mranggen Tegal, Sinduadi,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mlati, Sleman, Yogyakarta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">17 Juli 1998, pukul 07 lewat 40 menit</span></p>
<br />Posted in kumpulan buku-buku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhanassyahid.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhanassyahid.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhanassyahid.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhanassyahid.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhanassyahid.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhanassyahid.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhanassyahid.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhanassyahid.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhanassyahid.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhanassyahid.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhanassyahid.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhanassyahid.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhanassyahid.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhanassyahid.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=139&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">yusuf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kupinang Dengan Hamdalah bab 20</title>
		<link>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-20/</link>
		<comments>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-20/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 11:31:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farhanassyahid</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan buku-buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhanassyahid.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Kado Pernikahan 335 Bab 20 Poligami jinkanlah saya untuk mengetengahkan masalah ini ke hadapan Anda. Saya berharap bisa menyampaikan salah satu pesan Islam ini kepada Anda dengan jernih dan adil. Semoga Allah menjadikan tulisan ini barakah dan membawa keselamatan bagi hidup saya di dunia dan akhirat, beserta orangtua saya, istri saya, dan keturunan saya seluruhnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=137&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 335</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bab 20</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Poligami</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jinkanlah saya untuk mengetengahkan masalah ini ke hadapan Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya berharap bisa menyampaikan salah satu pesan Islam ini kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda dengan jernih dan adil. Semoga Allah menjadikan tulisan ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">barakah dan membawa keselamatan bagi hidup saya di dunia dan akhirat,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">beserta orangtua saya, istri saya, dan keturunan saya seluruhnya. Semoga Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadikan tulisan ini barakah dan membawa keselamatan bagi hidup Anda di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dunia dan akhirat, beserta orangtua Anda, istri Anda, dan keturunan Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seluruhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya ingin mengabarkan kepada Anda tentang firman Allah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhdap (hak-hak)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perempuan yang yatim (kalau kamu menikahinya), maka kawinilah wanitawanita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian, jika kamu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saj, atau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat kepada tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berbuat aniaya.” (QS An-Nisa’ [4]: 3)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tak ada keraguan di dalamnya. Telah jelas firman Allah bahwa menikahi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lebih dari satu istri merupakan bentuk sikap Islami. Syaratnya satu: suami</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya, sehingga seorang pun yang teraniaya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">secara psikis karena tidak diperhatikan. Lebih-lebih jika sampai teraniaya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">secara fisik karena ditelantarkan nafkahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketentuan untuk bersikap adil terhdap semua istri inilah yang secara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hukum dan moral membedakan pernikahan poligamis dalam Islam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dibandingkan praktek-praktek poligamis lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">I</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 336</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hal ini berarti, untuk melakukan pernikahan poligamis kita harus melihat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diri kita sendiri pakah kita termasuk orang yang mampu berbuat adil atau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak. Untuk bisa melihat diri sendiri dengan tepat dan adil, ia memerlukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ilmu yang matang dan pegenalan diri yang mendalam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kehadiran seorang guru yang jujur dan adil sangat membantu untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengetahui apakah seseorang memenuhi persyaratan atau tidak ketika ingin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan pernikahan poligamis. Amat sering kita tidak mampu menilai diri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita sendiri. Terkadang kita menilai lebih (over estimate) diri kita sehingga kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menganggap diri kita memenuhi syarat, padahal tidak. Namun demikian, kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kadangkala juga menilai diri kita terlalu rendah (under estimate) sehingga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menganggap belum memenuhi syarat, padahal sudah saatnya menolong</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saudara-saudara kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Keadaan ini sama seperti nikah monogami. Di utara dan di selatan, di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">timur dan di barat, orang bergegap-gempita menganjurkan pemuda-pemuda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita untuk segera menikah. Semua disamakan keadaannya, padahal sebagian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ada yang perlu ditakut-takuti (tarhib) agar tidak segera menikah meski</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">semangatnya sudah besar, karena keadaan mereka (bukan secara ekonomi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masih perlu menahan diri dari menikah. Sebaliknya, sebagian ada yang perlu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">didorong-dorong, disemangati (targhib) dan kalau perlu dibantu prosesnya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meski ketika itu ia masih agak-agak takut ketika keadaannya sudah mencukupi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk segera menikah, dan menikah jauh lebih besar maslahatnya dibanding</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membujang. 1</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi, tidak setiap laki-laki muslim dengan sendirinya boleh begitu saja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menikah secara poligamis. Kata Jamilah Jones dan Amu Aminah Bilal Philips</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam buku mereka yang berjudul Poligami dan Poligini dalam Islam, “Kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perlu ingat bahwa prialah yang pertama kali disuruh menikah dengan dua, tiga,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atau empat orang wanita (istri), kemudian dia dinasehati agar menikah dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seorang wanita saja bila dia tidak dapat berbaut adil dengan labih dari seorang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">istri. Ini tidak berarti bahwa Islam menganjurkan semua pria untuk menikah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan sekurang-kurangnya dua orang wanita, tetapi tambahan (istri) itu jelas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diperbolehkan bagi orang-orang (pria) yang dapat memenuhi persyaratanpersyaratannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya teringat kepada Ustadz Yunahar Ilyas, Lc.. dalam kesempatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengisi seminar di FIPS IKIP Yogyakarta, Ustadz Yunahar menyatakan ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tiga kelompok orang yang melakukan pernikahan poligamis. Pertama, para</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kiai dan orang-orang alim. Mereka menikah poligamis karena dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kedalaman ilmunya mereka bisa berlaku adil kepada istri-istrinya. Kedua, para</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penguasa. Mereka menikah poligamis karena dengan kekuasannya itu mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(mudah-mudahan) bisa berbuat adil. Ketiga, orang-orang nekad. Mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menikah secara poligamis tanpa mengetahui atau bahkan tidak mempedulikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">soal berbuat adil. Mereka inilah yang banyak menyebabkan orang memiliki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kesan buruk terhadap poligami. Hal ini muncul karena mereka tidak berbuat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">adil terhadap istri-istrinya, menelantarkan salah seorang di antara istri-istrinya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 337</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atau mereka lebih memperhatikan seorang istri dan mengabaikan yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Akibatnya, orang memiliki kesan yang tidak baik dan bahkan cenderung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membenci pernikahan poligamis. Bahkan, orang bisa bersikap sinis terhadap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka yang berpoligami tanpa mempedulikan apakah mereka termasuk yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak adil ataukah justru sebaliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Alhasil, pernikahan poligamis perlu sangat didukung ketika syaratsyaratnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terpenuhi, terlebih ketika dilaksanakan untuk maksud-maksud yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membawa kepada kemaslahatan masyarakat. Meskipun begitu, pernikahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">poligamis sebaiknya tidak dilakukan, jika syarat-syaratnya tidak terpenuhi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sehingga jika dilaksanakan dapat membawa keburukan dan kerusakan pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dirinya maupun masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Agar pembicaraan ini lebih lengkap, mari kita lanjutkan dengan satu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pertanyaan, mengapa pernikahan poligamis sangat mendapat tempat dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Islam. Wallahu A’lam bishawab. Saya tidak tahu apa sebabnya. Meskipun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">demikian, insya-Allah kita dapat melihat hikmah di balik disyari’atkannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pernikahan poligamis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada banyak aspek yang bisa kita tinjau untuk melihat sebagian hikmah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pernikahan poligamis, akan tetapi bukan bagian saya untuk membahas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keseluruhan aspek di sini. Telah banyak buku yang membahas hikmah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pernikahan poligamis, salah satunya secara khusus membahas hikmah di balik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pernikahan poligamis Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">wa sallam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Salah satu hal yang penting untuk kita jadikan sebagai renungan tentang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hikmah pernikahan poligamis ini adalah fakta bahwa jumlah wanita secara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">umum jauh melebihi jumlah pria. Mereka semua berhak menikah dan perlu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hidup secara terhormat. Mereka perlu mendapatka pemenuhan kebutuhan akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kasih-sayang, perlindungan, juga hubungan seks secara terhormat. Pernikahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">poligamis memungkinkan mereka mendapatkan apa-apa yang bisa diperoleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">wanita lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika Moise Tshombe3 yang sangat menentang poligami mengatakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">cukup baginya seorang istri asal bisa mengganti sekretaris wanitanya setiap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tahun, maka Islam tidak bisa menerima bentuk pelecehan wanita semacam ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bagi Islam, sikap Moise Tshombe ini sangat melecehkan wanitakarena wanita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hanya dijadikan objek kenikmatan tanpa menjaga hak-hak mereka dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perlindungan hukum yang pasti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menikah poligamis, meskipun boleh memperoleh kenikmatan-kenikmatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seksual di dalamnya, namun lebih cenderung diarahkan untuk menyelamatkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saudara-saudara kita yang menjelang menopause masih belum datang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pinangan; menolong janda-janda yang mengasuh anak-anak yatim; atau untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tujuan-tujuan maslahat lainnya, semisal untuk memperoleh keturunan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">baik. Contoh tentang yang terakhir ini bisa kita ingat pada peristiwa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pernikahan Al-Hasan dan Al-Husain dengan putri-putri Imri’il Qais.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 338</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dengan demikian, jika pernikahan poligamis diterapkan secara Islami,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">insya-Allah akan meninggikan harkat wanita Islam. Sebaliknya, pernikahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">poligamis yang dipesankan Islam justru lebih banyak memuat aspek misi,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mencegah keburukan, mencari kemaslahatan, serta menolong wanita dari tipu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">daya kehidupan yang menghancurkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Poligami Orang-orang Saleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika kita menengok sekilas catatan emas sejarah Islam, akan kita dapati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bahwa orang-orang yang membuat catatan agung dalam sejarah pada masa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nabi maupun sesudahnya banyak yang melakukan pernikahan poligamis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mereka adalah orang-orang yang dihormati dan siakui kehalusan akhlaknya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">serta kebesaran jiwanya. Sahabat dan musuh sama-sama mengakui</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keagungannya. Dan mereka tidak menjadi buruk dengan pernikahan poligamis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang mereka lakukan. Dan kadang justru kemuliaannya tampak dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pernikahan poligamisnya. Ini antara lain karena banyak di antara pernikahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">poligamis yang dilakukan oleh orang-orang saleh terdahulu jauh dari motifmitif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seksual.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pernikahan poligamis antara Umar bin Khaththab dengan Ummi Kultsum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">putri Sayyidina ‘Ali misalnya, terjadi karena didorong oleh keinginan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sangat besar untuk mempunyai hubungan pertalian darah dengan Rasulullah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengapa demikian? Kelak pada hari kiamat semua pertalian darah akan putus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kecuali hubungan pertalian darah dengan Rasulullah. Karena itulah, Umar bin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Khaththab berusaha keras agar bisa menikah dengan cucu Rasulullah ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sehingga memiliki pertalian darah dengan Rasulullah Saww. di akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Wallahu A’lam bishawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pernikahan Syaikh Ahmad bin Abu Al-Huwari lain lagi. Suami Rabi’ah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Asy-Syamiyyah meninggal dengan mewariskan harta yangs angat besar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jumlahnya; cukup melimpah-limpah. Rabi’ah menginginkan agar sepeninggal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suaminya, ada yang mampu mentasharufkan (membelanjakan) harta untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepentingan agama. Maka ia mendatangi Syaikh Ahmad dengan maksud</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menawarkan dirinya sebagai istri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mendapat penawaran diri dari Rabi’ah, Syaikh Ahmad berkata, “Demi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah, sesungguhnya aku tidak berminat lagi untuk menikah. Sebab aku ingin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berkonsentrasidalam ibadah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rabi’ah berkata, “Syaikh Ahmad, sesungguhnya konsentrasiku dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">beribadah lebih tingi daripada kamu. Aku sendiri sudah memutuskan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keinginan untuk tidak menikah. Tetapi, tujuanku menikah kali ini tidak lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">supaya dapat mentasharufkan harta kekayaan yang kumiliki kepada saudarasaudara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang muslim, dan untuk kepentingan Islam sendiri. Aku pun mengerti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bahwa kamu adalah seorang yang saleh. Tetapi, justru dengan begitu aku akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memperoleh ridha Allah Swt.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 339</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Syaikh Ahmad berkata, “Baiklah, aku minta waktu. Aku hendak meminta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">izin kepada guruku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Syaikh Ahmad menemui gurunya, Syaikh Sulaiman Ad-Darani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kepadanya ia menceritakan perihal penawaran diri dari Rabi’ah. Emndengar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penjelasan itu, Syaikh Sulaiman Ad-Darani berkata, “Baiklah, kalau begitu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">nikahilah dia, karena perempuan itu adalah seorang wali.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pembahasan dalam bab ini tentu saja belum cukup. Masih banyak hal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang perlu dicantumkan di sini agar hati kita lebih lapang memahami. Akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetapi, sebagai pembahasan awal, saya harapkan tulisan singkat ini dapat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuka hati kita tentang satu hal: poligami merupakan bagian dari syari’at</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Islam, sehingga kita tidak bisa memberikan label pro poligami kepada mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang menunjukkan kebaikannya atau kontra poligami kepada mereka yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengingatkan untuk berhati-hati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebagai bagian dari syari’at Islam, maka persoalannya bukanlah dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hal setuju atau tidak setuju dengan pelaksanaan pernikahan poligamis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Persoalannya lebih berkait dengan apakah kita punya kesiapan atau tidak, bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berbuat adil atau tidak, memenuhi persyaratan atau tidak, dan termasuk soal ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tergerak untuk melakukan pernikahan poligamis saat ia dalam keadaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menikah poligamis atau monogamis baginya sama saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebaliknya, tidak setiap pernikahan poligamis yang dilakukan umat Islam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan sendirinya Islami. Pernikahan poligamis tidak dengan sendirinya sesuai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan pesan Islam. Justru bertentangan dengan Islam apabila pernikahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">poligamis tersebut dilakukan dengan melanggar hak-hak kaum perempuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang harus dihormati martabatnya, tidak memenuhi persyaratan, dan berbuat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">aniaya melalui pernikahan poligamisnya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sama halnya ketika Al-Qur’an banyak berbicara mengenai kaum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mustadh’afun (proletar) yang sering berhadapan dengan penindas dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kalangan mustakbirun (penguasa), tidak dengan sendirinya berarti Al Qur’an</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sangat sejalan dengan Marxisme. Kita tidak bisa berkata demikian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kesimpulan yang tergesa-gesa dengan menganggap Islam sangat Marxian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terjadi karena kurang data. Kita tahu-tahu menyimpulkan demikian. Bahasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mewahnya orang psikologi, kita melakukan jump to the conclusion (lompatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ke kesimpulan). Atau kalau bukan karena lompatan ke kesimpulan, barangkali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita sedang “memasukkan nash ke dalam kerangka pikir tertentu yang terlanjur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita sepakati” (damj annash ithar al-khash).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Begitu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 340</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Catatan Kaki:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1. Kita perlu mengingat bahwa hukum nikah atas setiap orang bisa berbedabeda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sesuai dengan keadaan orang tersebut. Hukum nikah pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seseorang bisa berubah-ubah tergantung perubahan keadaan orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tersebut. Nikah bisa wajib, bisa sunnah, mubah, dan bisa pula makruh,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atau bahkan haram.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2. jamilah Jones dan Abu Aminah Bilal Philips, Monogami dan Poligini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam Islam, Srigunting, Jakarta, 1996.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3. Moise Tshombe pernah menjabat sebagai Presiden Republik Katanaga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan pernah menduduki jabatan Perdana Menteri Kongo dalam waktu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">singkat.</span></p>
<br />Posted in kumpulan buku-buku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhanassyahid.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhanassyahid.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhanassyahid.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhanassyahid.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhanassyahid.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhanassyahid.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhanassyahid.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhanassyahid.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhanassyahid.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhanassyahid.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhanassyahid.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhanassyahid.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhanassyahid.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhanassyahid.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=137&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">yusuf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kupinang Dengan Hamdalah</title>
		<link>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah/</link>
		<comments>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 11:29:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farhanassyahid</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan buku-buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhanassyahid.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Kado Pernikahan 320 Bab 19 Konflik Dan Perceraian sama sekali tak ada yang berharap pernikahan yang suci harus tergores oleh konflik-konflik, apalagi sampai menyebabkan pertengkaran yang menakutkan. Sama sekali tak ada yang menginginkan pernikahan yang kukuh hancur berantakan sehingga anak-anak tak lagi dapat bersama bapaknya karena perceraian. Sama sekali tak ada yang mendambakan pernikahan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=135&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 320</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bab 19</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Konflik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dan Perceraian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sama sekali tak ada yang berharap pernikahan yang suci harus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tergores oleh konflik-konflik, apalagi sampai menyebabkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pertengkaran yang menakutkan. Sama sekali tak ada yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menginginkan pernikahan yang kukuh hancur berantakan sehingga anak-anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tak lagi dapat bersama bapaknya karena perceraian. Sama sekali tak ada yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendambakan pernikahan yang suci harus berwarna kelam karena tak ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tempat lagi untuk bersatu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tetapi angin tak selalu bertiup ke arah yang kita inginkan. Laut yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tenang kadang juga berombak keras, sehingga kapal harus terhempas dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perahu bisa terbalik. Kalau bukan pelaut yang tangguh, perahu terbalik tak bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sampai ke tempatnya berlabuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kehidupan perkawinan kadang harus menghadapi benturan keras.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Terkadang benturan keras itu bernama keadaan, contohnya kesulitan ekonomi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang menghimpit. Terkadang benturan keras itu bernama tekanan sosial,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">misalnya keinginan saudara-saudara dekat atau jauh untuk menentukan warna</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perkawinan kita sesuai dengan apa yang mereka anggap nbaik &#8211;dan bukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menurut syara’. Terkadang benturan keras itu bernama fitnah yang bermacammacam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sumbernya: prasangka yang diperturutkan, keadaan sulit tak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tereleakkan seperti kejadian yang pernah menimpa Ummul Mukmininm</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam peristiwa haditsul ‘ifk, atau malah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersumber dari kesukaan kita membuka keburukan saudara sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">S</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 321</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Adakalanya, benturan keras itu juga berasal dari tuntutan-tuntutan kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada teman hidup kita. Ini misalnya dalam kasus tuntutan istri-istri Nabi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">agar Nabi shallallahu ‘alaihi wassalaam memberi tambahan uang belanja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mereka akhirnya diberi pilihan ; kehidupan akhirat yang kekal ataukah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perceraian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ringkasnya, sangat banyak hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">benturan keras dalam rumah tangga. Sebagian dari sebab-sebab itu memang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak sepatutnya terjadi. Sebagian lagi, hanya Allah Yang Maha Tahu kebaikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dibalik segala ketetapan-Nya. Kita hanya mencoba memahami sebatas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kesanggupan kita. Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang-orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mudah menjatuhkan penilaian atas hukum Allah, sedang ilmu kita sama sekali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">belum lengkap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tulisan di bab ini ingin mengajak Anda untuk melihat bagian yang sering</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kelihatan gelap dengan cara yang lebih adil. Mudah-mudahan saya dapat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memenuhi keinginan saya itu. Mudah-mudahan tulisan ini tidak jatuh ke dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penilaian yang gegabah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebelum menginjak lebih jauh, saya ingin menunjukkan sebuah ilustrasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada Anda tentang masalah konflik dan perceraian dengan peristiwa antara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">‘Abdurrahman bin Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan Atikah, istrinya. Keduanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saling mencintai, sama-sama memiliki kekuatan agama dan sama-sama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mencintai Allah dan Rasul-Nya. Tetapi mereka bercerai ketika Abu Bakar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ash-Shiddiq mengkhawatiri iman mereka jangan-jangan karena kecintaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka pada pasangannya, dapat menyebabkan mereka lalai dalam menetapi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">agama Allah. Kelak mereka rujuk kembali dan menjadi pasangan suami istri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang sangat bahagiasampai ‘Abdurrahman (dalam riwayat lain ‘Abdullah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">syahid dalam sebuah peperangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apa arti ilustrasi peristiwa perceraian ‘Abdurrahman r.a. dengan Atikah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">r.a.? Banyak hal yang dapat menghantarkan seseorang kepada perceraian,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sehingga kita tidak bisa memberi penilaian yang sama atas semua perceraian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ini juga berarti, kita tidak bisa memberi penilaian terhadap kedua pihak secara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sama rata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Persoalan ini sangat penting untuk saya kemukakan karena dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pemahaman tentang masalah ini, kita akan menentukan sikap kita. Perasaan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pandangan dan persepsi kita tentang orang lain dipengaruhi oleh pemahaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita tentang masalah yang menyangkut orang tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada tiga kategori masalah &#8211;menurut saya&#8211;yang dapat membawa rumah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tangga kepada konflik, terpendam maupun terbuka. Masing-masing masalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dapat membawa pada keretakan rumah tangga, perceraian atau bahkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehancuran yang lebih parah dari semua itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Secara sederhana, mari kita lihat masing-masing kategori masalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tersebut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 322</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perbedaan dalam Perkara yang Wadag</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Suami istri yang secara psikis belum matang, mudah terpengaruh oleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perbedaan-perbedaan yang sangat wadag (sangat-sangat permukaan). Mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">cepat sekali mereaksi karena perbedaan selera makanan, perbedaan cara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menghidangkan ataupun perbedaan perilaku ketika makan. Mereka bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengalami konflik &#8211;terbuka maupun tertutup&#8211; hanya gara-gara persoalan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">semacam ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebelum berbicara lebih jauh, rasanya lebih baik kita lihat sekilas apa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang dimaksud konflik tertutup dan konflik terbuka. Konflik tertutup artinya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suami istri merasakan kekecewaan yang mendalam atau kemarahan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berkelanjutan dalam rentang waktu yang cukup lama, tetapi tidak dinyatakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">secara terbuka. Mereka tidak mendialogkan, juga tidak mengungkapkannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam bentuk kemarahan. Hanya, mereka “bertengkar” dalam hati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Konflik terbuka berarti, masing-masing melontarkan kekecewaannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atau kemarahannya secara frontal kepada pasangannya dan masing-masing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak bisa saling menerima. Ini menyebabkan mereka melakukan pertengkaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dan setiap pertengkaran yang tidak diikuti islah dapat menyebabkan mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merasakan kekecewaan dan kemarahan yang semakin kuat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perbedaan wadag yang menjadi penyebab konflik ini, bisa jadi berupa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">soal selera bentuk rumah atau bahkan sekedar warnanya saja. Bisa jadi konflik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">muncul karena perbedaan cara menyajikan makanan atau perbedaan rangkaian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">makanan yang disajikan ketika acara makan malam. Bahkan bisa jadi konflik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terbuka bersumber dari perbedaan kesukaan terhadap warna pakaian istri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kadang perbedaan yang remeh temeh itu bisa menyebabkan konflik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terbuka. Tetapi, sejarah keruntuhan rumah tangga ternyata masih saja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyimpan catatan bahwa perbedaan-perbedaan yang sungguh-sungguh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">wadag sanggup untuk menghancurkan bangunan rumah tangga. Ironisnya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang membuat warna rumah tangga menjadi kelam kadang bukan suami dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">istri, tetapi saudara-saudara dari suami atau istri. Keadaan ini kadang muncul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan menjadi masalahyang meluas karna mereka tidak berkesempatan untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">belajar berumah tangga secara alamiah dan wajar, misalnya karena mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">belum hidup di rumah sendiri. Lebih jauh tentang masalah ini bisa Anda baca</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pada bab Tinggal Dimana Setelah Menikah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kesulitan menemukan tempat tinggal sendiri bisa disebabkan oleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">banyak hal. Bisa karena “ketidaklayakan” tempat tinggal baru yang akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ditempati, baik menurut suami dan istri maupun oleh orang-orang berpengaruh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam keluarga. Bisa juga karena ketidakmampuan memperoleh biaya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pengadaan tempat tinggal sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Yang menyebabkan orang peka terhadap persoalan-persoalan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sangat wadag (permukaan, hal-hal yang tidak prinsipil) dan merasa sangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kesal dengan perbedaan itu, bisa bermacam-macam. Orientasi dangkal dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 323</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersifat jangka pendek saja. Orang yang biasa berpikir sampai besok pagi,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maka perhatiannya hanya sampai pada hari ini. Ia tidak berpikir lebih jauh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tentang apa yang tampaknya kurang baik di hari ini, tetapi membawa kebaikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk masa lima tahun ke depan. Ia tidak berpikir tentang hal-hal yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendasar dalam hidup ini untuk kehidupan yang sebenarnya kelak setelah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita mudah sekali mengikuti trend antara lain karena orientasi kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masih dangkal. Kita mengukur kebermaknaan kita sebagai manusia dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seberapa jauh kita mampu mengikuti apa yang lagi menjadi pusat perhatian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masyarakat dan selera masyarakat sambil melupakan bahwa di balik trend ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">peletak trend (trend setter). Trend setter boleh jadi orang yang secara khusus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bekerja untuk merancang bangkitnya trend, boleh jadi tidak bekerja secara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">khusus untuk menciptakan trend, tetapi ia menjadi rujukan bagi orang-orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang mengikutinya. Perancang trend profesional bekerja untuk menciptakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kebutuhan pada masyarakat yang tidak butuh, sehingga produk-produk baru</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang tidak penting akan dicari-cari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pembicaraan tentang trend kita hentikan dulu sejenak. Kita masuki lagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pembicaraan tentang hal yang menyebabkan kita peka (dan mudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tersinggung) terhadap persoalan-persoalan yang sangat wadag. Dan inilah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">salah satu penyebab itu : kebiasaan menggunjing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kebiasaan menggunjing juga ikut berperan menjadikan kita lebih peka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terhadap perbedaan selera warna rumah misalnya, atau perbedaan dalam halhal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lain sesuai dengan tema gunjingan yang sering kita lakukan.lebih jauh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tentang masalah ini, silakan baca kembali bab Keasyikan Yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menghancurkan Keluarga, khususnya sub judul “sibuk” Menepis Penilaian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sikap Terhadap Hidup &amp; Teman Hidup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Suatu ketika istri Anda ingin membuat kejutan yang menyenangkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda. Saat itu, orang bilang ulang tahun Anda. Ia buat puding yang agak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mewah dibanding biasanya tanpa sepengetahuan Anda. Sekali lagi, ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dilakukan istri Anda karena karena ingin membuat kejutan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyenangkan Anda. Nanti, ia akan menghidangkan puding istimewa itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada Anda begitu pulang kerja. Dan ia akan bahagia manakala melihat Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berseri-seri, apalagi kalau mau mengucapkan terima kasih dan sedikit pujian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">buat istri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tetapi ketika datang dan memperoleh sambutan semacam itu, Anda justru</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak bahagia. Anda sedih. Bukankah ulang tahun berarti kepergian seseorang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ke alam kubur semakin dekat? Mengapa kematian yang mendekat sebelum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kematian itu datang disambut bahagia oleh orang lain?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 324</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tak hanya itu. Anda bahkan marah. Ulang tahun, menurut Anda, hanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penghambur-hamburan uang untuk sesuatu yang tidak perlu. Ulang tahun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hanya membuat orang untuk cenderung kepada dunia yang sebentar dan tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendorong untuk mempersiapkan mati. Padahal meninggalkan kecintaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terhadap dunia dan membangkitkan kecintaan terhadap kehidupan sesudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mati, alangkah sulitnya. Mengapa harus dipersulit lagi dengan pesta-pesta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ulang tahun?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Alhasil, istriAnda kecewa. Sangat-sangat kecewa (kecuali jika istri anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seperti Fathimatuz Zahra yang segera istighfar begitu Rasulullah tidak jadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masuk ke rumahnya karena melihat ada kelambu terpasang). Menurut istri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda, tidak seharusnya Anda bersikap demikian. Mestinya Anda bisa sedikit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">toleran. Toh, kita dianjurkan bersyukur. Pesta ulang tahun itu sebagai bentuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">syukur. Sementara Anda tetap tidak bisa menerima. Sikap istri sangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berlebihan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Peristiwa ini akhirnya membuat istri Anda tak acuh terhadap Anda. Ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kurang memperhatikan urusan taba’ul (pelayanan) suami. Apa gunanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersikap penuh perhatian kepada suami macam itu kalu dia tidak bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berterima kasih ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalau ini terjadi, maka pintu konflik telah terbuka. Jika terus berlangsung,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">konflik yang benar-benar terbuka bisa meledak. Suami istri melakukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pertengkaran atas sebab puding ulang tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pertengkaran yang terjadi karena perbedaan sikap terhadap ulang tahun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ini, sangat mungkin meledak karena tidak adanya tabayyun (saling memberi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan meminta penjelasan) secara lapang dada. Karena tidak ada tabayyun,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masing-masing berjalan dengan anggapan dan prasangkanya sendiri-sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Keduanya tidak saling meluruskan kekeliruan, tetapi saling menyalahkan. Dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang cenderung tidak mau disalahkan, meskipun mereka suka kalau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diingatkan terhadap kesalahannya (lebih lanjut silakan baca kembali bab</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Keasyikan Yang Menghancurkan Keluarga sub judul Menyalahkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pasangan dan Saling Menyalahkan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selanjutnya, sikap tidak mau melakukan tabayyun ini membuat masingmasing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak mampu memperbaiki hubungan. Mereka tidak menemukan titik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">temu dan saling menyadari kekhilafan untuk kemudian menemukan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terbaik. Dalam bahasa agama mereka tidak bisa melakukan ishlah (perbaikan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Melakukan ishlah tidak berarti suami istri mengkompromikan apa pun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang dianggap tidak sesuai, asal keharmonisan hubungan keduanya bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terjaga dengan baik. Tidak. Tidak demikian. Lebih-lebih kalau ketidaksesuaian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sikap itu menyangkut hal-hal yang menyangkut keyakinan tentang benar dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">salah. Akan tetapi, keduanya menmukan titik perdamaian ketika harus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengoreksi perilaku yang salah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 325</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi, kalau perayaan ulang tahun tidak bisa diterima misalnya, maka sikap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ini bisa dipahami dan diterapkan dalam rumah tangga mereka tanpa harus ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perpecahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Masalah sikap ini sering menyebabkan konflik dalam rumah tangga,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terutama ketika mereka berdua tidak biasa berdialog untuk tabayyun. Masalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ini juga sering menyebabkan terjadinya pertengkaran dan bahkan perceraian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perbedaan Prinsip Keimanan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Iman kita kadang naik, kadang turun. Kita kadang sangat bersemangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melaksanakan sebagian ketentuan agama, termasuk perkara-perkara sunnah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetapi kadang untuk melaksanakan yang wajib agak enggan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penghayatan iman kita juga tidak tetap. Setiap saat sangat mungkin untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengalami perubahan; baik karena membaca, mendengar pengajian,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merenungkan kejadian-kejadian setiap saat, atau mengikuti serangkaian kursus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ilmu-ilmu keislaman secara berkesinambungan. Peristiwa-peristiwa khusus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">juga bisa mengubah penghayatan iman kita secara mencolok. Orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebelumnya tidak peduli terhadap kesengsaraan orang lain, bisa berubah sama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekali karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat itu tidak ada yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menolongnya sama sekali sampai akhirnya seorang pengemis melihatnya dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memberikan pertolongan. Ini mengubah sikapnya secara total, sehingga setiap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saat ia memikirkan orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perubahan naik turunnya iman atau perubahan dalam menghayati iman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada Allah, kadang tidak terjadi secara bersamaan dan seimbang antara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suami istri. Perbedaan ini bisa memunculkan konflik. Lebih-lebih pada orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang baru mengalami penyadaran, biasanya sangat peka terhadap kesalahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang lain dan cenderung mudah bersikap reaktif. Begitu ada kesalahan, dia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">segera menanggapi &#8211;repotnya kadang tidak bijak caranya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika orang bersikap reaktif dan sangat peka terhadap kesalahan orang,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maka ia kurang bisa menerima bahwa setiap orang memiliki tahap-tahap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sendiri. Ia lupa bahwa hidayah Allah tidak datang pada waktu yang bersamaan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">serentak dan sama kadarnya untuk semua orang. Ia lupa bahwa kesadaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tentang apa yang harus dikerjakan oleh hamba Allah, tidak semata-mata dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pengetahuan dan ilmu, tetapi hidayah Allah-lah yang lebih menentukan. Ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lupa itu sehingga cenderung tidak sabar menasehati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Situasi semacam ini bisa muncul manakala seseorang memperoleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kejutan pemahaman dari murabi yang sebenarnya belum mengerti tentang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">muridnya; belum paham soal tahap-tahap , soal akal binaannya, dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seterusnya. Bahkan adakalanya, pengetahuan tentang al-mad’uw (orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">didakwahi) tidak dianggap penting. Semua orang disamaratakan. Ibarat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menghadapi orang banyak dengan gangguan jiwa yang bermacam-macam,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">semua diberi anti-depressant. Kalau sebagian besar mengalami depresi, maka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 326</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">resep itu masih lumayan hasilnya. Tetapi kalau yang mengalami depresi hanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">satu orang, sementara sebagian besar mengalami gangguan jiwa dengan ciriciri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang justru berkebalikan dengan depresi, resep itu justru membawa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keburukan bagi orang-orang yang kita hadapi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Situasi semacam itu juga bisa muncul dari kegiatanyang memberi kejutan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">besardengan mencecar mereka tentang dosa-dosa, sementara tidak ada syaikh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang mampu membimbing dan mengawasi keadaan ruhani peserta. Ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadikan mereka mengalami perubahan yang total tanpa kesiapan dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keseimbangan. Mereka secara psikis masih labil. Mereka masih dalam suasana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terkejut tanpa ada yang membimbing tentang bagaimana menghadapi keadaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dirinya, sehingga akhirnya mereka bersikap kaku dan keras. Begitu kaku dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kerasnya, sampai akhirnya mereka harus berpisah atau bahkan memusuhi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang tua disebabkan oleh perkara-perkara yang tidak wajib.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebagian orang memandang sikap semacam ini sebagai militansi. Tetapi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sesungguhnya sangat berbeda antara militansidengan kekakuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Konflik terbuka juga bisa muncul bukan karena salah satunya mengalami</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perubahan secara mencolok tanpa diimbangi oleh yang lain. Konflik bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">muncul karena sejak mula memang ada perbedaan mendasar dalam memahami</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan meyakini soal-soal aqidah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada juga konflik yang berkenaan dengan perbedaan prinsip</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keimanan,tetapi berangkat dari masalah sikap, keras kepala misalnya.ia tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mau diingatkan tentang persoalan-persoalan yang telah jelas-jelas dipesankan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam As-Sunnah, hanya karena ia mendengar informasi yang mirip dengan itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagai paham yang salah. Misalnya tentang kewajiban mencintai ahl-bayt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Karena selama ini mencintai ahl-bayt selalu dikaitkan dengan tasyayyu’</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(menjadi Syiah), maka begitu ada yang mengingatkan agar kita mencintai ahlbayt,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">serta merta ia dituding sebagai pengikut Syiah. Padahal mencintai ahlbayt</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">wajib atas setiap orang yang mengikuti jalan ahl-sunnah, sebagaimana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">banyak disebutkan dalam berbagai hadis. Di antaranya itu ada hadis-hadis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang kedudukannya sangat kuat, sehinga tidak ada keraguan di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bukhari dan Muslim termasuk perawi yang pernah meriwayatkan hadis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tentang ahl-bayt. Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“KUTINGGALKAN kepada kalian dua peninggalanku: kitabullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagai tali yang terentang antara langit dan bumi, dan keturunanku ahlul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">baytku. Sesungguhnya keduanya tidak akan berpisah hingga kembali kepadaku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">di al-Haudh (surga).” (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad ibn Hanbal dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hadis Zaid bin Tsabit dan dari dua shahih Bukhari-Muslim).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Akhirnya saya harus mohon maaf bahwa ketiga sub judul di atas belum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dibahas dengan tuntas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 327</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">KETIKA KEMELUT ITU TERJADI</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perbedaan-perbedaan itu akhirnya bisa benar-benar menjadi konflik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terbuka. Jika ini terjadi, suami istri perlu menghadapinya dengan sikap yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tepat. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dan mudah-mudahan Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">selalu menolong kita dalam perkara ini, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sabar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saat konflik merebak, maka yang dibutuhkan adalah kesabaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kesabaran meliputi kerelaan menerima, ketahanan menghadapi dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kemampuan menahan diri dari melakukan sesuatu yang mampu ia lakukan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetapi jika dikerjakan tidak banyak mendatangkan kemaslahatan. Lebih banyak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mudharat daripada maslahat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika Anda bersabar dari kezaliman orang lain, bukan berarti Anda tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mampu melakukan pembalasan. Tetapi Anda tidak mau melakukannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">disebabkan Anda masih menunggu kalau-kalau ia akan menjadi baik dan dapat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi saudara dalam naungan Islam. Jika Anda bersabar dalam menasehati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seseorang yang keras kepala, bukan berarti Anda tidak bisa membentak dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berkata dengan sangat keras kepadanya. Akan tetapi Anda mengharap ridha</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dari Allah dengan meneladani perintah Allah kepada Musa ‘alaihi salam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketika mengingatkan Fir’aun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sabar tidak sama dengan ketidakberdayaan&#8211;sebagaimana dipahami oleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagian orang. Sabar juga bukan kejumudan, sehingga kita hanya terdiam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak melakukan apa-apa. Tetapi sabar lebih condong kepada kemampuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengendalikan diri untuk tidak mengambil tindakan sebelum tepat saatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tetapi sabar lebih cenderung kepada usaha untuk menjaga kejernihan pikiran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan kebersihan hati sehingga tidak mengambil tindakan secara tergesa-gesa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lalu apa persisnya tentang pengertian sabar? Bukan bagian saya untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membahas. Telah ada buku-buku yang sangat bagus membahas masalah sabar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ini. Ulama-ulama kita yang insya-Allah bersih dan jernih hatinya telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menuangkan tintanya untuk menerangkan kepada kita tentang sabar. Kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merekalah Anda perlu merujuk, apa definisi (ta’rif) sabar yang benar. Di buku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ini saya belum berani memberi kesimpulan tentang apa itu sabar. Saya hanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ingin memberi berbagai ilustrasi tentang sabar ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sabar juga memuat ketahanan untuk menunggu saat yang baik karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersama kesulitan ada kemudahan, serta menjaga harapan kepada Allah karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pada titik tertentu, sabar dalam perkara nikah juga bisa berarti keikhlasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk bercerai dengancara yang baik dan demi mencapai kebaikan tertinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebagaimana Allah tidak menyukai kekerasan dan penganiayaan, tetapi pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saatnya berperang merupakan bentuk kesabaran yang paling tinggi nilainya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 328</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sehingga kematian dalam berperang di jalan-Nyaberarti jaminan surga tanpa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hisab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sabar juga bearti Anda rela diamputasi yang memotong kaki kanan Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketika tak ada pilihan yang lebih baik daripada memotong kaki; ketika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mempertahankan kaki justru akan merusak bagian-bagian tubuh yang lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penting dan membahayakan jiwa Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika dulu Anda mengikhlaskan kaki Anda sakit termasuk sabar; maka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekarang merelakan kaki sakit tanpa mengizinkannya dipotong boleh jadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sudah keluar dari batas kesabaran. Anda boleh jadi sudah termasuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menganiaya diri sendiri. Anda menzalimi diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Wallahu A’lam bishawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Gambaran-gambaran tentang sabar ini perlu saya kemukakan di sini agar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dapat merangsang Anda untuk memahami sabar dengan lebih baik. Saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sendiri masih berusaha untuk memahami sabar dengan lebih tepat. Hal ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena kita sering sekali berbicara tentang sabar tanpa penjelasan, sehingga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita seakan-akan sudah mengerti semua apa makna sabar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekali lagi, pengertian yang lebih lanjut bukan bagian buku ini utuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membahas. Saya kira, itu saja dulu pembahasan kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dialog</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dialog suami istri dimaksudkan untuk mengikis hambatan-hambatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">psikis. Kadang masalah muncul bukan karena tidak ada kecocokan di kedua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">belah pihak, melainkan karena sangat kurangnya kesempatan bagi keduanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk saling berbincang dari hati ke hati. Boleh jadi, hanya dengan dialog atau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekedar obroloan ringan, konflik-konflik yangkelihatan sulit untuk dipecahkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dapat mencair sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dialog juga dimaksudkan untuk tabayyun atau saling memperoleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kejelasan. Tabayyun dilaksanakan untuk meluruskan informasi yang kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terima atau untuk meluruskan persepsi kita mengenai informasi yang kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengar. Kadang kita kesal, dongkol dan marah kepada seseorang ketika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendengar informasi tentang dia. Padahal setelah melakukan tabayyun, kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menangis karena persepsi sama sekali terbalik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Melalui tabayyun kita melakukan perbaikan hubungan. Kita membangun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kembali bagian-bagian yang retak, memaafkan kesalahan-kesalahan teman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hidup kita dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri, mau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menerima bahwa untuk melakukan perbaikan perlu proses dan waktu, serta tak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bosan mengingatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Melalui tabayyun (saling meminta penjelasan) kita melakukan ishlah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(perbaikan untuk mengakurkan kembali). Selagi hati masih bisa terbuka dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tak ada luka yang terlalu parah untuk disembuhkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 329</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mencari Penengah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika konflik sudah tak bisa diatasi dengan dialog &#8211;mungkin karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keduanya sudah tidak bisa berdialog meskipun mereka merasa berdialog&#8211;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sementara keadaan semakin kritis dan pertengkaran semakin runcing, maka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehadiran penengah yang adil sudah diperlukan. Kita mengambil penengah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dari keluarga kita. Merekalah yang akan bertindak sebagai hakim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah Swt. berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Apabila kamu khawatir kesulitan di antara keduanya, maka utuslah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seorang hakim dari keluarganya apabila keduanya menghendaki perdamaian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan kebaikan, maka Allah akan mndamaikan di antara keduanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sesungguhnya Allah Maha Tahu dan Maha Mengetahui.” (QS. An-Nisa’: 35).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi, masing-masing mengambil penengah yang bisa diterima, penengah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang adil dan mengerti tentang keduanya serta berdiri di tengah-tengah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Artinya, dia netral dan tidak cenderung membela salah satu pihak, padahal ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">belum mengetahui permasalahan diantara keduanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengenai penengah ini, ‘Abdul Hamid Kisyik berkata, “penyelesaian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akhir yang masih dapat ditempuh adalah dengan cara mendatangkan waliyul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">amri atau orang tua keduanya. Sebab, mereka inilah yang mengetahui perkara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan dapat mencari jalan pemecahannya dengan mengirim hakim (penengah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dari keluarga suami dan hakim dari keluarga istri agar mereka mempelajari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">konflik yang terjadi, kemudian mendamaikan keadaan bila memungkinkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagi keduanya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi, tugas saudara-saudara dan orang tua suami maupun istri bukanlah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk mendukung sikap saudara atau anaknya, apalagi justru memberi nilai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rapor yang jelek bagi ipar atau menantunya. Tugas mereka adalah menjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penenang, orang yang memahami,dan syukur-syukur bisa menjadi hakim yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">adil dan mengerti apa yang terbaik untuk kebaikan yang lebih tinggi yang lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tinggi bagi rumah tangga saudara dan iparnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika ipar atau mertua lebih banyak memberi nilai rapor yang merah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">daripada menasehati dengan penuh cinta kasih dan kelembutan, maka konflik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akan semakin memanas. Konflik ini bisa berkembang menjadi “ganjalan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perasaan” antara dua keluarga besar, yaitu keluarga besar suami berikut sanak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kerabatnya dengan keluarga besar istri berikut sanak kerabatnya. Boleh jadi,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akhirnya tidak sekedar “ganjalan perasaan” yang ada diantara mereka. Dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang saya rasa sangat ironis adalah kalau sikap ipar beserta mertua inilah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">justru yang menjadi penyebab munculnya konflik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ini bukan berarti saudara tidak boleh menilai iparnya dan orang tua tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">boleh mengoreksi istri anaknya. Tidak demikian. Apalagi jika menyangkut halhal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang sangat prinsipil dan tidak bisa ditawar-tawar secara syar’i. tetapi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tugas mereka adalah membatasi komentar negatif untuk hal-hal yang tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">begitu penting, terutama untuk hal-hal yang tidak menjadi kewajiban ipar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 330</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Wallahu A’lam bishawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Konflik dan Perceraian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pada akhirnya, jika dialog sudah tak bisa memberi kebaikan lagi dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">datangnya penengah tak membawa perdamaian, sementara konflik semakin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meruncing, maka konflik bisa berakhir dengan perceraian sebagai bentuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kesabaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika sudah tak ada jalan untuk memperbaiki suasana perkawinan sehingga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">justru membahayakan kondisi jiwa anak, maka perceraian boleh jadi sama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seperti amputasi kaki yang membusuk. Jika dibiarkan akan merusak organorgan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang lebih penting dan keselamatan jiwa, sementara itu jika dipotong</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tubuh kita akan pincang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Alhasil, perceraian bisa menjadi jalan terbaik yang mendatangkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kemaslahatan duania dan akhirat, kecuali jika kita tidak berhati-hati dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melangkah memasuki hari-hari berikutnya, ketika kaki sudah tinggal satu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Inilah salah satu hikmah di balik pembolehan cerai dalam Islam. Inilah salah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">satu “rahasia” mengapa perceraian menjadi jalan yang Islami.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perceraian Para Sahabat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Akhirnya, ada baiknya kita menengok peristiwa-peristiwa perceraian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sahabat Nabi yang mulia radhiyallahu ‘anhum. Salah satunya dalah perceraian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penuh barakah antara Zaid bin Tsabit dan Zainab; perceraian yang oleh Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diabadikan dalam Al Qur’an, kitab pegangan kaum Muslim sampai akhir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">zaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Wallahu A’lam bishawab. Hanya Allah saja yang tahu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengenai perceraian Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu dan Zainab</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">radhiyallahu ‘anha, Allama Muhammad Zakariyya berkata, “Ummul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mukminin Zainab (r.a.) adalah seupu Rasulullah (Saw.). beliau telah memeluk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Islam sejak awal kemunculannya. Pada mulanya beliau telah dikawinkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan Zaid yang menjadi seorang hamba yang telah dimerdekakan dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi anak angkat Rasulullah (Saw.). Beliau kemudian dikenal sebagai Zaid</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bin Muhammad. Zaid tidak dapat menyesuaikan diri dengan Zainab dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akhirnya menceraikan Zainab.1</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sahabat Nabi yang juga pernah melakukan pereraian adalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">‘Abdurrahman (dalam riwayat lain ‘Abdullah) r.a. putera Abu Bakar Ash-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Shiddiq r.a. dengan Atikah radhiyallahu ‘anha. Sampai saat bercerai,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keduanya tidak pernah ceksok. Keduanya saling mencintai. Bahkan karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">begitu kuatnya rasa cinta di antara mereka berdua, sampai Abu Bakar Ash-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Shiddiq khawatir kalau kecintaan itu akan mengalahkan kecintaan mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 331</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah sebabnya Abu Bakar menyuruh anaknya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">‘Abdurrahman, untuk menceraikan istrinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Di kemudian hari, mereka rujuk. Mereka bangun kembali rumah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tangganya bersama-sama, sampai saat ‘Abdurrahman menemui syahidnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kisah perceraian ‘Abdurrahman ibn Abu Bakar dengan ‘Atikah ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memberi contoh yang unik tentang alasan bercerai. Perpisahan bukan karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saling membenci, melainkan justru karena kuatnya rasa cinta sehingga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dikhawatiri mengalahkan rasa cinta kepada Allah dan Rasulnya. Saya tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tahu, apakah ada orang-orang sesudah mereka yang bercerai demi menjaga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Yang kita dengar kadang orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menceraikan Allah dan Rasul-Nya demi menjaga kecintaan kepada istri atau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suaminya (Na’udzubillahi min dzalik. Mudah-mudahan kita tidak termasuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang demikian.).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dari kisah perceraian ‘Abdurrahman dan Atikah, kita beralih ke cucu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa ‘alaa alihi wa sallam, Al-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hassan r.a.. Sebelum bererita lebih lanjut, saya perlu mengingatkan bahwa ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perselisihan di antara para ulama tentang sikap Al-Hassan r.a. terhadap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perceraian. Sebagian ulama percaya bahwa Al-Hassan sering melakukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kawin-cerai, sedangkan sebagian lainnya menolak dengan tegas dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menunjukkan bahwa berita itu merupakan rekayasa busuk untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendiskreditkan Al-Hassan radhiyalahu ‘anhu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mana pendapat yang paling kuat? Wallahu A’lam bishawab. Tetapi saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melihat &#8211;sejauh kemampuan mata wadag saya melihat&#8211; para ulama yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">percaya bahwa Al-Hassan sering melakukan kawin-cerai sungguh menaruh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kecintaan yang tulus. Mereka melihat keagungan Al-Hassan dalam perkara ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sambil berusaha memahami dengan adil. Mereka tidak melecehkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehormatan cucu Rasulullah yang termasuk salah satu pemuka surga, kelak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">setelah Hari Kiamat tiba. Di antara ulama yang percaya, ada yang termasuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pencinta ahl-bayt yang gigih mengajak umat untuk mematuhi Rasulullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saww. Dengan mencintai ahl-bayt beliau. H.M.H. Al-Hamid Al-Husaini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">adalah salah satu contohnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Para ulama yang percaya menjelaskan bahwa, seringnya kawin-cerai yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dilakukan oleh Al-Hassan radhiyallahu ‘anhu didasarkan pada alasan untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mempertahankan keturunan. Pada waktu itu, keturunan Rasulullah Saww.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sangat terancam keselamatan hidupnya dan kelangsungan generasinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sementara itu, untuk memperbanyak keturunan dibatasi oleh ketentuan jumlah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maksimal istri yang boleh dinikahi, yakni empat orang. Sedangkan usia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rasanya sudah tak lama lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selain itu, para wanita ikhlas kalau nanti harus bercerai karena ynag</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka cari adalah pertalian hubungan keluarga yang bersambung ke</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Raulullah melalui anak yang dilahirkannya. Pada hari kiamat nanti, semua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hubungan pertalian darah akan putus kecuali hubungan pertalian darah dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 332</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Disebabkan oleh keinginan untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memiliki hubungan pertalian darah dengan Rasulullah inilah, pernah Umar bin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Khatthab mendesak Sayyidina ‘Ali agar dinikahkan dengan putrinya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meskipun ketika itu Ummi Kultsum &#8211;putri Imam ‘Ali&#8211; masih belum cukup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">umur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kelak, kita mendengar berita sedih. Al-Hassan meninggal karena diracun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sepeninggalnya, keturunannya dari istri-istrinya nyaris tanpa sisa terbunuh saat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membela Al-Husain pada peristiwa pembantaian di tanah duka (Karbala).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mereka menjadi syuhada’ yang darahnya harum oleh kemuliaan. Tak lama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kemudian, Al-Husain pun menyusul para kemenakannya. Ia menjadi syahid</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketika kepalanya dipenggal. Ia menjadi mulia di hadapan Alah ketika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">wajahnya dihinakan oleh manusia dan giginya diketuk-ketuk dengan ujung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pedang. Ia menjadi pahlawan yang tetap hidup di hati kaum mukminin, meski</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jasadnya sudah terkubur lama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Wallahu A’lam bishawab</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Yang Harus Dijaga Ketika Bercerai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekarang ketika engkau terpaksa mengambil jalan perceraian,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perhatikanlah urusan-urusan yang menjadi kewajibanmu saat ini dan sesudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bercerai. Juga, jangan engkau lupakan persoalan-persoalan penting yang akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kusebutkan di bawah ini. Perhatikan dengan seksama dan jangan keliru</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membacanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perhatikan masalah-masalah ini agar engkau tidak jatuh kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kezaliman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jangan Rusak Kehormatannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Yang sering membawa kerusakan pada hubungan silaturahmi antara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keluarga mantan suami dan keluarga mantan istri bukanlah perceraian itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sendiri, melainkan sikap mengkambinghitamkan orang lain atas kejadian yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebenarnya dihalalkan Allah. Keduanya saling menyalahkan &#8211;termasuk di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">depan anak&#8211; demi menjaga nilai dirinya di depan orang lain, termasuk anakanak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bahkan, kadang sebagian mengeluarkan perkataan-perkataan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merusak kehormatan mantan istrinya dengan ghibah, buhtan, atau caci-maki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(meskipun disampaikan dengan katakalimat yang lembut).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Aku ingatkan kepadamu. Begitu engkau menceraikannya, maka ia bukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lagi istrimu. Karena itu, apa urusanmu sehingga engkau sibuk memberitahukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada orang lain hal-hal yang tidak engkau sukai pada dirinya? Mengapa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">engkau sibuk mengurusi orang lain yang bukan istrimu, sedangkan engkau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak hendak menolong dan tidak pula mengangkat martabatnya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 333</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Aku ingatkan kepadamu, jangan engkau hancurkan kepercayaan anakmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepadamu, kepada manusia, dan kepada dirinya sendiri dengan kesukaanmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membicarakan keburukan mantan istrimu, sedangkan engkau tidak hendak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuat perbaikan dengan perkataanmu itu. Jangan engkau sakiti hati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anakmu dengan merendahkan ibu yang merawatnya, sedangkan engkau tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pernah memeluknya dan mengusap airmatanya yang telah mengering</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">semenjak lama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jangan KaurampasRezeki anakmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Setelah bercerai, ayah tetap memiliki kewajiban utuk memberi makan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada anak-anaknya. Jika anak-anak tu menangis karena tak menemukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">makanan yang dapat mengenyangkan sekalipun butir-butir nasi yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengering, sementara dia asyik menikmati kue-kue dan minuman hangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersama anak-anaknya yang lain, maka dalam setiap tetes airmata anaknya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang kelaparan ada dosa yang akan diperhitungkan oleh Allah kelak si yaumil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hisab. Jika anak-aak itu merintih karena perutnya sangat perih disebabkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seharian tak menerima sesuap nasi, sementara bapaknya harus berbaring</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena kekenyangan, maka pada setiap tarikan nafas ada dosa yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">aiperhitungkan sebelum anak itu bisa tertawa kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Maka aku ingatkan kepadamu, jangan kaurampas harta anakmu yang ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">padamu. Jangan engkau renggut sesuap nasi yang hampir masuk ke mulut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anakmu dengan tidak mempedulikan kewajibanmu. Bukankah Allah telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melapangkan rezekimu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sesungguhnya , apa yang menjadi kewajibanmu atas perutnya yang lapar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">telah jelas. Dan sesudah terang apa-apa yang menjadi kewajibanmu, janganlah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">engkau menyamarkannya dengan mencari-cari alasan yang sesungguhnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak akan mengubah malam menjadi siang dan tidak akan mengubah siang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi malam!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ke Mana Engkau Pergi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anak-anakmu mencari kasih sayangmu….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ke mana saja engkau pergi? Tidakkah engkau lihat anak-anakmu sedang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kelaparan terhadap kasih-sayangmu? Tidakkah engkau lihat anak-ankmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehausan menunggu usapan kasih-sayangmu? Ke mana engkau pergi…!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ke mana saja engkau pergi? Tengoklah sebentar anakmu itu. Ajak ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bercanda meski hanya sebentar. Tidakkah engkau dengar ia memanggilmanggilmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ke sana ke mari mencari kasih sayangmu? Tidakkah engkau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengar ia merindukan perhatian dan usapan yang tulus darimu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ke mana engkau pergi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 334</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Berhentilah engkau melangkah meninggalkan dia. Berhentilah sejenak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tengoklah wajahnya yang telah kuyu dan lihatlah bhahwa ia tetap anakmu. Itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berarti, masih wajib bagimu untuk menyayanginya. Itu berarti, masih wajib</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagimu untuk memberi pengakuan kepadanya dan menguatkan hatinya. Itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berarti, engkau masih perlu mendoakannya, jangan-jangan dalam pemenuhann</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hak anak itulah syafa’at untuk hari akhirmu berada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ke mana engkau pergi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apakah akan engkau samakan perceraian orang-orang yang tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengenal agama dengan orang-orang yang telah memahami agamanya&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">apakah engkau akan mempersamakan diri dengan orang-orang yang hatinya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tak pernah tersentuh oleh hidayah, sehingga engkau mengabaikan hak-hak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anakmu yang telah berpisah darimu, sedangkan perpisahan itu terjadi bukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena kesalahannya? Apakah engkau akan berkilah lagi sedangkan telah jelas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">apa yang wajib atasmu dan apa yang tidak?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ke mana engkau akan pergi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Catatan Kaki:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1. Allama Mohammad Zakariyya D.B., Asli Fadhilat Dzikir (Fadhaela-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dzikir), Fazal Mohammed Bros., Penang-Malaysia, tanpa tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Memendam Rindu, Darul Falah, Jakarta, 1417.</span></p>
<br />Posted in kumpulan buku-buku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhanassyahid.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhanassyahid.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhanassyahid.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhanassyahid.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhanassyahid.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhanassyahid.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhanassyahid.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhanassyahid.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhanassyahid.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhanassyahid.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhanassyahid.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhanassyahid.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhanassyahid.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhanassyahid.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=135&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">yusuf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kupinang Dengan Hamdalah bab 17</title>
		<link>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-17/</link>
		<comments>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-17/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 11:27:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farhanassyahid</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan buku-buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhanassyahid.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Kado Pernikahan 284 Bab 18 Keasyikan yang Menghancurkan Keluarga “Wahai orang yang telah menghancurkan kehormatan orang lain, dan yang memutuskan tali kasih, kau akan hidup penuh kehinaan. Jika engkau orang merdeka dan dari keturunan orang yang baik-baik, pastilah kau tidak akan menodai kehormatan orang lain.” (Imam Syafi’i) etapa seringnya kita menghancurkan keluarga kita sendiri demi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=133&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 284</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bab 18</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Keasyikan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menghancurkan Keluarga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Wahai orang yang telah menghancurkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehormatan orang lain, dan yang memutuskan tali kasih,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kau akan hidup penuh kehinaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika engkau orang merdeka dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dari keturunan orang yang baik-baik,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pastilah kau tidak akan menodai kehormatan orang lain.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(Imam Syafi’i)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">etapa seringnya kita menghancurkan keluarga kita sendiri demi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memperoleh keasyikan-keasyikan kecil. Saat-saat berkumpul yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mestinya bisa digunakan untuk berbicara dari hati ke hati, berubah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi pembicaraan yang menggelapkan hati lantaran kita tidak berhati-hati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pembicaraan yang mestinya bisa saling mengakrabkan antar anggota keluarga dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menguatkan perasaan kasih-sayang, berubah menjadi ajang untuk membuka aib orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Betapa mengasyikkannya ghibah (menggunjing) dan betapa buasnya ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menerkam kita. Betapa besarnya bahaya ghibah dan betapa sulitnya kita menghindari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ia datang mengajak setiap orang, sehingga kita bisa mendengar orang melakukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ghibah saat pengajian, saat ngobrol santai, saat&#8230;, bahkan saat memberikan khotbah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">nikah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">B</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 285</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Di keluarga, menggunjing sering terjadi saat acara-acara santai; saat melepas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lelah di siang hari; saat minum kopi atau teh panas di malam hari; saat kawan lama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">datang bertamu; atau saat suami pulang dengan membawa sedikit “kekecewaan”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena terbentur dengan teman. Kadang acara santai tidak dihabiskan dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggunjing, tetapi digunakan untuk melotot di depan TV yang sebagian beritanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">juga berisi gunjingan terhadap orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hampir setiap kita tidak bisa melepaskan dari perbuatan ghibah (menggunjing),</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kecuali orang-orang yang betul-betul wara’ (sangat menjaga diri) saja. Ia menyerang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">semua lapisan, semua kelas sosial ekonomi, serta segala latar belakang. Kita sering</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendapat kesempatan untuk ghibah di saat sedang “berdakwah”. Kita kadang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan ghibah dengan alasan amar makruf nahi munkar meskipun kita tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pernah mengingatkan orang yang kita gunjing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya teringat dengan ceramah Ustadz Dzikrullahu Akbar (semoga Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memuliakan hidup dan matinya). Beliau pernah bercerita tentang masa’il qalbiyyah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(masalah-masalah hati) sampai akhirnya sampai kepada pembahasan tentang menjaga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">komentar. Ustadz Dzikrullahu Akbar menceritakan seorang ulama yang sangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjaga komentarnya sehingga tidak bisa dipancing-pancing, sampai-sampai seakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lebih baik disembelih daripada membicarakan keburukan orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ustadz Dzikrullahu Akbar sendiri konon adalah orang yang berhati-hati dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masalah ghibah. Pernah seorang aktivis dakwah datang mengadu. Ia menceritakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kawannya begini dan begitu. Semua untuk pengertian yang negatif. Kali ini Ustadz</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dzikrullah diam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Di waktu yang lain, aktivis tersebut datang lagi. Ceritanya masih sama dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebelumnya; tindakan teman lain yang justru membawa dampak yang negatif, dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seterusnya. Semuanya menggambarkan negatifnya orang lain dan positifnya apa yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diperjuangkan, tanpa pernah membicarakan kekurangan-kekurangannya. Kali ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ustadz Dzikrullahu masih tetap diam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Aktivis itu kemudian datang lagi untuk ketiga kali. Ia menceritakan lagi tentang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">temannya di remaja masjid yang menjadi “pengganggu” dakwahnya. Ia bercerita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">panjang lebar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selesai bercerita, Ustadz Dzikrullahu Akbar berkata kepada aktivis tersebut,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Aku ini heran, Mas. Sampeyan sedari dulu hingga sekarang sudah tiga kali bicara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada aku tentang masalah itu. Tapi seingatku, Sampeyan itu tidak pernah mengakui</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bahwa Sampeyan ya pernah berbuat salah kepada orang itu, entah sekali atau dua kali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kok tidak pernah. Cerita Sampeyan itu, yang jelek semua teman Sampeyan. Teman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sampeyan itu jeleeek thok, tidak ada baiknya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Kesimpulanku begini akhirnya,” kata Ustadz Dzikrullahu Akbar, “Sampeyan itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">malaikat atau Nabi. Teman Sampeyan itu setan. Bagaimana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Ah, ya tidak begitu,” kata aktivis dakwah itu menyergah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 286</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Lha cerita Sampeyan begitu-e. Tidak pernah menyebut kebaikannya, jeleek</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">thok. Sementara sikap Sampeyan pada dia, baiiik thok,” kata Ustadz dari Jawa Timur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Cerita Ustadz Dzikrullahu Akbar kita cukupkan sampai di sini dulu. Selanjutnya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya ingin menulis lebih jauh tentang menggunjing, bahayanya bagi kehidupan kita,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya tulis bab ini sebagai peringatan bagi diri saya sendiri, istri saya (perhatikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tulisan ini baik-baik), orangtua saya, saudara-saudara saya, sahabat-sahabat saya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang-orang yang saya cintai, serta kaum muslimin seluruhnya. Semoga Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menolong saya dalam menulis bab ini dan mengampuni dosa-dosa serta kezaliman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya. Semoga Allah memperbaiki mulut-mulut kita yang sering kita kotori ini dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perkataan-perkataan yang membawa maslahat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Astaghfirullahal ‘adzim. Laa ilaaha illa Anta, subhanaKa inni kuntu minadzdzalimin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Banyak di antara kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang merasa tidak menggunjing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketika mereka membicarakan orang lain,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meskipun telah jelas-jelas menggunjing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sudah Termasuk Menggunjing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tak jarang kita sulit diingatkan. Kita tetap saja menggunjing karena yang kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bicarakan memang benar-benar terjadi. Kita merasa tidak menggunjing karena ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">fakta yang membenarkan pembicaraan kita. Padahal larangan menggunjing bukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atas alasan faktual atau tidak, tetapi atas alasan menjaga kehormatan sesama muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Setiap muslim dijaga kehormatannya. Tak seorang pun boleh membuka-buka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kekhilafan orang lain yang disembunyikan, sekalipun yang membuka itu seorang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepala negara. Tak seorang pun boleh mengintip dan memasuki rumah orang lain jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak diizinkan, sekalipun itu rumah rakyat jelata yang miskin dan tak berdaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apalagi jika sampai merampas tanahnya, sekalipun untuk mendirikan bangunanbangunan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang membawa kemaslahatan bagi ummat manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Barangkali kita sulit menemukan contoh yang lebih indah di zaman ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketimbang yang pernah dicontohkan oleh Umar bin Khaththab. Suatu ketika Umar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan ronda malam bersama Abdullah bin Mas’ud. Pada tempat yang terpencil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka melihat kerlipan cahaya. Dari arah yang sama, mereka mendengar sayupsayup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suara orang bernyanyi. Keduanya mengikuti cahaya itu dan sampai di sebelah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rumah. Diam-diam Umar menyelinap masuk. Ia melihat seorang tua sedang duduk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">santai. Di hadapannya ada cawan minuman dan seorang perempuan yang sedang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bernyanyi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 287</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Umar menampakkan dirinya dan menghardik, “Belum pernah aku melihat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pemandangan seburuk yang aku lihat malam ini. Seorang tua yang menanti ajalnya!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hai musuh Allah, apakah kamu mengira Allah akan menutup aibmu padahal kamu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berbuat maksiat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Orang tua itu menjawab, “Janganlah tergesa-gesa, ya Amirul Mukminin. Saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hanya berbuat maksiat satu kali. Anda menentang Allah sampai tiga kali. Tuhan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Janganlah mengintip keburukan orang lain [tajassus].” (Al-Hujuraat 49: 12).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda telah mengintip. Tuhan berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Masuklah ke rumah-rumah dari pintunya.” (Al-Baqarah 2: 189).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda menyelinap masuk. Dan Anda sudah masuk ke sini tanpa izin, padahal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Janganlah kamu masuk ke rumah yang bukan rumahmu sebelum kamu meminta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">izin dan mengucapkan salam kepada orang yang ada di dalamnya.” (An-Nuur 24:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">27).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Umar berkata, “Kamu benar!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ia keluar, menggigit pakaiannya sambil menangis, “Celaka kamu, Umar, jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah tidak mengampunimu. Ada orang yang bersembunyi dari keluarganya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekarang ia akan berkata: Umar mengetahuiku. Kemudian keluarganya menguntitnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selama beberapa waktu, orang tua itu tidak pernah menghadiri majelis Umar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pada suatu hari, ia datang dan duduk di barisan paling belakang; seakan-akan ia mau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersembunyi dari pandangan Umar. Akan tetapi, Umar melihatnya dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memanggilnya. Orang tua itu berdiri dengan penuh kekhawatiran khalifah akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mempermalukannya dengan apa yang pernah dilihatnya. Umar menyuruhnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendekat, “Dekatkan telingamu padaku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ia berbisik kepadanya, “Demi Yang telah mengutus Mu-hammad dengan haq</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagai Rasul! Seorang pun tak akan kuberitahukan apa yang telah kusaksikan pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dirimu. Begitu pula Ibnu Mas’ud yang ada bersamaku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Ya Amirul Mukminin, dekatkan juga telingamu”, kata orang tua itu. Sekarang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dia berbisik, “Begitu pula saya. Demi Yang mengutus Muhammad dengan haq</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagai Rasul, saya tidak pernah kembali pada perbuatan itu sampai aku datang ke</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">majelis ini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mendengar itu, Umar mengucapkan takbir dengan suara keras. Orang-orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang hadir tidak tahu karena apa ia bertakbir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allahu Akbar. Betapa tingginya kehormatan kita dalam masyarakat Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kesalahan yang kita lakukan tidak menjadi alasan untuk menjerumuskan kita dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">aib yang memalukan, sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kesalahan kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetap dijaga kerahasiaannya sehingga memungkinkan kita untuk memperbaiki diri,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 288</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menata hati, dan memperbagus akhlak tanpa terbebani oleh bisik-bisik tetangga dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tatapan curiga orang-orang yang tak percaya bahwa kita bisa baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekali lagi, marilah kita simak kembali salah satu peristiwa yang terjadi pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masa pemerintahan Umar bin Khaththab. Pernah datang seorang laki-laki kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Umar. Ia menceritakan seorang gadis yang pernah berbuat dosa, kemudian bertaubat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika ia dilamar, pamannya ragu-ragu apakah ia harus menceritakan masa lalunya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang buruk. Umar berkata, “Apakah kamu ingin membongkar apa yang telah Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sembunyikan? Demi Allah, jika kamu memberitahukan keadaan dia kepada orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">banyak, aku akan menghukum kamu sebagai pelajaran kepada semua penduduk kota.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nikahkanlah dia sebagai perempuan yang suci.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allahu Akbar. Perempuan ini jelas telah melakukan perbuatan dosa. Tetapi Islam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merangkulnya sebagai perempuan suci ketika ia telah bertaubat. Islam menjaga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehormatannya dan menutupi keburukan masa lalunya. Umar bahkan memberi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ancaman kalau paman gadis itu sampai menceritakan masa lalunya yang kelam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bandingkan dengan apa yang terjadi di zaman kita sekarang. Kehormatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">manusia sering diabaikan. Koran-koran sering membuka aib orang tanpa ada jaminan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bahwa orang-orang tersebut benar-benar melakukan keburukan, padahal andaikan ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">benar-benar melakukan saja mestinya tetap dihormati martabatnya. Demi sebuah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepentingan, kadang saya merasakan sebuah koran menjatuhkan kehormatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berdasarkan zhan dan kabar-kabar yang masih perlu ditabayyuni. Hanya karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">wartawan tidak pernah melihat seorang ulama melakukan shalat, koran telah menebar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">fitnah dengan menyebutkan ulama ini tidak pernah shalat. Wartawan ini tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan tabayyun dengan bertanya kepada yang bersangkutan, orang-orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengenal detail kehidupannya sehari-hari, maupun keluarganya. Wartawan dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ringan menulis bahwa ulama ini diisukan tidak shalat. Padahal setelah orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan tabayyun kepada orang-orang yang mengenal detail kehidupan seharihari-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">nya, diperoleh bukti bahwa ulama ini mengerjakan shalat. Hanya tidak bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan sambil berdiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya pernah memiliki prasangka yang kurang baik (biar terkesan tidak terlalu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">negatif atas prasangka buruk saya) terhadap seorang ulama. Waktu itu koran-koran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memberitakan tentang ulama ini, menggambarkannya sebagai ulama yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pengetahuannya dangkal dan kurang wawasan, menceritakannya sebagai orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">emosional, menunjukkan sebagai figur yang banyak digerakkan oleh vested interest</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan kharisma yang diwarisi dari orangtua daripada kematangan ilmunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pendeknya, ulama ini tidak tergolong sebagai orang yang betul-betul berilmu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">emosional, tidak tulus, dan menyandang berbagai konotasi negatif. Koran memang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berkepentingan menimbulkan citra negatif terhadap ulama ini, sampai-sampai saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hampir percaya. Saya lupa bahwa koran lebih berpihak kepada oplah daripada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kejujuran dan kebenaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 289</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Ghibah,” kata Nabi,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“adalah membicarakan saudara kalian dengan cara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang tidak akan dia sukai.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika saya datang ke Jombang untuk mengikuti acara halaqah diniyyah, ulama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang dikesankan negatif ini ikut memberikan presentasi. Ia datang tanpa membawa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">makalah, tanpa membawa kitab untuk rujukan di meja pembicara, dan tanpa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membawa catatan kasar tentang apa yang akan dipresentasikannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allahu Akbar wastaghfirullahal &#8216;adzim. Saya harus tertegun dan menangis begitu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kiai ini mempresentasikan “maqalahnya”. Ia menguraikan pendapatnya dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">argumentasi yang sangat kuat; terampil menyebutkan kitab rujukan sekaligus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengutipkan paragraf-paragraf yang ada di dalamnya berikut menyebutkan jilid, bab,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan halamannya tanpa membaca (yang bisa dicek oleh sebagian peserta halaqah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang memegang kitab tersebut); sangat pandai menjabarkan yang sulit secara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sederhana dan rinci; teliti dalam memberikan keterangan dan peka terhadap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perbedaan di antara dua hal yang kelihatannya sama tetapi berbeda sekaligus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjelaskan kepada para peserta halaqah dengan sangat tenang tanpa membuka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">catatan sambil telapak tangan kanannya diletakkan di atas punggung telapak kirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ia mampu menepis cercaan dan serangan yang sangat emosional dengan wajah yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetap tersenyum teduh tanpa perubahan ekspresi, lalu menjelaskan dengan cermat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tentang persoalan yang diajukan untuk menyerangnya sehingga orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyerangnya dengan penuh emosi, tidak bisa berkutik. Ia menunjukkan melalui</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kematangan bicaranya, bahwa ia senantiasa membaca kitab-kitab yang mutakhir dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengkaji dengan tekun, termasuk disertasi para cendekiawan muslim belakangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang ditulis dalam bahasa Arab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selama mendengar presentasinya, saya merasakannya sebagai orang yang tulus,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">senantiasa mendo’akan kebaikan bagi orang lain, dan berhati-hati dalam menilai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pendapat yang kelihatan salah. Ia selalu mendasari jawaban-jawabannya atas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pertanyaan para peserta dengan mendasarkan pada kitab-kitab rujukan yang beragam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan dalil yang banyak. Saya tidak melihatnya sebagai orang yang berpengetahuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dangkal, berwawasan sempit, emosional dan tanpa kharisma. Saya tidak melihatnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seperti itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya beruntung bisa berjumpa langsung dengan ulama tersebut setelah saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyimpan prasangka yang buruk (bahkan ketika menghadiri halaqah pun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">prasangka buruk itu masih saya bawa). Saya bersyukur Allah membukakan bukti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada saya bahwa ulama itu sama sekali tidak seperti persangkaan saya, sehingga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya bisa meminta maaf dan memohon do’a kepada ulama tersebut (semoga Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memuliakannya di dunia dan akhirat). Akan tetapi, masih banyak orang yang tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sempat melihat bukti bahwa ulama tersebut tidak sebagaimana yang mereka baca dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 290</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka dengar. Lalu, dengan apakah mereka memperbaiki prasangkanya? Padahal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagian prasangka adalah dosa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Wallahu A’lam bishawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apa yang ingin saya ceritakan di sini? Ghibah. Menggunjing. Bahwa ghibah atau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggunjing itu dapat membuat kita memiliki prasangka yang buruk terhadap orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lain. Kita bisa menaruh kecurigaan kepada orang lain yang pernah dipergunjingkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang kepada kita. Kita bahkan bisa mencapai taraf yakin bahwa orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">digunjing benar-benar buruk, sehingga membuat kita bersikap yang sangat merugikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atas dasar keyakinan yang salah bahwa Si Fulan buruk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Cerita tentang keburukan menggunjing kita teruskan nanti saja. Sekarang mari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita memasuki pembicaraan yang mendasar sebelum beranjak lebih jauh, yakni apa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sih yang dimaksud menggunjing itu? Apa saja yang termasuk perbuatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggunjing? Dan pertanyaan-pertanyaan lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengapa masalah ini perlu saya bahas? Banyak di antara kita yang merasa tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggunjing ketika mereka membicarakan orang lain, meskipun mereka telah jelasjelas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggunjing. Banyak di antara kita yang tidak tahu bahwa dirinya menggunjing,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bahkan di saat mereka mengungkap keburukan orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tentang pengertian menggunjing ini, marilah kita dengarkan percakapan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah Saw. dengan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum melalui hadis yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diriwayatkan oleh Imam Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Tahukah kalian apakah ghibah (menggunjing) itu?” tanya Nabi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Ghibah,” kata Nabi, “adalah membicarakan saudara kalian dengan cara yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak akan dia sukai.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Salah seorang sahabat kemudian bertanya, “Bagaimana jika yang aku katakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengenai saudaraku itu hal yang sebenarnya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah menjawab, “Jika yang engkau katakan itu benar, maka engkau telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mencemarkan nama baiknya (dengan ghibah), dan jika dia tidak seperti yang engkau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">katakan, maka engkau telah menuduhnya dengan kebohongan dan dusta (buhtan).”1</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah benci kepada makhluk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang merendahkan sesama ciptaan-Nya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang telah Ia jaga kehormatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kepada mereka yang membuka aurat saudaranya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah memberikan ancaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 291</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi menurut penjelasan Rasulullah, yang dimaksud menggunjing bukanlah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perbuatan memburuk-burukkan seseorang tanpa didukung bukti. Akan tetapi,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggunjing adalah membicarakan keburukan orang lain yang memang benar-benar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terjadi, bisa dibuktikan dan tidak mengada-ada. Kalau tidak ada buktinya, tidak benarbenar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terjadi dan mengada-ada, kita bukan lagi menggunjing. Kita sudah buhtan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita sudah melakukan kebohongan. Alhasil, ada fakta atau tidak ada fakta, tetap dosa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Begitu penjelasan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sederhana dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jelas. Tak perlu dijelaskan lebih jauh lagi. Tetapi jika Anda masih ingin mendengar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penjelasan yang lain lagi, kita bisa menemui Imam Nawawi melalui kitabnya, Al-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Adzkaar. Kata Imam Nawawi (rahimahullah):</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Ghibah ialah menyebut perihal seseorang dengan sebutan yang tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">disukainya, baik menyebutnya melalui lisan, tulisan, sindiran, atau dengan isyarat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mata, tangan, dan kepala.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Batasan pengertian ghibah yang diharamkan,” kata Imam Nawawi melanjutkan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“ialah semua pengertian yang dilontarkan kepada orang lain untuk mengungkapkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kekurangan seorang muslim, antara lain dengan cara meniru-niru, umpamanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berjalan dengan langkah yang dipincangkan, atau mengangguk-anggukkan kepala,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atau gerakan lainnya. Dilakukan demikian dengan tujuan meniru-niru keadaan orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang diejek. Semua itu diharamkan tanpa ada yang memperselisihkan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Imam Nawawi kemudian menjelaskan panjang lebar mengenai ghibah, termasuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">siapa saja yang bisa melakukan ghibah beserta bentuk ghibah yang mereka lakukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalangan ahli fiqih dan ahli ibadah, kata Imam Nawawi, sesungguhnya mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan ghibah dengan kata-kata sindiran yang memberikan pengertian sama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan perkataan yang jelas. Dikatakan kepada seseorang di antara mereka, “Bagaimana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keadaan Si Fulan?” Maka dijawab, “Semoga Allah memperbaiki kita, semoga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah mengampuni kita, semoga Allah memperbaikinya. Kami memohon</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keselamatan kepada Allah, kami memuji kepada Allah yang tidak menguji kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terjerumus dalam kegelapan, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan. Semoga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah membebaskan kita dari sedikit rasa malu, semoga Allah menerima taubat kita,”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan kata-kata lain yang serupa dengan pengertian mencela orang yang dimaksud.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Semua itu merupakan ghibah yang diharamkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penjelasan Imam Nawawi masih panjang, tetapi saya kira lebih baik Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membaca sendiri buku Al-Adzkaar. Begitu juga definisi dari para ulama lainnya, bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda cari di buku lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekarang, marilah kita memasuki bagian berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada Yang Dibolehkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mari kita melihat sekilas saja tentang ghibah yang dibolehkan. Selebihnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">silakan Anda mencari sendiri pada buku-buku tentang ghibah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 292</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada beberapa keadaan yang membolehkan kita untuk menceritakan keburukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang lain. Misalnya ketika memberi informasi kepada orang yang sedang meneliti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepribadian orang yang akan dijadikan mitra usahanya, atau orang yang akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dinikahinya (atau menikahinya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Berkenaan dengan mengungkapkan informasi tentang kepribadian orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akan menikahi, contoh dari Rasulullah Saw. agaknya patut kita renungkan. Suatu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketika Fathimah binti Qais ra. dilamar oleh Mu’awiyah dan Abu Al-Jahim. Kemudian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">datang bertanya kepada Nabi, maka Nabi mengatakan, “Mu&#8217;awiyah orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lemah, sedangkan Abu Al-Jahim tidak pernah meletakkan tongkatnya di pundaknya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perhatikan ucapan Rasulullah ini. Beliau mengungkapkan kekurangan masingmasing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pelamar. Tetapi sekalipun demikian, Rasulullah Saw. tidak sampai menilai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">begitu jauh untuk mempengaruhi keputusan Fathimah binti Qais.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lebih lanjut mengenai ini, kita perlu belajar. Mudah-mudahan Allah memberi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">taufik dan hidayah-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hal lain yang membolehkan untuk menggunjing adalah ketika Anda dizalimi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(dianiaya). Jika Anda mempunyai sepetak tanah yang dengannya Anda menghidupi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anak istri, kemudian tanah Anda dirampas oleh seseorang atau penguasa tanpa diberi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ganti rugi yang seimbang sedangkan Anda tidak diberi hak untuk menentukan bolehtidaknya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tanah Anda dibeli, maka Anda boleh menggunjing orang yang telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menganiaya Anda itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah tidak menyukai orang-orang yang mengungkapkan keburukan, kecuali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagi orang yang dizalimi. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nisaa’ 4: 148).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penguasa yang melakukan kezaliman dan kekejaman secara terang-terangan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menurut sebagian ulama boleh digunjing, kecuali Imam Al-Ghazali dan Ibnu Sirin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang sangat ketat melarang menggunjing penguasa &#8211;yang sangat kejam sekalipun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Berkenaan dengan ghibah yang dibolehkan, saya teringat dengan suatu peristiwa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya pernah mengingatkan seseorang tentang menggunjing ini, kemudian orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tersebut berhujjah (beralasan dengan mengemukakan dasar) bahwa Nabi menyuruh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita untuk tidak sepenuhnya husnuzhan, tetapi menyediakan buruk sangka sebagai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kewaspadaan. Ia menyebutkan sebuah hadis:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Khath Arab</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Waspadalah kalian dari manusia dengan berlaku buruk sangka.” (HR Ath-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Thabrani dan Ibnu Adi).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menyatakan, hadis itu dha’if sekali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena di dalam sanadnya terdapat Buqyah bin Walid. Selanjutnya, Al-Albani</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengutip Al-Haitsami yang berkata, “Buqyah bin Walid adalah mudallas (tukang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 293</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">campur aduk sanad maupun perawi), sedangkan selainnya adalah perawi-perawi yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dapat dipercaya (tsiqah).”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menurut Al-Albani, di samping dari segi sanadnya sangat lemah, hadis tersebut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bertentangan dengan hadis-hadis shahih yang diriwayatkan oleh Ashabus Sunan, juga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">oleh Bukhari dan Muslim. Dalam hadis-hadis shahih tersebut, kata Al-Albani, dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tegas Rasulullah Saw. memerintahkan kaum muslimin untuk menjauhi dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meninggalkan buruk sangka kepada saudaranya sesama muslim. Contohnya adalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hadis beliau “Iyyakum wazhzhanni fainnazh zhanna akdzabul haditsi” (jauhilah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">olehmu berburuk sangka, karena sesungguhnya berburuk sangka itu adalah sejelekjelek</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ucapan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Wallahu A’lam bishawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tulisan dalam sub judul ini sama sekali belum mencukupi. Saya membicarakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekilas saja sekedar agar kita tidak sampai terbelenggu mengungkapkan kebenaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hanya karena kita tidak tahu kebolehannya. Ilmu yang lebih banyak tentang ini, tentu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saja kita sendiri yang perlu mencari. Selebihnya, mudah-mudahan kita bisa bertanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada hati nurani kita. Boleh jadi dalam situasi yang dibolehkan, hati kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengarahkan kita memanfaatkan kebolehan itu untuk iktikad yang buruk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Astaghfirullahal ‘adzim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Singkatnya, ada ghibah yang dibolehkan, tetapi lebih banyak yang diharamkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika ghibah yang haram kita kerjakan &#8211;dan ini mengasyikkan&#8211; Allah telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mempersiapkan ancaman-Nya untuk kita. Na’udzubillahi min dzalik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah Mengancam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah memelihara kehormatan manusia. Allah menjaga kehormatan manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah melindungi martabat ciptaan-ciptaan-Nya. Karena itu, jangan engkau rusak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehormatan anak Adam yang telah dijaga oleh Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah murka kepada hamba-hamba-Nya yang telah Ia jaga kehormatannya, Ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rahasiakan aibnya, Ia pelihara martabatnya, Ia sembunyikan khilafnya, tetapi hamba</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itu membongkar sendiri aib dan keburukannya kepada manusia lainnya. Allah Tuhan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita juga benci kepada makhluk yang merendahkan sesama ciptaan-Nya yang telah Ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jaga kehormatannya. Kepada mereka yang membuka aurat saudaranya, Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memberikan ancaman. Sesungguhnya Allah Maha Pedih Siksa-Nya. Ia sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menegaskan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Mereka ingkari ayat-ayat Allah, lalu Allah mengazab mereka karena dosadosanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sungguh, Allah Maha Kuat, dan dahsyat hukuman-Nya.” (QS. al-Anfal 8:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">52).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah sungguh memberi ancaman kepada kita yang masih membiarkan mulut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita membongkar-bongkar aib saudara kita. Rasulullah Muhammad shallallahu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kita tentang ancaman bagi orang-orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang menggunjing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 294</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita rasanya masih sering membuka aib saudara-saudara kita. Kita perlu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berlindung kepada Allah dari ancaman-Nya. Bukankah mulut kita masih sering kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">nodai dengan perkataan menggunjing?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Astaghfirullahal ‘adzim. Semoga Allah mengampuni keburukan-keburukan kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan memperbaiki akhlak kita hingga kita mencapai husnul-khatimah. Allahumma</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">amin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah Akan Mempermalukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mereka yang menggunjing saudaranya sama seperti mengoyak-ngoyak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehormatan, mempermalukan sesama, dan merendahkan derajat manusia. Mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang membuka aib saudaranya berarti menghambat jalan saudaranya untuk mencapai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kebaikan puncak, untuk mencapai kebaikan yang sempurna. Mereka mempermalukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saudaranya. Kepada mereka Allah akan mempermalukan, sehingga di dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rumahnya sendiri pun ia masih harus sibuk menutupi rasa malu yang sudah tidak bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ditutup-tutupi lagi karena Allah telah membuka aibnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan, “Wahai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang-orang yang menyatakan Islam dengan lidahnya, tetapi iman belum masuk ke</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam kalbunya, janganlah kamu menyakiti kaum Muslim. Janganlah kamu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mempermalukan mereka. Janganlah kamu mengintip-intip (mencari-cari) aib mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Barangsiapa yang membongkar-bongkar aib saudaranya orang Islam, Allah akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membongkar aibnya. Barangsiapa yang dibongkar aib-nya oleh Allah, Allah akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mempermalukannya, bahkan di tengah keluarganya.” Nabi menyampaikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sabdanya dengan suara yang keras, seakan-akan beliau ingin agar orang-orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tinggal di kemah-kemah pun mendengarnya. Waktu itu, Nabi baru saja selesai shalat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">subuh.2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apa yang dapat engkau lakukan untuk mempertahankan nama baikmu jika Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sendiri yang berkenan mempermalukan? Siapakah yang lebih kuasa untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menolongmu dari rasa malu jika Allah sudah mempermalukanmu sampai-sampai di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam rumah pun engkau merasa malu? Apakah yang engkau pertaruhkan untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keasyikan membicarakan keburukan orang lain yang kadang tidak buruk (karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merupakan kehendak Allah) jika untuk itu engkau harus kehilangan semua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehormatan dan kepercayaan, bukan hanya dari masyarakat melainkan juga dari anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">cucu dan sanak kerabat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam psikologi ada istilah image building (pembentukan citra). Bidang ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berurusan dengan bagaimana membentuk citra tentang seseorang sehingga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masyarakat menganggapnya sebagai orang yang baik, berwawasan luas, dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seterusnya sesuai dengan citra yang ingin dibentuk. Ini merupakan salah satu bentuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rekayasa psikologis dengan memanfaatkan berbagai sarana publikasi. Jika medianya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tepat, image building dapat berhasil dengan baik. Meskipun begitu, segala rekayasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">manusia tak akan mampu menghadapi rekayasa Allah. Segala upaya sistematis untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menimbulkan citra yang positif, akan menghasilkan citra yang sebaliknya jika Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">telah mempermalukannya, bahkan sampai di rumahnya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 295</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Banyak jalan yang bisa menyebabkan seseorang merasa sangat malu jika Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sudah menetapkan untuk mempermalukannya. Ilmu Allah sungguh terlalu luas jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hanya sekedar untuk mempermalukan orang yang sering membuat malu saudaranya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika engkau sudah berhadapan dengan ilmu Allah, maka segala perbendaharaan ilmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang engkau miliki tak akan mempunyai kekuatan apa-apa jika Allah sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menetapkanmu untuk menanggung malu yang teramat besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Peristiwa atau keadaan yang mempermalukanmu bisa berasal dari siapa saja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang ada di rumahmu; bisa anakmu, bisa istrimu, bisa kerabat yang menjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tanggunganmu, dan bahkan bisa juga dirimu sendiri. Engkau mungkin sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendidik anakmu dengan baik, dengan sungguh-sungguh, dan dengan ilmu yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lengkap. Tetapi jika Allah sudah menetapkan untuk mempermalukanmu melalui</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anakmu, maka kesungguhan dan ilmumu tak bisa apa-apa. Engkau mungkin sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memperlakukan istri secara ma’ruf dan membimbingnya dengan berdasar ilmu. Akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetapi jika Allah sudah memutuskan bahwa engkau harus menanggung aib melalui</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">istrimu, ada saja kelengahan yang akan engkau lakukan. Ada saja yang bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyebabkan ketentuan Allah berlaku sekalipun engkau merasa sudah menjalankan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">apa yang semestinya dengan sebaik-baiknya (kecuali berhenti menggunjing). Tentu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saja, kita juga perlu berhati-hati dalam menilai perkara semacam ini manakala terjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pada lingkungan yang ada di dekat kita. Boleh jadi itu ujian dari Allah bagi hamba-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nya yang beriman. Lain sekali nilainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Berkenaan dengan ini, mari kita dengarkan hadis lain yang membawa pesan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">senada dengan hadis sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Barangsiapa menyimpan rahasia (aib) temannya, Allah menyimpan pula rahasianya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">di hari kiamat. Dan barangsiapa membuka rahasia temannya sesama Muslim, Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membukakan pula rahasianya, hingga Allah mempermalukan dia dalam rumah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tangganya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah juga bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Barangsiapa menyimpan rahasia (aib), seakan-akan dia menghidupkan kembali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anak yang dikubur hidup-hidup. (HR Abu Dawud dan Nasa’i).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Begitulah Allah menjaga kehormatan manusia. Allah meninggikan siapa yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dikehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan Allah Maha Kuasa untuk merendahkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">siapa yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya, sekalipun mereka berasal dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keturunan baik-baik dan golongan orang-orang yang mulia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam perjalanan hidup saya, terasa oleh saya bahwa adakalanya orang-orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dari keturunan yang baik dan sangat menjaga agamanya, terpuruk jatuh karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka berhenti hanya sekedar membanggakan keturunan, tetapi tidak berhenti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membicarakan aib orang lain. Sebaliknya, dari keturunan orang-orang yang biasabiasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saja, ternyata lebih baik dari persangkaan orang yang memiliki prasangka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">negatif. Wallahu A’lam bishawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 296</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika menulis bab ini, saya sempat merasakan kesedihan. Teringat oleh saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagaimana di daerah saya, di wilayah bekas pesantren almarhum kakek saya, berdiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pabrik bir yang sangat besar. Teringat oleh saya, orang-orang yang berlarian ke rumah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meminta perlindungan saat mereka mempertahankan tanahnya. Teringat oleh saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bahwa mereka yang gigih di depan justru dari kalangan yang disebut orang-orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">awam yang bukan santri, sedangkan mereka yang mengaku ulama justru merestui dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengizinkan. Dan santri-santri pun bungkam. Bungkam!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Di saat itu, rasanya pedih sekali ketika harus melihat bahwa pesantren kakek</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya sudah tidak ada lagi. Bangunannya sudah tidak ada lagi. Pengajian-pengajian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kitabnya sudah tidak ada lagi. Bahkan bekas-bekas sikap kesantrian pun tak terlalu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mudah dilihat pada orang-orang di sekitar wilayah bekas pesantren itu, termasuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keturunan para pengasuh pesantren yang di masa wibawanya terkenal sangat wara’</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan luas ilmunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya merasakan, ada perbedaan antara mulut para kiai yang ikhlas membimbing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">umatnya dengan mulut anak cucu yang hanya sekedar membanggakan leluhurnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dari mulut para kiai yang mukhlis, ucapan yang keluar adalah do’a ketika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyaksikan keburukan atau menghadapi perilaku yang tidak baik dari orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sedangkan orang-orang yang hanya sekedar membanggakan, lebih banyak menyebut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keutamaan-keutamaan leluhurnya tetapi lupa tidak melakukan perbuatan-perbuatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang utama. Sebaliknya, mereka kadang merendahkan orang lain (yang bisa jadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lebih tinggi dari dirinya) hanya karena tak semulia leluhurnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya kadang mendengar (tentu saja secara wadag) betapa orang-orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keturunan yang mulia dan berakhlak agung, jatuh ke dalam kerendahan martabat dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rasa malu yang tak dapat disembunyikan karena tidak hati-hati menjaga lisan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebaliknya, orang-orang dari keturunan yang tidak memiliki sejarah keluhuran (tentu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saja hanya Allah Yang Maha Tahu) ternyata justru menjadi pelopor berbagai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kebaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hanya Allah Yang Maha Menguasai perbendaharaan langit dan bumi. Hanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah Yang Menggenggam kehormatan dan kemuliaan anak Adam. Dan Allah Maha</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kuasa untuk memberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah Maha</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kuasa untuk mencabut dari siapa saja yang dikehendaki-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Semoga Allah menyelamatkan kita dari keburukan disebabkan oleh busuknya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mulut kita sendiri. Semoga Allah berkenan mensucikan kita, mencuci kita, dan kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menerima kita dengan ridha. Semoga Allah memperjalankan kita di atas ridha-Nya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekalipun saat ini masih banyak kemungkaran dan kesesatan yang kita kerjakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekalipun masih banyak kesalahan yang kita kerjakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mereka Memakan Bangkai Manusia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Di daerah Rumania, di sebuah negara bagian, pernah hidup seorang raja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Namanya Vlad. Ia mempunyai kebiasaan yang sangat aneh. Diceritakan bahwa di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kerajaannya banyak sekali gelandangan, orang-orang miskin yang kelaparan. Oleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 297</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">raja, para gelandangan dan orang miskin itu diundang ke istananya. Kemudian ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">makan malam, dan menyembelih mereka, atau memasukkannya ke suatu tempat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk dibakar hidup-hidup. Hal itu ia lakukan sambil menikmati makan malamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Katanya, itu salah satu cara untuk mengentas kemiskinan. Vlad mempunyai kebiasaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menikmati kesenangan dalam menyiksa orang sambil makan. Salah satu siksaan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">paling ia sukai adalah meletakkan korban itu di atas ujung logam yang sangat tajam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pantat korban itu diletakkan di atas ujung logam tersebut. Kalau orang itu bergerak,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maka tusukannya makin lama makin dalam, dan darahnya bercucuran. Vlad</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengambil darah itu, meminumnya sebagai dessert, cuci mulut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Karena kelakuannya yang aneh itu, ia disebut dalam bahasa Rumania dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Dracul”, Setan Vlad Dracul. Dari situlah kemudian muncul film tentang drakula</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang artinya orang yang senang menghisap darah. Kalau drakula hanya merupakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">film, maka Vlad Dracul adalah manusia yang pernah hidup dan menjadi penguasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita rasanya masih sering</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuka aib saudara-saudara kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita perlu berlindung kepada Allah dari ancaman-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jalaluddin Rakhmat menceritakan kisah Vlad ini dalam tulisannya yang diberi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">judul Lindungilah Kami Dari Penguasa yang Zalim. Kang Jalal menganggap Vlad</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dracul sebagai manusia yang zalim dan kejam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya tidak tahu Anda setuju atau tidak dengan anggapan Kang Jalal. Jika Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">setuju, maka sebutan apa lagi yang bisa dikenakan pada orang yang suka memakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bangkai manusia dengan rakus? Kekejaman seperti apakah perilaku orang yang suka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengunyah daging mayat saudaranya sendiri, sedangkan Vlad yang sekejam itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hanya meminum darah manusia. Tidak sampai mengunyah mayatnya. Padahal Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencaricari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hujuraat 49: 12).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 298</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah menyamakan menggunjing dengan memakan mayat saudaranya. Ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggambarkan banyaknya keburukan dan kenistaan dalam menggunjing, serta apa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang akan diperoleh dari orang yang menggunjing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sayangnya, kita sering tidak sadar ketika kita sedang memakan mayat saudara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita. Kita asyik melahapnya, di saat menasehati, ngobrol santai maupun bercanda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita tidak merasa jijik karena mata hati kita terlanjur demikian gelap, sehingga mulut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita tetap saja mau mengunyah bangkai manusia. Padahal, makan daging sapi yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sudah agak bau saja (belum sampai busuk) banyak dari kita yang tidak mau dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bahkan sampai muntah-muntah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mari kita kenang kembali kisah di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘alaa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">alihi wasallam yang berkenaan dengan menggunjing ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Diriwayatkan dari Ubaid, pembantu Rasulullah Saw. bahwa ada dua wanita yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sedang berpuasa sementara mereka hampir meninggal karena kehausan. Lalu dia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memberitahu beliau, tetapi beliau berpaling dan mendiamkannya. Dia berkata,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Wahai Nabi Allah, kedua wanita itu sudah mati atau hampir mati.” Beliau berkata,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Panggillah mereka berdua.” Lalu dia memanggil keduanya, kemudian Rasulullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menemui mereka dengan membawa bejana atau mangkuk. Beliau berkata kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">salah seorang dari mereka, “Muntahlah!” Maka wanita yang disuruh itu pun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memuntahkan makanan dan minuman, darah dan nanah hingga memenuhi setengah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mangkuk. Kemudian beliau berkata kepada yang satunya lagi, “Muntahlah!” Lalu dia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pun memuntahkan makanan dan minuman, darah, nanah, daging, darah segar, dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lain-lain, sehingga memenuhi mangkuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Beliau kemudian berkata, “Sesungguhnya kedua wanita itu berpuasa dari apa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang telah dihalalkan Allah bagi mereka dan berbuka dengan apa yang telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diharamkan Allah bagi mereka. Salah seorang dari mereka mendatangi yang lainnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan duduk-duduk bersamanya kemudian memakan daging-daging manusia.” (HR</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Al-Baihaqi. Juga Ahmad dari jalan yang lain).3</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Ma’iz pernah datang kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah Saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah berzina.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lalu Rasulullah berpaling darinya sampai dia mengatakan empat kali. Ketika dia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengucapkan yang kelima kalinya, beliau berkata, “Engkau telah berzina?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dia pun menjawab, “Ya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Beliau berkata, “Apakah engkau tahu zina itu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dia menjawab, “Ya, aku melakukan sesuatu yang haram, yakni laki-laki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendatangi perempuan dengan tidak halal.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Beliau berkata, “Apa maksudnya engkau berkata begitu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dia menjawab, “Aku ingin agar engkau membersihkanku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah Saw. berkata, “Engkau telah memasukkan itu darimu ke dalam itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">darinya, seperti tenggelamnya cangkul di ladang dan tongkat di sumur?” Dia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah menyuruh untuk merajamnya, dan dia pun dirajam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 299</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kemudian Nabi Saw. mendengar seorang laki-laki berkata kepada temannya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Tidakkah engkau lihat orang yang ditutupi Allah, tetapi jiwanya dibiarkan sehingga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dia dirajam seperti anjing yang dirajam?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kemudian mereka mendatangi Nabi Saw. &#8211;dan karena ingin segera sampai&#8211;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka menunggangi keledai. Rasulullah berkata, “Turunlah kalian berdua (dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tunggangan) dan makanlah mayat keledai ini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mereka berkata, “Semoga Allah mengampunimu wahai Rasulullah, apakah yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">begini harus dimakan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nabi Saw. berkata, “Apa yang telah kamu dapatkan dari saudaramu (yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">digunjingkan) tadi adalah makanan yang lebih buruk daripada ini. Demi Zat yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya dia sekarang benar-benar telah berada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">di sungai-sungai surga dan berenang di dalamnya.”4</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Ketika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">aku naik (ke langit dalam peristiwa Isra’ Mi’raj), aku melewati suatu kaum yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berkuku kuningan sedang mencakar-cakar wajah dan dada mereka. Lalu aku bertanya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Siapakah mereka itu wahai Jibril?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan menjatuhkan kehormatan manusia.” (HR Abu Dawud).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Astaghfirullahal ‘adzim. Mulut kita ini, lidah kita ini, tubuh kita ini, betapa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seringnya merendahkan manusia lain. Allah tidak malu menciptakan mereka, tetapi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita sering merasa malu berdekatan dengan mereka, bergaul dengan mereka,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersahabat dengan mereka, atau sekedar bertemu dengan mereka hanya karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">derajatnya tidak sama. Betapa menyedihkan jika telinga ini mendengar orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengeluhkan dengan pandangan yang merendahkan atas orang-orang kampung yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena tidak berkesempatan kuliah, membuat mereka tidak bisa menangkap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pembicaraan Pak Mahasiswa yang bicaranya pakai istilah sulit-sulit (meskipun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebenarnya bisa disederhanakan sampai sangat sederhana). Betapa menyedihkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketika saya harus membaca tukang-tukang becak dipersalahkan dan dinistakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagai pembangkang hanya karena mereka tidak bisa beralih profesi menjadi sopir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">angkot ketika pejabat melarang becak dan menyuruh mereka untuk menjadi sopir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">angkot saja.5 Bukankah untuk menca-pai yang lebih baik seseorang membutuhkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ilmu, keterampilan, dan modal, di samping kemauan? Aku tahu, tukang-tukang becak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itu bukannya tidak mau berjualan di kios-kios pasar atau menjadi sopir angkot. Tetapi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka itu tidak mampu. Karena itu, jangan sekali-kali engkau rendahkan saudarasaudaraku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itu di rumah-rumahmu ketika engkau membaca koran atau majalah hanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena engkau belum pernah merasakan bagaimana letihnya menarik becak. Jangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">engkau rendahkan orang yang kulitnya tidak seputih dirimu. Jangan engkau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rendahkan orang yang rambutnya tidak sebaik rambutmu. Jangan engkau rendahkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka yang diciptakan Allah dengan wajah yang tidak tampan dan tidak pula manis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebab Allah tidak pernah malu menciptakan mereka. Apakah engkau hendak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menghina Tuhan dengan penghinaanmu terhadap pekerjaan (af’al) Tuhan? Bukankah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 300</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tuhan yang menciptakan mereka hitam atau putih, hidungnya mancung atau pesek,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Aku ingatkan engkau sekali lagi wahai awak yang zalim, wahai istriku yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah tidak menjaminkan keselamatanmu di akhirat (sebab engkau bukan nabi atau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rasul), wahai saudara-saudaraku, sahabat-sahabatku serta orang-orang yang kucintai,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jangan hina af’al Allah! Apakah engkau akan merusak kehormatan orang-orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena telah renta tak bisa merawat bantal dan selimutnya dengan baik sehingga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">engkau jadikan ia sebagai bahan tertawaan, padahal mungkin Allah senantiasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tersenyum ketika melihatnya? Apakah engkau sudah sedemikian terhormat dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terjamin keselamatanmu di akhirat sehingga engkau bisa merendahkan orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyerahkan sisa hidupnya di tempat-tempat peribadatan untuk melayani Tuhan dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ummat-Nya? Bukankah di antara kekasih-kekasih Allah terkadang tersembunyi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kemuliaannya, sehingga datangnya tidak dihiraukan dan perginya tidak ditangisi?6</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sesungguhnya, di antara orang-orang yang engkau rendahkan barangkali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memang tidak tergolong orang-orang yang memiliki kemuliaan tinggi di hadapan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah. Tetapi ketika engkau merendahkannya, merusak kehormatannya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggunjingnya, mentertawakannya, boleh jadi ia menjadi mulia karena pahalapahalamu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan orang-orang lain yang ikut mentertawakan diberikan oleh Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepadanya. Maka dengan perasaan hina dan penuh pengharapan, kepada siapa saja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang merasa pernah kurendahkan atau pernah kugunjing (padahal engkau tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengetahuinya), maafkanlah aku dan ikhlaskanlah kesalahan-kesalahanku. Mudahmudahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah mempersaudarakan kita. Allahumma amin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sungguh, aku melihat hati yang masih lemah sulit untuk dilunakkan ketika ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tahu saudaranya telah menggunjingnya. Saya pernah mendengar langsung orangorang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang menggunjing saya dengan perkataan yang sangat tidak saya sukai, dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya dapati perasaan saya sangat berubah. Perasaan itu sulit diubah meskipun saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">insya-Allah sudah memaafkannya meskipun ia tidak meminta maaf.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Maka, betapa riskannya menggunjing. Maka, hanya orang-orang khusus saja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang sanggup berterima kasih (karena telah dihilangkan dosanya atas sebab</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">digunjing) kepada orang-orang yang telah menggunjingnya. Saya teringat cerita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tentang seorang kiai. Ketika ada orang yang menggunjingnya dengan perkataanperkataan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang buruk, ia ambilkan sejumlah barang beserta uang sebagai hadiah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada orang yang telah menggunjingnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ya Allah, lunakkanlah hatiku dan tumbuhkanlah kepadaku rasa cinta pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kebaikan dan kebenaran. Ya Allah, santunkanlah masing-masing dari kami kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saudaranya yang lain. Ya Allah, ampunilah kami dan sempatkanlah kami untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menebus penyesalan-penyesalan kami. Perjalankanlah kami karena tidak akan mampu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kami melewati jalan-Mu yang benar jika bukan karena kehendak-Mu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 301</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ia Merusak Kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Setelah kita berbicara panjang tentang menggunjing; apa yang saja yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">termasuk menggunjing dan ancaman Allah terhadap orang-orang yang menggunjing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan merusak kehormatan saudaranya; sekarang marilah kita berbicara tentang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagaimana menggunjing sebenarnya merusak kita sendiri. Kalau kita menggunjing,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maka kita melukai diri sendiri. Kita merusak diri kita sendiri (sayangnya, sulit sekali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita menyadari ini ketika sedang menggunjing). Kita menciderai diri kita sendiri, jiwa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita sendiri, keluarga kita sendiri, dan bahkan anak-anak kita sendiri yang kita cintai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita sayang-sayang setengah mati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya tak hendak berpanjang-panjang dengan prolog semacam ini. Sudah gerah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rasanya. Karena itu, segera saja kita melihat kerusakan apa saja yang bisa ditimbulkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">oleh keasyikan kita menggunjing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hubungan Suami-istri Cenderung Bersifat Permukaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Suami-istri kadang merasa telah menjalin kedekatan, tetapi hubungan mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">renggang-renggang saja. Padahal mereka sering menghabiskan waktu bersama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan melihat TV sambil menikmati snack dari bungkus yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Orangtua juga demikian. Kadang mereka merasa tidak kurang-kurang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyayangi dan menemani anak. Mereka merasa selalu dekat dengan anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Waktunya di rumah ba-nyak sekali &#8211;kalau bukan sebagian besar&#8211; dihabiskan untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menonton TV bersama-sama; satu kursi, satu meja atau satu tikar bersama-sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tetapi ia terkejut ketika anaknya yang mulai menginjak remaja berontak dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memprotes orangtua karena kurang perhatian, kurang kasih-sayang, kurang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendengar, serta kurang dekat dengan anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Muncul pertanyaan, apakah yang terjadi pada suamiku sehingga ia berkata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">demikian? Apakah ia hanya mencari alasan saja untuk bisa menjauh dari rumah?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apakah yang terjadi pada istriku sehingga ia mengatakan kurang diberi perhatian?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apakah hanya untuk menyembunyikan kebosanannya saja? Apakah ia sedang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mencari-cari alasan untuk memperoleh perhatian “lebih” dari suami? Apakah yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terjadi pada anak-anak yang manis-manis itu sehingga berubah menjadi hantu di siang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hari? Siapa yang berani-berani mempengaruhinya sehingga ia tampak begitu garang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengatakan orangtua tidak dekat, padahal setiap hari selalu menghabiskan waktu di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">depan TV bersama-sama selama berjam-jam? Dan seterusnya, dan seterusnya, dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seterusnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebelum menginjak jauh ke menggunjing, mari kita pahami dulu mengapa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang-orang yang sering menonton TV bersama kita bisa memprotes karena merasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak dekat dengan kita. Pada saat kita menonton TV bersama-sama, sebenarnya yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terjadi bukan kontak psikis yang erat dan akrab. Kedekatan kita lebih bersifat fisik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saja (physical closeness) karena tempat kegiatan yang sama. Tetapi secara psikis,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masing-masing memiliki kegiatan sendiri yang menyibukkan sekalipun yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">disaksikan sama. Tiap-tiap orang larut dalam keasyikannya sendiri-sendiri, sehingga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 302</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kedekatan secara fisik tidak menyebabkan mereka dekat secara psikis. Karena itu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lamanya waktu yang dihabiskan untuk duduk-duduk bersama tidak menjadikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masing-masing semakin akrab. Bahkan ketika acara usai pun, tak jarang masingmasing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terbenam dalam keasyikannya memikirkan tokoh cerita yang baru saja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ditayangkan di TV atau berpikir, “Seandainya saya tadi cepat-cepat menelpon, tentu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hadiah kuis empat setengah juta itu menjadi milik saya&#8230;.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Singkat kata, kedekatan yang tampak pada mereka sebenarnya cuma kedekatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">semu (pseudo-attachment). Seolah-olah dekat, tetapi batin mereka saling berjauhan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan tidak saling menyapa. Masing-masing memiliki kepentingan sendiri yang tak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seorang pun boleh mengganggu. Sekali waktu, cobalah mengalihkan acara yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sedang asyik ditonton oleh orang yang Anda cintai; entah suami, anak, atau bahkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">cucu. Alihkan secara tiba-tiba. Dan nantikan kegusaran mereka kepada Anda. Cucu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda yang paling kecil pun mungkin akan segera memarahi Anda dengan cara khas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anak-anak; teriak-teriak, memukul-mukul kaki, menangis, atau bahkan mengatangatai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apa ini artinya? Kedekatan yang terlihat sungguh-sungguh hanya bersifat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">permukaan, bukan benar-benar merupakan kedekatan. Karenanya jangan terlalu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">banyak berharap dari kedekatan semacam ini. Sama seperti kedekatan orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">naik bus bersama-sama. Mereka duduk dalam satu kursi, tetapi sepanjang perjalanan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka tidak saling bicara, tidak saling menanyakan alamat, tidak saling menanyakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tujuan, dan bahkan tidak saling menanyakan nama (ini yang sangat minimal). Jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk hal-hal seperti itu saja tidak, apa-lagi untuk saling berbincang-bincang jauh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang akrab untuk dijadikan bahan renungan di rumah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lebih jauh tentang pseudo-attachment (kedekatan semu) insya-Allah akan saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bahas lebih lanjut pada buku “Akan Kau Apakan Anak-anakku?” yang rencananya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akan saya tulis dalam waktu dekat ini. Adapun pembahasan tentang pseudoattachment</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pada bab ini, sekedar untuk memudahkan kita memahami bagaimana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggunjing dapat menjadikan hubungan suami-istri cenderung bersifat permukaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tetapi, bukankah menonton TV berbeda dengan menggunjing? Bukankah ketika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita asyik menggunjing bersama istri, kita saling berbincang-bincang, saling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendengarkan, saling menanggapi, dan bahkan saling mendukung? Bukankah ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berarti ada komunikasi dua arah yang baik? Dan barangkali tidak ada komunikasi dua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">arah yang lebih gayeng (asyik dan intens) melebihi acara menggunjing bersama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Argumentasi ini kelihatannya benar. Untuk membuktikan benar tidaknya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">argumentasi ini, marilah kita periksa secara teliti, sehingga kita mendapatkan bukti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang kuat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam komunikasi yang bersifat permukaan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suami-istri tidak memperoleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kebutuhan psikis inter-personalnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 303</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hal ini menyebabkan jiwa mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak merasakan keterpenuhan, sehingga&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Setiap saat kita menggunjing, maka perhatian utama kita tertuju pada kejelekankejelekan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang yang kita gunjingkan. Pada saat seperti itu, kita sadari atau tidak kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merasa unggul dan benar. Kalau kita tidak merasa lebih baik, lebih unggul dan lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">benar, rasanya tidak ada ruang untuk membicarakan kejelekan orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perasaan unggul (bukan kesadaran tentang keunggulan yang dikaruniakan Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada kita) menjadikan kita kurang peka terhadap kelemahan-kelemahan kita,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">termasuk kelemahan dalam memberi perhatian dan memahami istri atau suami.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perasaan unggul &#8211;yang bentuknya adalah memandang rendah orang yang digunjing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(meskipun tidak merasa merendahkan)&#8211; menjadikan kita lebih siap untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memperoleh affirmasi (peng-iya-an) dan tidak siap kalau pernyataan kita dibantah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">oleh suami. Kita cepat emosi. Kita akan dengan sigap membantah dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menunjukkan “bukti-bukti”. Ini menunjukkan bahwa yang kita butuhkan bukanlah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">istri atau suami kita, tetapi dukungan terhadap penilaian kita tentang orang lain di saat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sedang ghibah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Percakapan yang sering kelihatan gayeng (asyik dan intens) itu ditinjau dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">aspek komunikasi interpersonal juga kering. Tampaknya dua orang sedang berbicara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersama-sama, tetapi mereka sebenarnya sedang berbicara sendiri-sendiri. Apa yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka bicarakan merupakan sesuatu yang tidak berhubungan dengan pengenalan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terhadap orang yang diajak bicara, tidak saling memenuhi kebutuhan psikis, dan tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">juga memasuki wilayah komitmen pribadi tentang berbagai persoalan. Pembicaraan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang menyangkut nilai-nilai akhlak atau kegelisahan sosial yang lahir dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penghayatan, sekalipun tidak menyangkut keadaan individu masing-masing, dapat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuat jiwa semakin dekat sebab selaras dengan nurani dasar manusia (fithrah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Akan tetapi dalam menggunjing hal ini tidak terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika setiap saat pikiran kita disibukkan oleh pembicaraan tentang orang lain7 dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keburukan-keburukannya, akhirnya kita tidak merasa benar-benar akrab dengan istri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan anak-anak kita &#8211;apalagi dengan tetangga kita. Kita sering ngobrol dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka, membicarakan berbagai keburukan orang lain, tetapi kita tidak pernah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berbicara dari hati ke hati. Ini menjadikan kita tidak bisa merasa dekat secara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">emosional dengan orang-orang yang mestinya paling dekat dengan kita. Kalau sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seperti ini, kita tidak merasa gelisah dan mendo’akan dengan suara lirih ketika suami</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak kunjung pulang, melainkan justru menyiapkan berbagai macam prasangka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Begitu ia datang, sikap yang kita nampakkan bukan kerinduan yang menggelisah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetapi kejengkelan yang membawa rasa curiga. Apa akibat selanjutnya? Baca kembali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagian awal bab sebelumnya Komunikasi Suami-istri, khususnya bagian cuplikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tulisan Kang Jalal di buku Psikologi Komunikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 304</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam komunikasi yang cenderung bersifat permukaan, suami-istri tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memperoleh kebutuhan psikis interpersonalnya. Ini menyebabkan jiwa mereka tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merasakan keterpenuhan, sehingga bisa mencapai kualitas-kualitas yang lebih baik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan lebih baik lagi. Seandainya saya boleh menggunakan istilahnya Maslow, mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengalami “human diminution” (kemerosotan kemanusiaan manusia) dan semakin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jauh dari “full-humaness” (menjadi manusia yang sepenuhnya manusia).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pada situasi komunikasi yang sudah terjatuh ke dalam bentuk yang sangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">permukaan (periferal), problem manusia tidak lagi bisa dihayati dan dicintai untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendapat pemecahan yang paling mendatangkan kemaslahatan. Sebab, masingmasing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka terlanjur terbiasa mentertawakan problem dan memberikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pemecahan yang periferal dan tidak tahan uji. Lihatlah ketika orang menggunjing,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan mudah ia mampu memberi penyelesaian masalah untuk semua hal. Padahal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jika mereka diminta untuk sungguh-sungguh memecahkan satu masalah yang “kecil”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saja, mereka akan kesulitan; kesulitan dengan diri mereka sendiri dan kesulitan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menemukan akar permasalahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Budaya pemecahan masalah yang cenderung periferal (permukaan) ini pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">gilirannya akan terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Masalah-masalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang datang disikapi secara dangkal saja (karena tidak terbiasa lagi melihat akar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masalah), diselesaikan dengan mengandalkan otoritas &#8211;terutama jika berkenaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan anak&#8211; se-hingga masalah tak benar-benar terselesaikan, kecuali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">permukaannya saja. Ibarat seorang dokter, ia hanya menyembuhkan simptomnya saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ia tidak melacak etiologi penyakitnya. Dari sinilah kemudian anak merasa tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memperoleh perhatian yang dibutuhkan,8 tidak menemukan kesejukan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diharapkan, dan tidak mendapatkan orangtua yang “mendengarkan dia”. Anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akhirnya tidak betah di rumah. Dan ini bisa menjadi salah satu jalan yang membuka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">aib orangtua, sehingga orangtua merasa malu sekalipun dalam rumahnya sendiri.9</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penjelasan di atas barangkali agak ekstrem: menggunjing saja bisa menyebabkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anak lari dari rumah. Tetapi ada yang lebih ekstrem lagi. Budaya bicara dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pemecahan masalah yang lebih banyak menyangkut keburukan orang lain, dan jarang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berbicara tentang apa yang dibutuhkan oleh jiwanya sendiri, menjadikannya merasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">asing dengan realitas psikis istri atau suaminya. Bahkan bisa terjadi, ia merasa asing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan dirinya sendiri. Inilah yang disebut dengan keterasingan diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Orang yang mengalami keterasingan diri, senantiasa merasa kesepian. Kegiatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang ia lakukan &#8211;seperti pulang ke rumah, menyiram bunga, atau mengantar anak ke</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekolah misalnya&#8211; bersifat mekanis (seperti mesin). Bahasa umumnya: rutinitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Padahal letak persoalannya bukan pada kerutinan, melainkan pada kosongnya makna</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam kegiatan-kegiatan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Contoh di atas belum menunjuk pada keterasingan diri (self-alienation), tetapi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">baru pada gejala yang memiliki muatan alienasi diri. Saya ingin mengajak Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memahami masalah ini secara bertahap. Ketika orang sudah merasa jenuh pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rutinitas, giliran berikutnya ia mulai merasakan kekosongan makna pada apa yang ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lakukan. Ia sudah semakin mekanis sampai akhirnya benar-benar mekanis; seperti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 305</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">robot yang sudah diprogram untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa mengerti apa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang harus dilakukan ketika semua terasa hampa, kering, dan kosong. Karena sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi mekanis seperti robot, maka manusia yang sudah terkikis nilai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kemanusiaannya (human diminution) ini disebut sebagai robopath (pathologi robot).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada berbagai jenis robopath &#8211;saya lupa apa saja&#8211; sesuai dengan bentuk perilaku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang muncul dari gangguan robopath. Salah satunya adalah cheerful-robo yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berusaha menghalau rasa sepinya dan kekosongan jiwanya dengan banyak melahap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hal-hal yang bersifat sensual serta makan berbagai jenis makanan yang lezat. Hal-hal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang bersifat sensual ia dapatkan dari TV, film, video, majalah,nonton orang-orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">cantik di jalan-jalan, ngrumpi, dan seterusnya sampai yang berbentuk obat-obatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terlarang sejenis ekstasi (agar bisa mengalami “ekstase”). Padahal keasyikan saat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menonton TV atau ngrumpi hanya bertahan selama nonton atau ngrumpi berlangsung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sesudah itu, rasa sepi hinggap lagi. Mereka yang tidak tahan, akhirnya lari dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dirinya sendiri (salah satunya ya minum ekstasi tadi). Mereka rapuh secara emosional</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan mental, sehingga mudah mengalami keputusasaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Agar lebih bisa memahami, mari kita simak contoh kecil berikut. Orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pertama ikut lomba &#8211;baca puisi misalnya&#8211; akan merasa senang dan bahagia begitu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dirinya menjadi juara harapan I. Tetapi orang yang sering ikut lomba dan selalu juara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">satu &#8212; gelar juara tidak lagi menarik. Menjadi juara tidak lagi menyenangkan. Makna</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">piala dan gelar juara sudah hilang, kecuali jika ada misi tertentu yang menggerakkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk tetap meraih gelar juara. Tetapi ini sekaligus berarti, bukan gelar juara itu yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memberi kebahagiaan dan makna, melainkan misi yang ada di baliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pada orang yang setiap ikut lomba terpaksa menjadi juara, pujian orang-orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang kagum tidak memberikan kebahagiaan apa-apa. Bisa jadi, pujian itu malah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuat dia semakin hampa karena ada perasaan, “Piala ini hanya membuat mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terkagum-kagum, tetapi tidak lagi memperhatikan saya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya teringat cerita tentang Cak Nun. Saya pernah membaca sebuah koran yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memuat peristiwa ketika Cak Nun dicekal, sehingga Cak Nun harus bertemu dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepala kantor yang berurusan dengan ini (saya tidak ingat kantor apa itu). Ketika Cak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nun masuk, kepala kantor tersebut sudah memasang muka seram. Tetapi ketika Cak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nun ternyata sangat tidak memasalahkan pencekalannya, dan justru bertanya hal-hal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang menjadi kebutuhan psikisnya sebagai manusia; ketika ditanya bagaimana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keadaannya hari ini, bagaimana perasaannya, kabar anak istrinya, dan sejenisnya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepala kantor ini justru terharu dan mengundang Cak Nun untuk bicara di tempatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Banyak pejabat yang kaget ketika melihat dirinya sendiri setelah tidak memiliki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jabatan. Pada saat memiliki kekuasaan, ia “mencacatkan” tangannya sendiri sehingga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karyawanlah yang membukakan dan menutupkan pintu mobilnya. Ia tidak menyetir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sendiri mobilnya. Sudah ada orang yang bertugas untuk mengantarkan ke mana pun ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pergi, termasuk bepergian untuk acara-acara di luar kepentingan dinas. Ia menyangka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itu merupakan bentuk ketulusan hubungan manusia dengan manusia, bentuk cinta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kasih antar sesama, padahal itu hanya merupakan obligasi (kewajiban) kepegawaian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang hanya bersifat permukaan. Begitu ia turun dari jabatan, ia kehilangan itu semua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 306</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena para bawahan tadi membukakan pintu atau membawakan tas bukan karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">cinta kasih kepadanya, tetapi karena memang pekerjaannya membukakan pintu kepala</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kantornya. Ia terkejut. Dan akhirnya sakit. Orang pun menyebutnya dengan istilah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mewah: post power syndrome atau sindrom karena kehilangan kekuasaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya harap contoh-contoh di atas, termasuk contoh hubungan karyawan dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atasannya, dapat menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan hubungan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">cenderung bersifat periferal atau dangkal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Begitu. Dan bagaimana dengan Anda? Suami Anda masih sayang, kan? Semoga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda sehat-sehat saja hari ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kepercayaan Sulit Dibangun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam rumah tangga, orang membutuhkan sahabat yang bisa mendengar dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjaga rahasia-rahasianya. Ia menceritakan kepada istri atau suami hal-hal yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak bisa diungkapkan kepada orang lain, seorang sahabat dekat sekalipun. Hal yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersifat rahasia ini boleh jadi persoalan-persoalan berat, boleh jadi persoalanpersoalan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang ringan-ringan saja; persoalan yang sangat sepele dan tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berpengaruh terhadap kebijakan politik luar negeri sama sekali. Tetapi ketika tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ada kepercayaan, ke mana suami akan mengungkapkan rahasia-rahasianya? Di sinilah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">persoalan yang pelik bisa muncul dan bisa menjadi jalan yang akan mempermalukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka, sehingga di rumahnya sendiri pun akan merasa malu. Tetapi jalan untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mempermalukan orang yang akan dipermalukan-Nya, sungguh tidak sesempit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penjelasan saya yang sederhana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Membicarakan keburukan-keburukan orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuat kita banyak dikendalikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">oleh prasangka-prasangka kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tentang penilaian orang lain terhadap kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apa yang menyebabkan kepercayaan terhadap istri atau suami berkurang atau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bahkan nyaris menghilang? Perasaan tidak aman. Jika Anda tidak segan-segan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggunjing atau bahkan memburuk-burukkan keluarga Anda sendiri, orangtua Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sendiri, saudara Anda sendiri, serta orang-orang yang sangat dekat dengan Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam keluarga ketika sedang berkumpul bersama suami dan anggota keluarga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lainnya, maka ini juga menyiratkan bahwa tidak ada jaminan Anda akan menjaga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rahasia-rahasianya. Tidak ada jaminan kalau suami Anda bercerita tentang sesuatu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang ingin dirahasiakannya &#8211;sekalipun sekedar tentang betapa nikmatnya makan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 307</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jagung rebus di rumah orang saat bertamu&#8211; Anda tak akan menceritakannya kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang lain ketika obrolan sudah gayeng (asyik dan intens).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Boleh jadi suami Anda percaya bahwa Anda mencintainya, akan tetapi ia ragu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">apakah Anda dapat memilah mana yang boleh diceritakan dan mana yang tidak saat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda bertemu dengan kawan lama. Keraguan itu bertingkat-tingkat, dari yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kadarnya rendah sampai yang sangat tinggi. Menceritakan aib orangtuanya saja ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak segan-segan, apalagi menceritakan aib suami atau istrinya sendiri!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada saat-saat dimana suami atau istri bisa menceritakan tentang berbagai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">persoalan yang tak satu telinga pun boleh mendengarnya, kecuali istri atau suaminya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sendiri. Cerita ini boleh jadi bersangkut-paut dengan saudara atau orang tua. Tetapi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ini tidak untuk menggunjing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Contoh di atas adalah kasus sederhana dengan penjelasan sederhana, sangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sederhana. Di luar yang telah dibahas, masih ada wilayah-wilayah kepercayaan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lebih luas. Berkurangnya kepercayaan tidak hanya mencakup dapat tidaknya Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjaga rahasia pembicaraan suami atau istri, tetapi mencakup keseluruhan wilayah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepercayaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sayangnya kita tidak bisa membahas seluruhnya di bab ini. Mudah-mudahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">nanti bisa dipaparkan lebih mendalam pada kesempatan lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kepuasan Rendah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika ada surga di dunia, itu hanya ada pada pernikahan yang bahagia. Tetapi jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ada neraka di dunia, itu ada pada perkawinan yang dipenuhi percekcokan, kecurigaan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kekecewaan, dan pertengkaran. Rumah menjadi tidak nyaman. Rumah tidak memberi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketenteraman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kepuasan perkawinan banyak berhubungan dengan kepercayaan suami-istri. Jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masing-masing memiliki kepercayaan yang tinggi, mereka lebih mungkin untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mencapai kepuasan perkawinan. Tetapi jika kepercayaan rendah, kepuasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perkawinan juga cenderung rendah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kepuasan lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek psikis; intensitas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hubungan batin antara suami dan istri, terpenuhinya kebutuhan psikis, tercukupinya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perhatian, dan sejenisnya. Kepuasan perkawinan tidak terlalu banyak berhubungan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan banyaknya harta yang kita miliki. Keluarga Fathimatuz Zahra dan ‘Ali bin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Abi Thalib tidak termasuk kaya. Tetapi apa kata ‘Ali tentang Fathimah? “Ketika aku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memandangnya, hilanglah kesusahan dan kesedihanku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kepuasan perkawinan juga memerlukan saling pengertian antara suami dan istri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lebih lanjut tentang saling pengertian, silakan simak sub judul berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 308</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saling Pengertian Sulit Tumbuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pada bab &#8220;Di Mana Wanita-wanita Barakah Itu&#8221;10 saya sudah bercerita sedikit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tentang Marriage Contracts. Dalam pernikahan yang menggunakan sistem marriage</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">contracts, pola hubungan diatur berdasarkan tugas-tugas yang telah dituangkan dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">surat perjanjian sebelum mereka melangsungkan pernikahan. Di sini, yang paling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berperan adalah kekuatan hukum dari surat perjanjian. Bukan saling pengertian antara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suami dan istri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saling pengertian merupakan kekuatan rumah tangga yang sangat besar. Saling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pengertian antara suami dan istri membuahkan kearifan sehingga bisa menempatkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sikap secara tepat (dan ini tak mudah); sikap ketika suami harus meninggalkan rumah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena panggilan untuk melayani umat, sikap ketika suami harus berhadapan dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kondisi yang menantang, dan juga sikap dalam berbagai kondisi yang berbeda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saling pengertian inilah modal penting dalam menegakkan misi dan menyiapkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anak-anak yang lahir dari pernikahan kita menuju pribadi yang matang dan memiliki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">misi kuat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tumbuhnya saling pengertian banyak dipengaruhi oleh adanya kesadaran misi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pada masing-masing pihak, oleh pemahaman mengenai tugas-tugas kehidupan, oleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jalinan perasaan masing-masing, dan oleh mendalamnya hubungan masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam hubungan suami-istri yang cenderung bersifat permukaan, ini sulit terbentuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sedangkan hubungan yang bersifat permukaan merupakan akibat logis dari keasyikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggunjing yang dipelihara terus dan dibudayakan setiap hari di rumah, di kantor,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan di tempat lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Sibuk” Menepis Penilaian Sosial</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika Anda sering mengamati perkembangan anak, maka Anda akan peka sekali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terhadap gejala-gejala yang ada pada perkembangan anak. Sebaliknya, jika Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tekun mendalami perkayuan (yang sekarang semakin sedikit karena berjuta-juta meter</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">persegi hutan kita sudah terbakar)11, maka Anda cepat berpikir tentang kekuatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maupun kegunaan kayu begitu melihat ada sebatang kayu di hadapan Anda. Begitu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">juga jika Anda sering mencela, mencaci, memaki, merendahkan, menggunjing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sesama, atau melecehkan kehormatan orang lain, Anda akan sangat peka terhadap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">gelagat orang yang bisa ditafsirkan sebagai penilaian. Anda akan cepat berpikir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tentang komentar orang kelak jika Anda akan melakukan sesuatu, katakanlah sesuatu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang baru. Alhasil, gerak Anda dipengaruhi (sebagai pengganti kata dihambat) oleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">persepsi Anda tentang orang lain &#8211;yang ternyata boleh jadi keliru sama sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bahasa lugasnya, Anda mudah berprasangka buruk (su’uzhan) dan prasangka buruk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itulah yang mengontrol tindakan-tindakan Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Membicarakan keburukan-keburukan orang membuat kita banyak dikendalikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">oleh prasangka-prasangka kita tentang penilaian orang lain terhadap kita. Kita sangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mudah risau dengan “kata orang” (sekali pun baru mungkin) tentang kita, sehingga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">langkah kita yang membawa maslahat ada kemungkinan tidak jadi kita kerjakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 309</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena khawatir terhadap penilaian orang. Kita akhirnya sibuk memilih tindakan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melahirkan penilaian positif dari orang lain. Alhasil, kita semakin jauh dari kebaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Betapa seringnya orang tidak berani melakukan apa yang dapat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengantarkannya kepada cita-cita hanya karena takut dikomentari. Betapa lazimnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita mendengar orang takut berbicara di muka umum untuk menyampaikan kebenaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hanya karena takut dinilai, takut tidak bisa berbicara secara menarik. Alhasil, ia tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyampaikan kebenaran karena takut mencemarkan nama baik Islam mengingat dia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“tidak bisa mewakili” Islam dalam membawakan retorika yang bagus. Alhasil, kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">biarkan keadaan yang kritis hanya demi menjaga agar orang tidak memberi komentar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang buruk (meskipun orang lain belum tentu berkomentar demikian).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita sudah terlalu banyak belajar dari orangtua kita; baik orangtua di rumah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masyarakat, maupun sekolah. Kita belajar dari mereka agar tidak punya keberanian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyampaikan apa yang harus disampaikan jika suara kita tidak bisa menggelegar,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">retorika kita tidak bagus, dan pakaian kita tidak seperti pakaian “penyampai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kebenaran”. Kita sering belajar &#8211;dari orangtua kita maupun masyarakat&#8211; untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mentertawakan orang yang maju dengan sangat lugu, sehingga ketika tiba saatnya kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">harus tampil, kita mundur teratur karena khawatir ditertawakan orang sebagaimana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita juga mentertawakan mereka (meskipun kita melihatnya sebagai perasaan grogi).12</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya teringat dengan satu peristiwa di tahun 1993. Ketika itu ada sarasehan di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Salman, Bandung untuk membicarakan tentang metodologi pendidikan agama untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anak prasekolah. Banyak sekali yang hadir pada acara tersebut, salah satunya adalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seorang guru TK. Guru kita ini kemudian mendapat kepercayaan untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mempresentasikan pikiran-pikirannya cemerlang, tak lama setelah Menteri Agama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuka acara. Tak banyak yang mendapat kehormatan untuk berbicara di sesi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pertama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kesedihan dan kerisauan menyergap saya ketika ibu kita mulai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mempresentasikan makalahnya di hadapan para undangan, tidak sedikit di antaranya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pemikir-pemikir pendidikan dan praktisi berpengalaman. Ibu kita ini tidak termasuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang yang akrab dengan dunia seminar, apalagi mempresentasikan. Ia juga masih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">heran melihat OHP &#8211;yang bagi mahasiswa seperti makanan kecil. Tetapi sekali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">presentasi, pesertanya orang-orang yang sudah biasa tampil di depan. Tak terlalu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">heran jika ibu kita ini gugup dan sekaligus gagap teknologi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Yang membuat saya sedih, orang-orang yang intelek itu rupanya banyak yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak betah mendengar. Ada kegelisahan atau mungkin rasa malu melihat presentasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dari ibu kita, padahal apa yang dikemukakannya begitu bagus jika kita mau berendah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hati dalam memakai bahasa. Saya merasa aneh melihat sikap yang semacam itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bukankah yang “lebih intelek” mestinya justru memahami yang “agak kurang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">intelek”? Waktu itu yang saya lihat mendengar dengan serius dan sungguh adalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saudara-saudara kita dari Al-Arqam. Yang lainnya pun insya-Allah ada, tetapi saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak melihat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Astaghfirullahal ‘adzim. Wallahu A’lam bishawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 310</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apa yang bisa kita ambil dari cerita ini? Sikap kita dapat menjadi hijab</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(penghalang) bagi datangnya ilmu yang baik. Tetapi, dari mana sikap yang semacam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itu lahir?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dan Masyarakat Pun Hancur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rusaknya masyarakat tidak hanya karena pemimpin yang tidak adil. Keasyikankeasyikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita menggunjing sesama, juga ikut berperan menghancurkan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Karena menggunjing, kesalahan seorang hamba Allah yang telah disembunyikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tuhannya kita sebarluaskan sehingga semua orang tahu, sehingga ia sibuk menutupi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">wajahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya teringat tulisan K.H. Jalaluddin Rakhmat. Katanya, “Perhatikan, betapa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">banyak keburukan telah Anda lakukan dan Tuhan menyembunyikannya dari mata dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">telinga manusia. Sekiranya semua kejelekan Anda diketahui orang, Anda tidak akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tahan hidup di tengah-tengah masyarakat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika keburukan-keburukan kita disembunyikan oleh Allah dari penglihatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang, insya-Allah kita bisa lebih leluasa untuk memperbaiki diri. Kita bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan perbaikan atas jiwa kita, mental kita, dan niat-niat kita tanpa terkungkung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">oleh penilaian orang atas kita. Jika kita sebelumnya telah melakukan keburukan dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak seorang pun mengetahui, kita memiliki kesempatan untuk menghapus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keburukan dengan banyak melakukan kebajikan tanpa takut ditolak oleh masyarakat,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atau setidaknya beberapa orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ini dari satu sisi. Dari sisi lain, jika seseorang dikenal kebaikannya oleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masyarakat (meskipun sangat sedikit), ia akan cenderung berusaha untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meningkatkan kebaikan-kebaikannya. Seiring dengan usahanya untuk semakin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meningkatkan kebaikan dan keutamaannya, keburukan-keburukan yang melekat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">padanya akan menyusut. Ia tidak memiliki hambatan psikis yang berarti karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masyarakat menerima perkembangan-perkembangan baiknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebaliknya, jika keburukannya yang dikenal masyarakat (sekalipun sedikit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekali), maka sulit baginya untuk melakukan kebajikan-kebajikan yang diterima.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Masyarakat cenderung tidak menerima perbaikan yang bertahap dan pelan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Masyarakat cenderung menghendaki perubahan yang tiba-tiba, spontan, dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyeluruh. Padahal ini merupakan syarat yang sulit dipenuhi manusia secara umum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(kecuali orang-orang khusus). Alhasil, orang itu semakin berkembang dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keburukannya (yang semula hanya sedikit). Dan boleh jadi ia justru menjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penyebab tersebarnya keburukan di tengah-tengah masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Artinya, ketika keburukan seseorang tersebar luas, maka akan menyebabkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang bersangkutan sulit melakukan perubahan ke arah yang baik dan masyarakat sulit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menerima perbaikan yang bertahap dan pelan. Padahal, manusia umumnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan perubahan secara bertahap. Perubahan baru bisa dilakukan secara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bertahap, progresif dan baik ketika sudah pindah ke masyarakat lain yang tidak dikenal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atau kulturnya sangat berbeda. Akhawat yang memiliki militansi tinggi,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 311</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">umumnya adalah mereka yang berasal dari daerah-daerah yang sangat jauh. Mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengalami perubahan (metamorfosis spiritual) setelah pindah ke tempat yang tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dikenalnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekalipun bab ini bukan tentang kebaikan merantau, tetapi izinkanlah saya untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melengkapi pembicaraan kita ini dengan nasehat Imam Syafi’i. Katanya, “Sungguh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">aku melihat air yang tergenang dan terhenti memercikkan bau yang tak sedap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Andaikan saja ia mengalir, air itu akan terlihat bening dan sehat. Sebaliknya, jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">engkau biarkan air itu menggenang, ia akan membusuk.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Imam Syafi’i juga pernah mengingatkan, “Emas bagaikan debu sebelum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ditambang menjadi emas. Dan pohon cendana yang masih tertancap di tempatnya tak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ubahnya pohon-pohon untuk kayu bakar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika engkau tinggalkan tempat kelahiranmu, kau akan temui derajat mulia di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tempat yang baru, dan kau bagaikan emas yang sudah terangkat dari tempatnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika memperhatikan nasehat Imam Syafi’i, merantau membuat “emas yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terpendam” dalam diri kita dapat terangkat sehingga kelihatan kilau emasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Merantau membuat emas jiwa kita terasah dan mencapai ketinggian dengan lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">banyak belajar, menghadapi tantangan, dan lingkungan yang lebih siap menerima</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita. Kita tidak dikenal, karena itu kacamata yang dipakai orang untuk melihat kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lebih jernih. Kadangkala masyarakat baru tempat kita merantau justru menempatkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekaligus mengharapkan kita sebagai orang baik, sehingga “do’a” mereka akhirnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi kenyataan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya beberapa kali mendengar kabar baik tentang teman-teman dari Jombang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">setelah mereka kuliah di tempat lain. Sebagian di antara teman-teman itu konon tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">biasa mengenakan sarung sebagai pakaian sehari-hari,13 tetapi di tempatnya yang baru</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka mengalami perubahan positif. Mereka dianggap sebagai wakil sah dari santri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jombang yang ‘alim. Mereka dianggap sekaligus diperlakukan sebagai orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tahu bagaimana membawakan agama dan kesan tidak santri dalam penampilan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka dianggap hanya sebagai penyamaran (bukankah wali-wali Allah itu kadang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ada yang nampak sebagai orang yang tidak banyak faham agama?). Ini menyebabkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka mengalami perubahan perilaku. Mereka juga mulai “malu” dengan anggapan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang sehingga mereka berusaha untuk benar-benar menjadi orang baik, faham</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">agama, dan menjaga perilaku. Di sinilah kemudian terasa barakah do’a para kiai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terdahulu, sehingga sepeninggal mereka pun masih membawa kebaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Perhatikan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">betapa banyak keburukan telah Anda lakukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan Tuhan menyembunyikannya dari mata dan telinga manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekiranya semua kejelekan Anda diketahui orang,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda tidak akan tahan hidup di tengah-tengah masyarakat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 312</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengapa tanah rantau memberi kesempatan yang lebih besar kepada seseorang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk menjadi orang baik dibanding tanah asal? Jawabnya, tidak ada gunjingan buruk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang sampai kepada mereka sehingga mereka tidak memiliki prophecy (arti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">harfiahnya sih nubuwwah)14 tentang kita. Karena tidak memiliki prophecy, mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menilai sesuai dengan yang mereka lihat dari kita selama bersama mereka. Tetapi jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sudah ada prophecy, orang sudah memasang prasangka (sekaligus menyiapkan sikap)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada kita, “O&#8230;, orang ini begini dan begitu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pada masyarakat tempat asal kita, perubahan ini relatif lebih sulit terjadi. Apalagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jika kebiasaan menggunjing sudah merata. Mengapa? Mari kita simak secara lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rinci pada sub judul Zhan Yang Terpenuhi, Terbentuknya Persistensi Tentang Orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lain, dan Masyarakat Tak Lagi Ikut Mendidik Anak Kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekarang, mari kita lihat satu per satu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Zhan Yang Terpenuhi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kebiasaan menggunjing membuat kita tidak peka terhadap kebaikan orang. Kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merasa nyaman dengan sikap-sikap kita mengungkap keburukan orang, sehingga kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akhirnya tidak cermat dalam memeriksa penilaian kita kepada orang lain, apakah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tepat atau tidak. Pada gilirannya, kita mudah sekali berprasangka. Kita sudah tak bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membedakan mana zhan (prasangka) mana keburukan yang benar-benar dilakukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ini dari satu sisi. Dari sisi lain, setiap kita mendengar sesuatu, kita segera</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menghubungkan kabar tersebut dengan sesuatu yang “seharusnya ada”. Maksud saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sederhana saja, jika Anda mendengar ada seorang yang sangat ‘alim, maka Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">segera membayangkan bahwa orang itu memiliki perilaku-perilaku yang lazim</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dimiliki oleh orang ‘alim (menurut persepsi Anda) atau yang seharusnya ada pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang ‘alim menurut angan-angan Anda. Selanjutnya, Anda berperilaku kepada orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tersebut sesuai dengan anggapan Anda. Anda menjadi lebih sopan (apalagi jika Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebelumnya mengira dia sebagai orang biasa-biasa saja), lebih hormat, dan lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merendahkan suara Anda. Padahal jika Anda mendengarnya sebagai orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terusir karena menyalahi adat, Anda akan menyikapinya dengan sinis, meskipun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sesungguhnya dia orang yang ‘alim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Zhan (prasangka) inilah yang membuat kita sulit objektif terhadap orang. Kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sulit untuk bersikap adil (padahal kita diperintahkan untuk adil, sekalipun pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">musuh, sekalipun kita sedang marah). Zhan menjadi penghambat psikis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(psychological barriers) untuk menerima kenyataan bahwa orang yang paling buruk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pun bisa berubah menjadi orang yang sepenuhnya baik. Ia juga menjadi psychological</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">barriers (hambatan psikis) bagi orang yang terlanjur dinilai jelek untuk mengubah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dirinya menjadi orang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Orang-orang yang bekerja di rumah sakit jiwa ataupun lembaga pemasyarakatan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sangat akrab dengan fenomena terhambatnya kemajuan kepribadian seseorang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“hanya” gara-gara prasangka orang. Mereka yang telah dinyatakan sembuh dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rumah sakit jiwa seringkali harus kembali lagi menjadi pasien karena masyarakat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetap menyimpan prasangka yang buruk sehingga mereka tidak mau menerima alumni</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 313</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">RSJ sebagai anggota masyarakat yang normal. Mereka menolak alumni RSJ itu dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pergaulan sehari-hari, misalnya dengan bahasa isyarat yang menunjukkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“keengganan” saat berkumpul bersama. Demikian juga alumni lembaga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pemasyarakatan, “terpaksa” menjadi penjahat lagi karena selalu dicurigai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Satu lagi. Saya ingin mengajak Anda sekali lagi untuk melihat akibat dari zhan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang tersebar dalam masyarakat ini terhadap seseorang. Jika seseorang dikenal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keburukannya (meskipun sedikit) dalam masyarakat, maka keburukan yang sedikit ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lama-lama akan semakin berkembang, kecuali jika ia termasuk orang khusus yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memiliki telinga cukup tebal untuk tidak menghiraukan ucapan orang, sehingga ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetap mampu menjadi orang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita mendengar, kadang-kadang seorang remaja menjadi nakal karena ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terlanjur dicap nakal. Ia menjadi nakal karena, “Daripada cuma dicap nakal padahal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya tidak nakal, mending sekalian nakal. Ngapain? Toh sama saja, orang tetap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menganggap saya nakal.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Begitu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Terbentuknya Persistensi Tentang Orang Lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika Anda mempunyai prasangka buruk terhadap orang lain dan Anda sering</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menggunjingnya, atau minimal mendengar orang membicarakan “keburukannya”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(yang belum tentu benar), lama-lama Anda akan yakin bahwa orang tersebut memang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">buruk. Anda sangat yakin tentang hal itu, sedemikian yakinnya sampai Anda tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bisa percaya ketika mendengar bahwa orang tersebut tidak sebagaimana yang Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yakini. Anda tetap tidak bisa percaya sekalipun ditunjukkan bukti-bukti yang kuat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda mengajukan berbagai kemungkinan motif (yang ini berarti Anda berprasangka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">buruk lagi), sehingga Anda berkata, “Ah, tidak mungkin. Itu mungkin hanya sekedar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">biar orang menganggapnya sebagai orang baik saja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anggapan yang sudah menetap dan sulit diubah-ubah sekalipun dengan bukti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kuat itulah yang dinamakan dengan persistensi. Anda mengalami persistensi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anggapan tentang orang lain. Artinya, anggapan Anda tentang orang lain telah bersifat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menetap kuat-kuat dan tidak bisa berubah sekalipun orang itu benar-benar lain sama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekali dari yang Anda duga. Anda tetap tidak bisa menerima. Anda lebih percaya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pada anggapan Anda daripada fakta-fakta yang sepenuhnya bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dipertanggungjawabkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Persistensi terbentuk melalui proses penguatan yang terus menerus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sederhananya begini, prasangka tentang seseorang akan menjadi persistensi jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">setiap hari kita mendengarkan pembicaraan yang mendukung prasangka kita, jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">setiap hari kita membicarakan prasangka kita, dan seterusnya. Lama-lama prasangka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itu kita yakini. Dan terbentuklah persistensi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Persistensi ini jika kita kuatkan terus akan membuat kita tidak mau lagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menerima bahwa orang itu tidak seperti prasangka kita, sekalipun kita sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuktikan sendiri bahwa prasangka kita salah. Akhirnya kita berkata, “Pokoknya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 314</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya tetap tidak mau menerima dia. Saya tahu dia tidak begitu. Tapi kalau saya tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mau, mau apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dan ini berarti hati kita telah tertutup. Na’udzubillahi min dzalik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika persistensi menyebar luas di masyarakat, apa yang akan terjadi pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masyarakat itu? Apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang terlanjur terkena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">persistensi orang banyak?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya tiba-tiba teringat kepada Rasulullah. Ah, semua contoh dari Rasulullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sangat menakjubkan. Sayangnya saya tidak bisa mencontoh perilaku-perilakunya (ya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah, sempurnakanlah kecintaanku padanya dan perjalankanlah aku dan orang-orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang mencintainya untuk bisa mencontoh Rasul-Mu sepenuhnya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebelum menceritakan salah satu contoh dari Rasulullah, saya ingin mengajak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda bershalawat bersama-sama. Ucapkanlah dengan suara lirih dan hati yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menghadap, memohon kepada Allah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ali Muhammad. Allahumma</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ali Muhammad. Ya Allah, bangkitkanlah kami kelak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagai golongan orang-orang yang mencintai Rasul-Mu. Amin.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dan inilah contoh dari Rasul yang mulia itu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah Saw. mempunyai paman yang sebaya usianya. Namanya Hamzah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(baginya ridha Allah). Sejak kecil hingga tumbuh dewasa, Rasulullah sangat dekat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dialah paman yang sangat dicintai Rasulullah. Dialah yang menyertai Rasulullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam berbagai keadaan. Jika Abi Thalib adalah pembela Rasulullah yang utama,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maka Hamzah adalah sahabat Rasulullah yang paling dekat dari kalangan pamannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam sebuah peperangan, Hamzah radhiyallahu ‘anhu ikut serta. Hamzah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membela Rasulullah mati-matian, sementara musuh-musuh mengincarnya terusmenerus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mereka tahu, Hamzah adalah orang yang paling dekat di hati Nabi. Kalau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hamzah mati, Rasulullah akan sangat kehilangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dan inilah Wahsyi, penombak ulung yang mengintainya. Ia mempunyai tugas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">khusus dari Hindun untuk mengintai Hamzah. Ia tak membiarkan dirinya kehilangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jejak Hamzah. Dipantaunya terus kemana Hamzah bergerak. Diincarnya terus. Dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diarahkan mata tombaknya setepat-tepatnya. Sampai ketika ia merasa yakin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bidikannya tak akan meleset, ia lepaskan tombak itu dengan dendam yang membakar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ujung tombak itu tak meleset lagi. Ujung tombak yang runcing itu menusuk dada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hamzah. Tombak yang tajam itu merobek jantung Hamzah. Hindun berlari. Ia ambil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jantungnya. Ia makan jantung kekasih Rasulullah itu. Ia kunyah-kunyah jantung orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suci itu dengan meninggalkan kepedihan yang mendalam di hati Rasulullah. Tak ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pemandangan yang lebih menyedihkan hati saat itu kecuali melihat Hindun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengunyah jantung pahlawan semua orang yang masih memiki nurani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apa yang Anda rasakan jika itu terjadi pada Anda? Kesedihan semacam apa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang Anda rasakan jika kekasih Anda yang sudah meninggal diinjak-injak dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 315</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dimakan jantungnya oleh orang yang Anda kenal? Apa yang akan Anda katakan kalau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suatu saat orang itu datang meminta maaf kepada Anda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana Anda menjawab pertanyaanpertanyaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya. Tetapi lebih sulit lagi membayangkan bagaimana Rasulullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memaafkan mereka, menerima mereka, menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dan bersikap ramah terhadap mereka ketika mereka datang kepada Rasulullah untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyatakan masuk Islam. Mereka diterima oleh Rasulullah. Dan mereka menjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang-orang yang dikenang Islam dengan dua sejarah; sejarah pedih ketika mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membunuh Hamzah, dan sejarah trenyuh ketika mereka bertaubat. Lihatlah Wahsyi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang setiap saat menangis. Tak tahan hatinya jika mengenang mata tombaknya yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menusuk dada Hamzah. Tak tahan hatinya merasakan keagungan Rasulullah yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memaafkannya tanpa persyaratan apa-apa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Begitulah Muhammad. Ia menyaksikan sendiri kekejian orang yang mengunyah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jantung Hamzah. Ia tidak mendengar desas-desus. Ia tidak mendengar gunjingan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tetapi itu tidak menjadikan hatinya keras sehingga tak mau memaafkan mereka,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meskipun kita akan sangat maklum seandainya Rasulullah tak mau memaafkan. Tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ada persistensi di hati Rasulullah bahwa mereka &#8211;Wahsyi dan Hindun&#8211; tak mungkin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bisa berubah. Tidak ada itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Andaikan Wahsyi dan Hindun hidup di zaman kita ini, mungkin mereka tak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berkesempatan menjadi orang-orang yang bisa dikenang kebaikannya. Tetapi tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mereka hidup di zaman Rasulullah yang agung, sehingga mereka bisa mencapai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keagungan di hadapan Allah. Mereka bisa termasuk sebagai sahabat Nabi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekedar penyimpul, dalam masyarakat yang percaya bahwa setiap manusia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">selalu mempunyai kemungkinan untuk mencapai kebaikan, di detik-detik terakhir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehidupannya sekalipun, akan memberi kesempatan yang seluas-luas-nya pada setiap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang untuk lebih baik daripada sebelumnya. Tetapi dalam masyarakat yang telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dipenuhi zhan &#8211;apalagi jika sampai bersifat persisten (menetap)&#8211; perbaikan itu sulit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dilakukan. Bahkan seseorang yang memiliki banyak kebaikan pun, bisa menjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang yang penuh keburukan ketika keburukannya yang sedikit diketahui orang dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terus dibicarakan di setiap sudut rumah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Masyarakat Tak Lagi Ikut Mendidik Anak Kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Maka, masih adakah kegelisahan jika anak-anak tetangga mulai nakal dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akhlaknya tidak baik? Masih adakah rasa tenteram untuk melepas anak berbaur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan anak-anak orang se-RT, se-RW, sekampung, atau (apalagi) sekota? Masih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetap adakah orang-orang tua yang akan memanggil anak-anak “nakal” lalu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menasehati mereka dengan lemah lembut tentang hak Allah dan hak anak Adam,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kemudian memberikan kepada mereka mangga yang lebih banyak daripada yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka curi demi menghalalkan makanan yang masuk ke perut anak orang? Masih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">adakah sikap seperti itu, atau minimal kepercayaan bahwa orang lain tidak merusak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akan anak-anak kita, jika kita setiap hari menggunjing? Jika setiap hari kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendengar orang menggunjing?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 316</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hari ini, saya merasakan pertanyaan-pertanyaan saya itu sebagai romantisme,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">meskipun di masa kecil seingat saya hal-hal semacam itu masih ada pada masyarakat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya. Hari ini, saya merasakan masyarakat kita tidak seperti dulu kepeduliannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada kebaikan anak-anak tetangga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bergesernya kepedulian masyarakat ini saya rasa merupakan konsekuensi logis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dari hidupnya semangat menggunjing di tengah-tengah kita. Ketika keburukan orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi keasyikan kita di rumah saat menggunjing bersama istri, maka memperbaiki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masyarakat sama halnya dengan menghapus keasyikan. Dan itu sangat berat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika hati ini sudah terlalu keras, sulit merasakan kepedihan orang lain; sulit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merasakan kegelisahan orangtua yang memikirkan anaknya; sulit menangisi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masyarakat yang sedang sakit. Bagaimana bisa menangisi hal-hal yang seharusnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ditangisi, sedangkan menangisi keburukan diri sendiri saja sulitnya masya-Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebaliknya, kita justru lebih peka terhadap hal-hal yang semestinya tidak mendapat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">prioritas untuk ditangisi. Kita mudah risau kalau nasi kita tidak enak, tetapi tidak risau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kalau umat Muhammad dilanda kebingungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya akhirnya harus mohon maaf kepada Anda. Saya tidak bisa melanjutkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pembicaraan di sub judul ini. Maafkan saya, semoga Allah memuliakan Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ya Allah, bersihkan hati kami sebagaimana Engkau telah membersihkan bumi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan hujan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ya Allah, ampuni kami.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anak-anak Pun Menjadi Korban</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dan akhirnya, keasyikan menggunjing saat berkumpul bersama sambil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menikmati kopi itu, menerkam anak-anak kita sendiri sebagai korbannya. Ada banyak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">madharat yang disebabkan kebiasaan menggunjing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Setidaknya ada 13 madharat menggunjing bagi anak yang sempat saya catat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Catatan ini tidak termasuk madharat dalam aqidah dan keimanan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selengkapnya, kerugian dan kerusakan yang bisa terjadi pada anak akibat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keasyikan kita menggunjing setiap hari, dapat Anda baca pada daftar berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Merusak Harga Diri Anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Merusak ‘iffah anak atau kemampuan kendali diri anak. Hal ini erat terkait</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan harga diri dan rasa percaya diri anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Melemahkan kepercayaan terhadap orangtua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Menumbuhkan rasa takut bereksplorasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Mematikan rasa percaya diri anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Membunuh kreativitas anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Terlalu berorientasi pada penilaian orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 317</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Menciptakan ketergantungan pada otoritas orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Merangsang anak membuat apologi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Lebih mengaktifkan quwwatusy-syahwiyah danghadhabiyyah daripada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">quwwatul-’aqliyyah. Arti-nya, kekuatan syahwat dan agresi anak lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berkembang dibanding kekuatan akal budi anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Mematikan hati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Membuat anak sulit dinasehati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">?? Menghabiskan waktu produktif anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sayang, kita tidak bisa mengupasnya sekarang mengingat keterbatasan halaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pada buku ini. Semula saya merencanakan untuk membahas secara tuntas pada buku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ini, tetapi ternyata belum bisa. Insya-Allah dalam kesempatan lain kita akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membahas dengan lebih leluasa, jika itu memang membawa kebaikan bagi kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">semua. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita dan keturunan kita untuk mencapai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">puncak kebajikan yang diterima Allah Ta’ala. Allahumma amin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ya, Allah demikianlah yang kutulis. Kumohonkan barakah-Mu atas tulisan ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagi kami dan anak cucu kami. Jauhkanlah kami dari perbuatan menggunjing dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kekuatan dan ilmu-Mu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selanjutnya, saya serahkan kepada sidang pembaca untuk memeriksa benar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">salahnya. Mudah-mudahan Allah memberi taufik dan hidayah-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kepada istriku, keluargaku, saudara-saudaraku, sahabat-sahabatku dan orangorang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang kucintai, kumohon engkau semua berkenan saling mengingatkan &#8211;dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bukan saling menyalahkan. Kehidupan kita setelah ini tak ada yang menjamin,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kecuali jika Allah meridhai hidup kita sekarang dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">wasallam berkenan memberi syafa’at bagi kita semua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ya Rasul, salam bagimu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ya Rasul, shalawat bagimu dan anak cucumu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Astaghfirullahal ‘adzim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Catatan Kaki:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1. Mohammad Hashim Kamali, Kebebasan Berpendapat dalam Islam, Mizan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bandung, 1996 dari Muslim, Mukhtashar Shahih Muslim, hadis No. 1806</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan memberi catatan: Hadis tersebut merupakan bukti tentang perbedaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ghibah dan buhtan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2. Tafsir bil Ma’tsur, Remadja Rosdakarya, Bandung, 1994 dari Al-Durr Al-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mantsur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3. Ibrahim M. Al-Jamal, Penyakit-penyakit Hati, Pustaka Hidayah, Bandung,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1995.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 318</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4. Ibrahim M. Al-Jamal, ibid, dengan catatan kaki: Dikeluarkan oleh Abu Ya’la.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ibnu Katsir juga mengatakan dalam tafsirnya, dan isnadnya shahih, IV/215,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terbitan Al-Halabi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">5. Martin van Bruinessen melaporkan kejadian-kejadian semacam ini dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penelitian lapangan yang ia lakukan di negeri kita yang semata wayang ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kumpulan laporan ini kemudian diterbitkan sebagai buku berjudul Rakyat Kecil,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Islam dan Politik, Bentang, Yogyakarta, 1998.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">6. Mari kita ingat kembali penjelasan Nabi Saw. tentang wali ‘abdal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Abu Nu’aim meriwayatkan sabda Nabi Saw., “Karena merekalah Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menghidupkan dan menolak bencana.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sabda Nabi ini terdengar begitu berat sehingga Ibnu Mas’ud bertanya, “Apakah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maksud ‘karena merekalah Allah menghidupkan dan mematikan?’”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah Saw. bersabda, “Karena mereka berdo’a supaya umat diperbanyak,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maka Allah memperbanyak mereka. Mereka memohon agar para tiran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dibinasakan, maka Allah binasakan mereka. Mereka berdo’a agar turun hujan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maka Allah turunkan hujan. Karena permohonan mereka, maka Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menumbuhkan tanaman di bumi. Karena do’a mereka, Allah menolakkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berbagai bencana.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah sebarkan mereka di muka bumi. Pada setiap bagian bumi, ada mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kebanyakan orang tidak mengenal mereka. Jarang manusia menyampaikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terima kasih khusus kepada mereka. Kata Rasulullah Saw., “Mereka tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mencapai kedudukan mulia itu karena banyak shalat atau puasa.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Karena apa mereka mencapai derajat itu? Bis-sakhai wan-nashihati lil muslimin,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kata Rasulullah Saw.. Dengan kedermawanan dan kecintaan yang tulus kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kaum muslimin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">7. Tidak berarti istri, suami, dan anak bukan termasuk orang lain. Kadang ketika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang asyik menggunjing, tanpa sadar (?) mereka menggunjing istri atau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suaminya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">8. Kadangkala tidak hanya anak, melainkan istri atau suami juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">9. Tetapi jalan Allah untuk mempermalukan orang yang suka membuka aib</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saudaranya, tidak sesempit penjelasan saya ini. Ada banyak jalan yang tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">selalu bisa dijelaskan secara betul-betul memadai menurut disiplin ilmiah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sehingga kita hanya mengatakan, “Tiba-tiba dia berubah demikian setelah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bertemu dengan Si Fulan. Dia terpengaruh Si Fulan. Padahal anak saya itu baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dia itu sangat cerdas sebenarnya. Sangat mengerti. Ya, karena terpengaruh saja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dia menjadi begitu.” Masih ada pertanyaan yang tersisa jika ada orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berkata seperti itu: Mengapa anak yang manis itu bisa tiba-tiba mudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dipengaruhi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">10. Bab ini ada pada jendela pertama buku ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 319</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">11. Suara Merdeka, 19 April 1998 melaporkan hutan yang terbakar sejak Januari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sampai 17 April 1998 seluas 393.850 hektar atau 3.938.500.000 meter persegi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ini jika satu hektar masih tetap 10 ribu meter persegi. Dan ini hanya di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalimantan Timur. Belum termasuk tempat-tempat lain di Sumatera dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalimantan (selain Kalimantan Timur).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">12. Dalam hal ini perlu dibedakan antara grogi dan malu. Kebanyakan kita belum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">punya malu (termasuk yang menulis buku ini), tetapi memiliki perasaan takut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dinilai orang. Rasa malu tidak menghalangi orang menyatakan apa yang harus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dinyatakan, tetapi perasaan takut dinilai menyebabkan orang tidak berani</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyampaikan apa yang seharusnya ia sampaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Syaikh Abdul Wahab Asy-Sya’rani menyebut kedua sikap itu dengan istilah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang sama: malu. Tetapi ia membedakan antara sikap malu yang syar’i dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">malu yang mewatak. Syaikh Asy-Sya’rani mengingatkan, “Malu yang mewatak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ialah jika seseorang malu untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala dengan suara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keras di hadapan orang banyak, yaitu orang yang mempunyai nafsu (terhormat),</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seperti para qadhi (hakim negara), para penguasa pemerintah, para guru dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagainya. Maka apabila di antara mereka dianjurkan untuk berzikir kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Allah Ta’ala di muka banyak orang, yang hasil dari mereka adalah rasa malu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seakan-akan mereka disuruh melakukan maksiat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">13. Di Jombang dan beberapa tempat lain, kebiasaan memakai sarung mencirikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang yang santri, yaitu orang yang banyak belajar di pesantren dan (mestinya)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka yang “bukan” santri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">cenderung untuk memakai pakaian sehari-hari yang bukan sarung. Tentu saja ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak bisa digeneralisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Karena pakaian sarung sudah membawa citra kesantrian, maka perubahan dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kebiasaan memakai celana panjang biasa ke pemakaian sarung beserta kopyah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menimbulkan tuntutan pada diri sendiri untuk menyesuaikan diri dengan citra</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">santri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">14. Dalam psikologi dikenal istilah self-fulfilling prophecy atau nubuwwah yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dipenuhi sendiri. Jika kita menganggap diri kita sebagai orang yang bodoh dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memiliki hafalan rendah, maka kita berperilaku yang sesuai dengan anggapan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita sehingga akhirnya kita memang benar-benar bodoh. Jika masyarakat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menganggap seseorang jelek, maka mereka memperlakukan orang tersebut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagai orang yang jelek, sehingga orang tersebut akhirnya benar-benar menjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang jelek. Wallahu A’lam bishawab.</span></p>
<br />Posted in kumpulan buku-buku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhanassyahid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhanassyahid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhanassyahid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhanassyahid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhanassyahid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhanassyahid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhanassyahid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhanassyahid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhanassyahid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhanassyahid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhanassyahid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhanassyahid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhanassyahid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhanassyahid.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=133&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">yusuf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kupinang Dengan Hamdalah bab 16</title>
		<link>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-16/</link>
		<comments>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-16/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 11:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farhanassyahid</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan buku-buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhanassyahid.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Kado Pernikahan 259 Bab 16 Komunikasi Suami-Istri erbicara tentang komunikasi, ada cerita menarik yang sebaiknya kita simak baik-baik. Seorang psikiater mewawancarai pasiennya dalam satu session terapi. Pasien itu berkata, “Suami saya baik sekali. Bila kami bertengkar dan ia salah, ia cepat-cepat mengakui kesalahannya dan meminta maaf.” “Bagaimana kalau Nyonya yang salah?” tanya psikiater. Pasien itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=131&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 259</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bab 16</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Komunikasi Suami-Istri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">erbicara tentang komunikasi, ada cerita menarik yang sebaiknya kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">simak baik-baik. Seorang psikiater mewawancarai pasiennya dalam satu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">session terapi. Pasien itu berkata, “Suami saya baik sekali. Bila kami</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bertengkar dan ia salah, ia cepat-cepat mengakui kesalahannya dan meminta maaf.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Bagaimana kalau Nyonya yang salah?” tanya psikiater.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pasien itu menjawab, “Saya salah? O, itu tidak mungkin terjadi, Dokter.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pasien ini memang sakit jiwa. Tetapi, kata Jalaluddin Rakhmat, MSc., betapa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sering kita pun menirunya. Kita jarang meneliti kembali persepsi kita. Padahal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">persepsi yang tidak cermat dapat mengakibatkan berbagai bentuk distorsi kognitif &#8211;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">satu istilah yang muluk-muluk untuk maksud sederhana, bahwa anggapan kita,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perasaan kita, dan tindakan kita menjadi kacau dan tidak akurat karena kita telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memiliki praduga yang keliru sebelumnya. Karena kita mengalami distorsi kognitif,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ucapan orang lain kita tangkap secara salah. Ia memaksudkan A, kita menangkapnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">B, atau bahkan kita tidak mau menerima bahwa apa yang dikatakannya adalah A</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hanya karena kita telah terlanjur menganggap tidak mungkin itu terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dari bangun tidur di pagi hari hingga berbaring kembali menjelang tengah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">malam, 70% waktu bangun kita gunakan untuk berkomunikasi. Begitu sebuah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penelitian mengungkapkan. Ini berarti, kualitas hidup kita banyak ditentukan oleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagaimana kita berkomunikasi dengan sesama; antara suami dan istri, orangtua dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anak, tetangga dengan tetangga lainnya, dan begitu seterusnya kalau dipanjangkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">B</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 260</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terus. Singkatnya, hidup kita ini ternyata banyak sekali ditentukan oleh bagaimana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita menggunakan mulut kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Alhasil, urusan mulut banyak memberi andil dalam perjalanan kita menempuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kehidupan. Pertama, bagaimana kita menangkap komunikasi orang lain. Kedua,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagaimana kita mengkomunikasikan apa yang ingin kita nyatakan, apa yang kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rasakan, ataupun apa yang tidak kita inginkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">James O. Prochaska dan Carlo. C. DiClemente, peneliti di Texas Research</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Institute of Mental Sciences (TRIMS) pernah menulis sebuah buku berjudul The</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Transtheoretical Approach, Crossing Traditional Boundaries of Therapy (1984).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Salah satu bab dalam buku tersebut membahas problem-problem perkawinan dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perceraian. Kata Prochaska dan Di-Clemente, sebagian terbesar ketidakpuasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perkawinan ternyata bersumber dari masalah komunikasi. Masalah komunikasilah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang paling banyak menyebabkan suami-istri bertengkar. Juga masalah komunikasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sering menjadi sebab paling pokok, dan repotnya justru sering tidak tampak, pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">banyak kasus perceraian. Demikian juga, kejadian-kejadian mental yang buruk dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyedihkan setelah perceraian, banyak diakibatkan oleh komunikasi, terutama jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kedua pihak saling menyalahkan. Mereka puas, akan tetapi anak-anak kehilangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepercayaan kepada kedua orangtua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saling menyalahkan satu sama lain bukan monopoli mereka yang telah bercerai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Suami-istri yang belum lama menikah dan masih terikat dalam pernikahan, sering</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan hal yang sama. Mereka mudah menyalahkan jika teman hidupnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan sesuatu secara kurang pas menurut ukurannya (meskipun secara objektif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">apa yang dilakukan tidak salah). Sikap mudah menyalahkan teman hidup (blaming</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">partner) inilah yang menurut Prochaska dan DiClemente dapat menyebabkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kegagalan komunikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tentang kegagalan komunikasi ini, mari kita minta kembali Jalaluddin Rakhmat,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">MSc. untuk menjelaskan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Persepsi orang sering tidak cermat, kata Kang Jalal. Bila kedua pihak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menanggapi yang lain secara tidak cermat, terjadilah kegagalan komunikasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(communication breakdowns). Anda menduga istri Anda tidak setia, dan istri Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menduga Anda sudah bosan kepadanya. Komunikasi di antara Anda berdua akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengalami kegagalan, karena Anda berdua menafsirkan pernyataan orang lain dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kerangka tadi. Katakanlah, kata Kang Jalal lebih lanjut, Anda pulang terlambat dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kantor. Istri Anda kelihatan menyambut Anda dengan gembira. Ia mengungkapkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">betapa senangnya Anda pulang setelah cemas menunggu. Karena persepsi di atas,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda menganggap ucapan istri Anda hanya kamuflase dari ketidaksetiaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dengan suara keras, Anda menanggapi istri Anda, “Ah, bilang saja, kamu tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">senang aku pulang cepat.” Istri Anda pasti terkejut dan menduga Anda mencari garagara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk menceraikannya. Anda dapat membayangkan apa yang terjadi selanjutnya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">demikian tutur Kang Jalal di buku Psikologi Komunikasi (2000).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sementara Anda membayangkan apa yang terjadi selanjutnya, mari kita runut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagaimana kegagalan komunikasi terjadi. Sebelum menjadi konflik terbuka, awalnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 261</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">adalah persepsi yang tidak cermat. Persepsi ini tidak dibetulkan, tidak dikoreksi,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sehingga kita percaya bahwa persepsi kita benar. Kita meyakini persepsi kita. Pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tingkat tertentu, keyakinan kita bisa mencapai keadaan persisten alias tetap dan tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bisa diubah-ubah. Jika keadaannya demikian, diberi informasi seobjektif apa pun,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dipaparkan segamblang apa pun dan diyakinkan dengan bukti sekuat apa pun tak akan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengubah keyakinan. Kamu beritahu atau tidak, sama saja keadaan hatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Munculnya persistensi ini bisa melalui beberapa jalan. Pertama, dari kebiasaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">buruk dalam keluarga berupa kesukaan membicarakan keburukan orang lain, lebihlebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jika sampai tingkat tajassus (selengkapnya baca bab Keasyikan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menghancurkan Keluarga). Kedua, adanya salah persepsi yang tidak diluruskan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetapi justru dikuatkan dengan mencari-cari kesalahan. Ketiga, sikap saling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyalahkan yang tetap dipertahankan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pembicaraan tentang persistensi anggapan kita cukupkan sampai di sini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selanjutnya kita akan memusatkan pembicaraan ke masalah komunikasi kursif, satu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bentuk komunikasi yang paling sering menyebabkan perpecahan keluarga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Komunikasi kursif (coercive comunication) adalah bentuk hubungan dua orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atau lebih yang menyampaikan pesan dengan efek memaksa pada orang yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menerima pesan. Komunikasi kursif adakalanya merupakan cara yang secara sadar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dipilih orang untuk memenangkan pendapatnya. Akan tetapi, amat sering orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan komunikasi kursif tanpa menyadari bahwa ia telah melakukan komunikasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan efek memaksa yang amat kuat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Komunikasi persuasif cenderung membuat orang yang mendengar pesan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak orang yang mengkomunikasikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(komunikator). Meskipun demikian, ada perbedaan mendasar antara komunikasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">persuasif dengan komunikasi kursif. Bagi Anda yang ingin mendalami lebih jauh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengenai hal ini bisa membaca buku yang secara khusus membahas komunikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sekarang bukan saat yang tepat untuk membahasnya berpanjang-panjang mengingat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terbatasnya ruang. Cukuplah kita mengingat tulisan James O. Prochaska dan Carlo C.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">DiClemente. Mereka mengatakan, “Kepercayaan yang baik menjadi rusak manakala</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">proses perubahan biasa berlangsung secara kursif untuk saling memaksa masingmasing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pihak berubah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengingat banyak orang melakukan komunikasi kursif tanpa sadar telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan, saya ingin mengajak Anda untuk menengok ciri-ciri komunikasi kursif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penjelasan berikut ini mudah-mudahan bisa memberi gambaran yang gamblang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam komunikasi kursif, ada beberapa ciri. Selengkapnya, inilah tanda-tanda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">komunikasi kursif:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 262</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sikap saling menyalahkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rentan terhadap percekcokan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menyalahkan Pasangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada sebuah ucapan yang dinisbahkan kepada Sayyidina ‘Ali karamallahu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">wajhahu, salah seorang shahabat Nabi yang dikenal keluasan ilmunya dan kedalaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hikmahnya. Konon beliau mengatakan, “Sahabat terbaik bukanlah orang yang selalu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membenarkanmu. Tetapi sahabat terbaik adalah yang membuat kamu benar.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sampai sekarang saya belum mendapati sumber untuk merujukkan perkataan ini,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">apakah benar merupakan ucapan beliau. Tetapi dari sisi makna, perkataan ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mempunyai maksud bahwa sahabat terbaik adalah seseorang yang senantiasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menginginkan kebenaran selalu beserta kita sehingga tidak membiarkan kita berada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam kesalahan. Ia mengingatkan kita ketika terjatuh dalam perilaku atau pikiran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang salah, apalagi sesat. Ia menunjukkan kepada kita dengan penuh kasih-sayang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">letak kesalahan kita dan bila perlu memarahi kita, marah karena rasa kasih. Ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengoreksi apa yang melenceng, membetulkan apa yang tidak tepat, meluruskan apa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang bengkok, dan apabila perlu mematahkan apa yang berlebihan dan tidak perlu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sahabat yang berbahaya bagi keselamatan kita di dunia dan akhirat justru yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">selalu mengiyakan perkataan kita, membenarkan setiap perkataan kita meskipun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">nyata-nyata salah hanya agar kita menganggapnya sebagai sahabat yang setia, dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seterusnya. Lebih berbahaya lagi jika sahabat itu mencarikan untuk kita bahan-bahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pujian untuk perkara yang seharusnya tidak dipuji, selalu menunjukkan permakluman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan pembelaan panjang atas kekeliruan kita (bukan memaklumi untuk meluruskan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita dengan cara hikmah), dan semacamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika sahabat terbaik adalah yang selalu ingin membuat kita benar sehingga ia tak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pernah segan mengingatkan kita tentang perkara yang salah, maka tidak demikian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang dimaksud dengan sikap menyalahkan pasangan dalam tema yang kita bahas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekarang. Sikap menyalahkan pasangan merupakan bentuk pertahanan diri,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketidakmauan dikoreksi atau karena ingin menunjukkan “jika aku bisa salah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sesungguhnya engkau juga sangat bisa salah, karenanya jangan salahkan aku”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apa yang dipersalahkan bisa jadi tepat, bisa jadi keliru. Boleh jadi istri memang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melakukan kesalahan seperti yang dipersalahkan oleh suami; tetapi juga sangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mungkin bahwa apa yang dipersalahkan oleh suami adalah perkara yang tidak salah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hanya suami belum melakukan tabayyun (mencari kejelasan) atau suami memang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak mau mendengar bayan (penjelasan) yang diterima.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pertanyaannya, bagaimana mungkin menyatakan sesuatu yang benar-benar salah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dapat digolongkan sebagai tindakan keliru? Mengapa menyalahkan perkara yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">salah merupakan kekeliruan? Soalnya bukan terletak pada dia salah atau tidak. Dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pembicaraan tentang sahabat yang membuat kita benar di atas, kita tahu bahwa salah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 263</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">satu bentuk perilaku yang baik adalah mengingatkan kita terhadap kesalahan kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Letak perbedaannya dengan menyalahkan ada pada iktikad dan cara. Menyalahkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lebih dekat pengertiannya kepada laknat, meski tidak tepat betul. Nanti silakan lihat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Al-Adzkaar karangan Imam Nawawi. Di bagian belakang ada pembahasan mengenai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">laknat, salah satunya berkenaan dengan laknat terhadap pelaku perbuatan dosa. Kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">boleh melaknat pelaku perbuatan dosa dengan catatan tidak menunjuk identitas yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bisa mengungkap siapa orangnya, tetapi dengan menisbahkan kepada perbuatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Misalnya kita bisa mengatakan, “Terlaknatlah orang yang merampas tanah orangorang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">miskin”, tetapi tidak boleh mengatakan, “Terlaknatlah Si Fulan yang merampas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tanah orang-orang miskin”, terkecuali jika memenuhi persyaratan untuk dilaknat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pengertian apa yang bisa kita ambil dari sini? Bukankah perbuatan munkar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sepatutnya dikecam demi melaksanakan perintah amar makruf nahi munkar?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Secara sederhana kita bisa melihat perbedaannya. Menyalahkan pasangan lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dekat kepada tindakan menilai negatif pada pribadinya, bukan menunjukkan pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tindakan yang keliru secara spesifik. Selengkapnya, bertanyalah kepada hati nurani</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atau orang-orang yang berpengalaman. Saya hanya bisa mengatakan bahwa tindakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyalahkan pasangan (blaming partner) mudah menyulut kemarahan &#8211;tersembunyi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atau terbuka&#8211; karena orang menjadi mudah tersinggung. Sedangkan tindakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“membuat kamu benar” menjadikan kita dapat menyadari kesalahan kita, menerima</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan lapang dada, dan insya-Allah akan lebih siap memperbaiki sesuai dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tingkat kesanggupannya melakukan proses perubahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Terakhir, ada kalanya kita tidak bermaksud menyalahkan, tetapi ditafsirkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagai sikap menyalahkan karena yang kita ajak bicara sedang sensitif emosinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Persepsi seperti itu juga bisa muncul karena sudah ada zhan (dugaan) kepada kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Zhan membuat kita menyeleksi informasi yang kita terima sehingga sesuai dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">zhan kita. Ibaratnya, kalau memakai kacamata hijau, kertas putih pun tampak hijau,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">setidaknya banyak berisi bercak hijau; memakai kacamata merah semua tampak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merah; dan memakai kacamata bening membuat kita melihat segala sesuatu apa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">adanya, merah tampak merah dan hijau tampak hijau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saling Menyalahkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Komunikasi suami-istri akan bertambah runyam jika keduanya sudah saling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyalahkan. Munculnya situasi saling menyalahkan ini mudah dipahami.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kebanyakan dari kita mudah sekali terpancing oleh sikap yang ditunjukkan teman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hidup kita, bahkan kadang sikap yang tidak dimaksudkan untuk membuat kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masygul. Kita mudah mereaksi, sehingga berbalas menyalahkan dapat dengan mudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terjadi ketika teman hidup kita menyalahkan. Alhasil, tak ada penyelesaian masalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kecuali menambah gerahnya suasana batin di rumah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita memang bukan Rasulullah, tetapi mudah-mudahan dapat mendekatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita memang tak terbiasa mengendalikan diri. Lihatlah bagaimana Rasulullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menghadapi istrinya, bahkan dalam situasi fitnah sekalipun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 264</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mari kita ingat sejenak peristiwa yang sempat mengguncangkan dada Rasulullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketika tersebar fitnah mengenai ‘Aisyah, istrinya. Apakah yang lebih besar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">guncangannya bagi seorang suami selain mendengar kabar bahwa istrinya telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berbuat selingkuh? Adakah yang lebih pedih bagi seorang laki-laki melebihi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tersebarnya pembicaraan di setiap sudut kampung dan negeri tentang istrinya yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dikabarkan menyeleweng dengan seorang laki-laki yang dikenalnya sangat dekat?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apakah yang akan Anda lakukan jika Anda yang mengalami peristiwa semacam ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengalami. Nabi besar kita ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merasakan sendiri peristiwa haditsul ‘ifk yang mengguncangkan kota Madinah bahwa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">istri yang paling dikasihinya melakukan penyelewengan dengan Shafwan. Ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merupakan guncangan yang besar. Masyarakat banyak yang percaya. Kehancuran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mudah terjadi kalau tak kuat menahan lidah. Tetapi Muhammad bukan kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Muhammad adalah orang yang paling mulia lidahnya dan paling mampu menahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diri. Kalau tidak, kalau sampai menuduh dan saling menyalahkan, berakhirlah kisah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">manis pernikahan Rasulullah dan ‘Aisyah r.a.. Tetapi sekali lagi, Muhammad tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tergelincir kepada tindakan-tindakan yang membawa kepada kerusakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Guncangan yang besar dapat diredakan kembali dengan kekuatan hati untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetap mendahulukan tabayyun. Tetapi sandungan-sandungan kecil bisa berubah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi malapetaka yang keperihannya tidak hanya dirasakan oleh mereka berdua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jika peristiwa-peristiwa menjengkelkan yang kecil-kecil membuat mereka saling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyalahkan. Lebih-lebih jika sikap saling menyalahkan ini sudah ditingkatkan lagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kepada bentuk saling melecehkan. “Alaah, kamu ngomong doang!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sikap saling menyalahkan ini rentan terhadap percekcokan; mulanya terpendam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lama-lama muncul ke permukaan, syukur kalau tidak sampai menyebabkan piring</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">beterbangan dari meja ke dinding rumah. Pada taraf yang “ringan” sikap saling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyalahkan menyebabkan masing-masing merasa dongkol. Pada gilirannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyebabkan masing-masing merasa sebagai pihak yang benar, sementara itu pihak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang lain dianggap tidak pernah mau mengerti, meskipun mereka sebenarnya belum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mencoba untuk saling terbuka dan saling memahami. Sekali lagi, zhanlah yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">banyak menyebabkan kita tidak mau melakukan ishlah (perbaikan keadaan) dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saling terbuka dan saling memahami.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika sikap saling merasa paling benar ini terus tumbuh, kelak pada waktunya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">akan menyebabkan kepercayaan terhadap teman hidupnya runtuh. Persis seperti yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">telah diperingatkan oleh Prochaska dan DiClemente, “Kepercayaan yang baik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menjadi rusak manakala proses perubahan biasa berlangsung secara kursif untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saling memaksa masing-masing pihak berubah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sikap saling menyalahkan ini bisa berkembang, dari lingkup suami-istri kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lingkup yang lebih luas ketika ipar turut serta dalam adegan saling menyalahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Keadaan ini bisa berkembang ke skala yang lebih luas, misalnya antar orangtua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masing-masing pihak atau bahkan antar keluarga besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 265</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Banyak hal yang bisa menyebabkan. Sebagian di antaranya bisa Anda simak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kembali bab “Tinggal di Mana Setelah Menikah?” pada pembahasan tentang anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang diharapkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lalu bagaimana caranya agar kita bisa keluar dari kemelut? Tak tahu saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagaimana menjawabnya. Tetapi jika masing-masing cukup berlapang dada, buku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Muhammad Hashim Kamali berjudul Kebebasan Berpendapat dalam Islam bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dibaca. Dalam buku yang diterbitkan oleh Mizan, Bandung ini, Kamali membahas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">secara cukup memuaskan tentang berbagai sisi komunikasi yang rawan, termasuk di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">antaranya tentang tabayyun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tanpa Alternatif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Munculnya sikap menyalahkan pasangan dan bahkan saling menyalahkan antara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suami dan istri antara lain karena mereka tidak biasa melihat alternatif dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menghadapi berbagai masalah. Mereka cenderung melihat masalah dalam satu arah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dari satu segi, sehingga tidak bisa berpikir secara tenang dan sejuk tentang apa yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diharapkan, apa yang terbaik, dan bagaimana mencapai yang terbaik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tidak adanya alternatif ini merupakan ciri komunikasi kursif, baik yang masih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berada pada taraf menyalahkan pasangan maupun saling menyalahkan. Di sinilah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">letaknya masalah mengapa sikap negatif lebih mudah muncul, kecaman lebih mudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dilontarkan daripada mengingatkan sekalipun kedua hal ini bisa mirip bentuk zahir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ucapannya, dan orang bisa merasa dirinya ditolak seluruhnya manakala apa yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diharapkan dianggap tidak dipenuhi oleh teman hidupnya. Sekali lagi, ini karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mereka tidak terbiasa melihat alternatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada contoh sederhana berkenaan dengan masalah ini yang mungkin dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mudah dapat Anda jumpai di sekeliling Anda. Suami dan istri adakalanya mempunyai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">selera yang berbeda dalam hal masakan. Suami menyukai sayur yang cenderung asin,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sedangkan istri lebih menyukai yang manis. Perbedaan ini bisa menyulut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pertengkaran jika keduanya tidak bisa melihat alternatif. Suami mengatakan kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">istri, “Kamu tidak tahu masakan yang benar. Ini bukan sayur untuk teman makan. Ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kolak atau bubur.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Komentar semacam ini bisa menyulut perasaan terlecehkan atau tertolak pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">istri. Jika istri membalas komentar itu dengan komentar senada, jadilah mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terperosok ke dalam sikap saling menyalahkan. Dan kalau ini terjadi, masalah tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">selesai. Tetapi jika istri mencoba memahamkan suami ketika saatnya tepat, misal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan menawarkan jalan pemecahan masing-masing disediakan sayur sendiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan jenis masakan yang sama hanya beda asin-manisnya, bibit konflik itu bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">reda kalau bukan malah semakin merekatkan hubungan mereka. Kecuali jika salah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">satu pihak tetap bersikukuh dan memandang alternatif semacam itu sebagai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pemborosan besar tanpa ada alternatif lain yang lebih ringan serta lebih mungkin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk diterapkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 266</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika salah satu pihak tidak bisa melihat alternatif, pembicaraan tentang apa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang salah, di mana letak kesalahan sesuatu, apa yang seharusnya, sampai kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagaimana upaya yang memungkinkan untuk mencapai yang baik bisa kehilangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">makna. Pembicaraan semacam ini tetap bisa ditafsirkan sebagai bentuk sikap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memojokkan “pihaknya”. Bisa juga ditafsirkan sebagai sikap pembelaan sepihak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">manakala seseorang berusaha menerangkan duduk persoalannya. Pada kasus sikap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saling menyalahkan yang sudah meluas lingkup pelakunya, penjelasan seorang suami</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">atau istri kepada kerabat bisa ditafsirkan sebagai pembelaan terhadap teman hidup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">secara subjektif. “Kamu mau membela istrimu, ya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pembicaraan ini jadinya mengingatkan saya tentang satu hal: pembela istri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">seharusnya keluarga suami, dan pembela suami seharusnya keluarga istri. Jika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masing-masing justru berposisi sebaliknya, keadaan yang timbul bisa tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengenakkan. Kecuali dalam perkara tertentu yang menjadikan keluarga harus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengingatkan dan bahkan memperingatkan menantu, misalnya dalam perkara yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sudah membahayakan syari’at.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tapi bersikap demikian memang sulit, ya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sangat Sensitif terhadap Kritik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Yang menyebabkan komunikasi tidak bisa berjalan dengan lancar, khususnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dalam membicarakan masalah-masalah, adalah jika salah satu pihak begitu sensitif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terhadap kritik. Pembicaraan yang mengarah kepada kesalahan-kesalahannya, sedikit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saja, dianggap sebagai kritik. Ini menyebabkan keduanya tidak bisa mendiskusikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan baik kesalahan masing-masing maupun masalah yang sedang mereka hadapi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersama-sama. Hal-hal yang semestinya bisa diurai dengan tenang dan jelas agar bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">diambil sikap yang tepat, tidak bisa didiskusikan karena salah satu pihak cepat merasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dikritik. Lebih-lebih jika sampai menyebabkannya tersinggung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perhatikanlah kalimat berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Setiap orang kan bisa melakukan kesalahan. Masak saya tidak boleh salah?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya kan bukan malaikat?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalimat ini merupakan contoh ungkapan yang membuat diskusi tidak bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berlanjut. Kalimat seperti ini tidak memberi kemungkinan untuk berbicara secara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terbuka terhadap masalah atau kesalahan yang ada, sebab kalimat tersebut tidak bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dibantah. Selain itu juga rawan terhadap munculnya sikap menyalahkan pasangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">maupun sikap saling menyalahkan. Ini artinya, akar masalah tidak pernah bisa digali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">karena sudah ditutup dengan pernyataan semacam itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">So sensitive to criticism (begitu peka terhadap kritik) berbeda dengan cepat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyadari kritik. Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang mudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekali tersentuh oleh kritik yang dilontarkan kepadanya meskipun disampaikan oleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perempuan tua. Sahabat lain ketika diingatkan Nabi karena mengatakan sebagai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">budak hitam, segera menelungkupkan kepalanya ke tanah dan mempersilakan sahabat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang telah dihina itu untuk menginjaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 267</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sikap semacam ini bukan termasuk sensitif terhadap kritik, tetapi termasuk sikap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">cepat menyadari kekeliruan setelah menerima kritik dan lapang mengakui. Salah satu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keagungan Umar bin Khaththab adalah mudahnya menerima kritik dan cepatnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyadari. Sedangkan salah satu kekurangan kita yang besar adalah kita lebih sering</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">peka terhadap kritik daripada menerima dan menyadarinya. Dari sisi ini saja derajat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita memang amat jauh dibandingkan Umar bin Khaththab. Apalagi dibanding</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa ‘alaa `aalihi wasallam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika peka terhadap kritik menyebabkan kita mudah emosi dan ujung-ujungnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bisa menyebabkan kita menyalahkan pasangan hidup kita, maka mudah menerima</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kritik menjadikan kita merasa berterima kasih dan ujung-ujungnya lebih mendekatkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Akhirnya saya mohon maaf tidak bisa menerangkan lebih lanjut bagian ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Silakan Anda mencari penjelasan sendiri. Sekarang mari kita simak sub judul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Cara Berpikir “Semua Salah”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika Anda membuat secangkir susu, kemudian tanpa sadar Anda menambahkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jeruk ke dalamnya sehingga susunya menggumpal-gumpal tidak mau terseduh dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">baik, maka Anda dapat mengatakan bahwa minuman susu Anda telah terkontaminasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">alias tercemari. Penggemar HT yang suka ngebreak menyebutnya splitter jika dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">HT-nya masuk suara-suara yang tidak dikehendaki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebagaimana penggemar HT, psikolog juga mempunyai istilah khas. Jika para</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">breaker menyebut HT yang tercampuri oleh suara dari luar dengan splitter, maka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">psikolog menyebut pikiran yang tercemari prosesnya dalam menarik kesimpulan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagai distorsi kognitif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8230; kekurangan kita yang besar adalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kita lebih sering peka terhadap kritik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">daripada menerima dan menyadarinya …</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada bermacam-macam bentuk distorsi kognitif. Tetapi sebagian besar tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penting untuk kita bicarakan di sini, di samping saya banyak yang belum mengerti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bentuk distorsi kognitif yang sesuai dengan bahasan kita sekarang adalah cara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berpikir “semua salah atau semua benar”, sebut saja begitu untuk lebih mudahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Cara berpikir “semua salah” memandang satu dua peristiwa sebagai keseluruhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika Anda dikritik beberapa orang karena warna pakaian yang Anda kenakan, Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengatakan “semua orang telah mengkritik saya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mari kita perhatikan kesalahan berpikir yang tampak pada ucapan tadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Setidaknya ada dua hal. Pertama, hanya beberapa orang yang mengkritik, maka tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 268</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tepat kalau mengatakan semua orang mengkritik. Kedua, para pengkritik itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengkritik cara berpakaian bukan orangnya, sehingga tidak tepat perkataan “telah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengkritik saya”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Distorsi kognitif dalam bentuk cara berpikir “semua salah” mirip contoh yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">saya sebut di atas. Dalam kehidupan sehari-hari, kalimat semacam itu sering</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terucapkan, secara serius atau tidak. Kadang juga diungkapkan oleh orangtua kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anak, sehingga anaknya belajar berpikir secara salah sejak kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Salah satu ungkapan distorsi kognitif cara berpikir “semua salah” adalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pemakaian kata “selalu” atau “tidak pernah” untuk mengungkapkan sikap. Jika Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">beberapa kali mendapat kritik, Anda mengatakan, “Selalu saya yang dikritik.”; “Saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memang tidak pernah benar. Saya selalu salah.” Padahal kritik itu hanya dilontarkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">beberapa kali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tidak Mencari Akar Masalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Komunikasi kursif terjadi antara lain karena kita enggan mencari akar masalah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Karena enggan mencari masalah, maka kita tidak melihat alternatif. Pada gilirannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ini memu-dahkan kita terjatuh ke dalam bentuk distorsi kognitif beru-pa cara berpikir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“semua salah”. Ini terjadi karena zhan kita yang negatif, persepsi kita yang salah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sikap menyalahkan pasangan dan terlebih-lebih sikap saling menyalahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Karena kita tidak mau mencari akar masalah, maka kita tidak dapat memahami</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan sungguh-sungguh mengapa masalah itu muncul dan tidak segera hilang. Ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kemudian bisa menimbulkan distorsi kognitif dengan mengalihkan masalah kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang, sehingga kita melihat negatif pada suami atau istri kita. Ah, pasti dia ini yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak mau memperbaiki diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mencari akar masalah memang tidak selalu enak. Mengakui diri sendiri berbuat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">salah, melakukan sesuatu yang bodoh atau yang sejenisnya merupakan pekerjaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang sangat berat, malah paling berat. Mengaku kepada diri sendiri jauh lebih susah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dilakukan daripada mengatakan kepada teman hidup kita, “Ya sudah, aku akui. Aku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memang salah. Aku memang salah, kok.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pengakuan kepada orang lain adakalanya bukan cerminan dari sikap rendah hati,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">melainkan justru sebaliknya. Contoh berikut ini jangan membuat Anda GR (gedhe</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">rasa) jika mendengar orang mengatakan kepada Anda, “Ya, sudah. Saya hargai kamu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya akui kamu memang hebat dan layak dibanggakan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tanpa Jangkauan Ke Depan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Orang yang banyak berpikir secara seksama tentang implikasi dari tindakan masa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kini ke masa yang akan datang, cenderung memperhitungkan secara lebih matang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika kita berpikir tentang pendidikan anak untuk jangka waktu yang panjang dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendasarkan pada akibat yang berkelanjutan pada ucapan kita, kita akan cenderung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lebih cermat melihat apa yang dapat membawa kebaikan di masa 25 tahun mendatang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 269</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pada anak kita dan apa yang membawa keburukan. Hal-hal yang bersifat jangka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pendek bukan menjadi perhatian utama kecuali dalam rangka mencapai hasil jangka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">panjang dan amat sangat jangka panjang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Seorang ibu yang berpikir tentang bagaimana anaknya yang sekarang usia 2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tahun kelak di usianya yang ke-25 berpikir dan beragama, akan lebih mampu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menahan diri daripada ibu yang lebih berpikir bagaimana agar tidak malu dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tetangga karena anaknya sering belepotan jika makan ice cream. Ibu yang berpikir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bagaimana caranya agar tidak capek mengurusi anak sepulang kantor, akan lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mudah memilih mendiamkan anak dengan cara apa pun ketika si kecil menangis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tetapi ibu yang tidak ingin capek mengurusi anak setelah ia tua, akan lain cara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berpikirnya. Lain pula cara berpikir ibu yang menginginkan agar anak-anaknya tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membuat ia dan suami susah di Hari Akhir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Alhasil, ada tidaknya jangkauan berpikir ke masa depan atau yang amat jauh di</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">depan sangat menentukan kesabaran dan kecermatan kita. Orang yang memiliki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jangkauan yang jauh ke depan dengan berbekal ilmu, akan tidak risau untuk membuat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">anaknya hafal nama menteri meskipun anak lain sesama nol besar sudah hafal namanama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menteri (dari yang paling menyedihkan sampai yang paling memprihatinkan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jangkauan yang jauh ke masa depan juga menjadikan kita lebih tenang dan lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mampu menjaga keseimbangan berpikir. Kita menjadi tidak begitu mudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tersinggung, meskipun kita menjadi lebih mudah sedih jika mendengar perkataan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang untuk masa 2 tahun memiliki dampak yang kelihatan bagus tetapi untuk 20</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tahun ke depan bisa memberi dampak negatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jangkauan berpikir yang sangat jauh ke masa depan insya-Allah membuat kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">lebih betah mencari alternatif saat menemui masalah dan lebih tahan mencari akar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">masalah. Ini merupakan efek positif yang besar sekali artinya dalam menahan diri kita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">untuk tidak mudah jatuh ke dalam sikap saling menyalahkan maupun dalam distorsi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kognitif berupa cara berpikir “semua salah”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">So, what do you think about your future?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Komunikasi Kursif karena Cara Berbicara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Cara kita berbicara bisa menimbulkan efek kursif. Kita memakai kata-kata yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak bisa dielakkan oleh orang lain, kata yang tidak bisa dibantah karena merupakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kebenaran umum tetapi mengandung kesalahan untuk perkara-perkara khusus, serta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jenis-jenis kalimat tanya tak tanya (semacam question tag dalam bahasa Inggris).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Contoh-contoh berikut ini mudah-mudahan bisa memperjelas keterangan saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang masih belum jelas tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Suatu saat Anda sedang melakukan kegiatan bersama dengan rekan Anda. Dia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sedang ingin melakukan sesuatu yang Anda tidak tertarik dan menurut Anda tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penting. Pertanyaannya, bagaimana perasaan Anda jika dia berkata kepada Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan kalimat seperti ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 270</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Kamu mau membantu saya, kan? Nggak apa-apa, kok. Aku nggak apa-apa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kalau kamu memang mau membantu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya rasa, saya tidak perlu menunggu jawaban Anda atas pertanyaan ini. Karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itu, lebih baik saya mengajukan pertanyaan berikutnya, bagaimanakah perasaan Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">jika saat itu Anda memandang apa yang ingin dikerjakan teman Anda sebagai perkara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang baik? Seperti apakah perasaan Anda ketika dimintai tolong dengan kalimat yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tiba-tiba memastikan bahwa Anda mau membantunya? Rasanya tetap tidak enak,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sekalipun Anda tetap membantu. Ada perasaan yang tidak sreg dan rasanya berat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengerjakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perasaan jengkel dan merasa terpaksa juga bisa muncul dari komunikasi suamiistri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Seharian Anda capek mengasuh anak dan mendiamkannya dari kerewelan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan seluruh kasih-sayang Anda lantaran ia agak tidak enak badan. Suami Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tidak banyak tahu tentang apa yang Anda kerjakan. Menjelang Isya’ ia baru pulang,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">ketika Anda sedang kecapekan sementara anak Anda masih menangis. Anda sengaja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">membiarkannya dulu karena ingin menyelesaikan masak. Kemudian suami Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berkata, “Seorang ibu harus menyayangi anak. Kalau ibunya sendiri tidak mau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memperhatikan, apakah ia harus mencari perhatian dari ibunya teman-temannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ia berhenti sejenak. Kemudian berkata lagi, “Kamu mau menyayangi anakmu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kan? Cobalah kau beri perhatian.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalimat suami Anda sama sekali tidak salah. Kesalahannya adalah waktu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">penyampaian dan tujuan penggunaannya yang tidak tepat. Setiap ibu memang harus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyayangi anaknya. Anda sendiri merasa begitu. Anda akan membantah jika ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang yang mengatakan bahwa kasih-sayang bisa dari orang lain. Tetapi, meskipun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda sangat menyayangi anak dengan sepenuh hati, Anda bisa merasa terpaksa saat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">memeluk anak gara-gara ucapan suami yang seperti itu. Anda bahkan bisa marah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pada anak, sehingga Anda berkata, “Diam kamu. Kamu kenapa sih dari tadi nangis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">terus? Bapakmu yang seharian tidak menggendongmu, marah-marah sama ibu garagara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kamu menangis. Ibu ini capek.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalimat Anda ini jika terdengar oleh suami bisa menyulut kemarahan karena ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">merasa tidak marah kepada Anda ketika berkata kepada Anda. Suami merasa Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menyalahkannya. Sementara Anda sebenarnya hanya ingin memberi tahu kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">suami Anda, “Mas, aku ini memperhatikan dan menyayangi anakmu sejak pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">hingga petang tanpa henti.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalau diteruskan, ini bisa menjadi pertengkaran. Nggak enak, kan? Saya kira</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda akan mengiyakan pertanyaan ini. Dan jika Anda setuju, maka kita tahu bahwa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">itu berakar pada komunikasi yang bersifat kursif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kenangan Indah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menulis komunikasi suami-istri membuat ingatan saya melayang kepada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">keluarga Rasulullah dengan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Suatu saat ‘Aisyah pernah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">marah kepada beliau sambil mengatakan, “Engkau ini hanya mengaku-aku saja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 271</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sebagai Nabi.” Rasul yang mulia hanya tersenyum menghadapi hal itu dengan penuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kesabaran dan keagungan.1</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dialah Muhammad, Rasul Allah yang lembut jiwanya. Dialah suami ‘Aisyah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang sepeninggalnya membuat ‘Aisyah menangis tak mampu menjelaskan ketika ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang bertanya tentang akhlak Rasulullah.2 Dialah suami yang mampu menahan emosi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mendengar ucapan istrinya. Seandainya kita, apakah yang akan kita lakukan kalau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">istri kita mengucapkan kalimat yang serupa dengan itu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Berbahagialah ‘Aisyah yang mencapai derajat kemuliaan amat tinggi dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">pendamping yang mulia. Berbahagialah ‘Aisyah yang suaminya tak pernah memberi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perlakuan kepadanya, kecuali yang baik, bahkan saat terjadi perselisihan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berselisih dengan ‘Aisyah, istri beliau putri Abu Bakar. Abu Bakar menjadi penengah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika itu Rasulullah berkata, “Bicaralah atau saya yang bicara.” &#8216;Aisyah menjawab</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dengan lantang, “Bicaralah Anda! Jangan mengucapkan yang tidak benar!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mendengar perkataan itu, Abu Bakar menampar muka putrinya hingga mulutnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mengeluarkan darah. Kemudian Abu Bakar berkata, “Engkau ini memusuhi dirimu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">sendiri. Apakah beliau pernah mengucapkan yang tidak benar?” Maka ‘Aisyah duduk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berlindung di belakang Rasul yang mulia. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Kami tidak mengundangmu untuk melakukan ini. Kami tidak menginginkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">tindakan seperti itu darimu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ah, tak ada yang tercela pada Rasulullah. Tapi betapa sulitnya meniru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Astaghfirullah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kisah rumah tangga Rasulullah Saw. masih banyak yang bisa kita kenangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tetapi bukan di sini tempatnya untuk membicarakan. Anda yang tertarik, bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">mencari-cari di berbagai bahan bacaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Begitu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Catatan Kaki:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1. Kisah ini saya kutip dari buku Mahmud Al-Shabbagh, Tuntunan Keluarga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bahagia Menurut Islam (Remadja Rosdakarya, Bandung, 1991) dengan satu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">catatan: hadis shahih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2. Selengkapnya, ceritanya begini: ‘Abdullah bin Umar dan dua orang kawannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menemui ‘Aisyah dan memintanya bercerita tentang Nabi Saw. ‘Aisyah menarik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">nafas panjang. Kemudian dia menangis seraya berkata lirih, “Ah, semua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">perilakunya menakjubkan.” ‘Abdullah mendesak lagi, “Ceritakan kepada kami</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang paling menakjubkan dari semua yang engkau saksikan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kemudian ‘Aisyah menceritakan sepotong kisah indah bersama Rasulullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saw: Pada suatu malam, ketika dia tidur bersamaku dan kulitnya sudah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bersentuhan dengan kulitku, dia berkata, “Ya ‘Aisyah, izinkan aku untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kado Pernikahan 272</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">beribadah kepada Tuhanku.” Aku berkata, “Aku sesungguhnya senang merapat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">denganmu; tetapi aku juga senang melihatmu beribadah kepada Tuhanmu.” Dia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">bangkit mengambil ghuraba air, lalu berwudhu. Ketika berdiri shalat, kudengar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">dia terisak-isak menangis sehingga air matanya membasahi janggutnya. Ketika dia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">berbaring, air mata mengalir lewat pipinya membasahi bumi di bawahnya. Pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">waktu fajar, Bilal datang dan masih melihat Nabi Saw. menangis, “Mengapa Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">menangis padahal telah Allah ampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">kemudian?” tanya Bilal. “Bukankah aku belum menjadi hamba yang bersyukur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Aku menangis karena tadi malam turun ayat (Ali Imran 190-191): ‘Celakalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">orang-orang yang membaca ayat ini dan tidak memikirkannya.’”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<br />Posted in kumpulan buku-buku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhanassyahid.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhanassyahid.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhanassyahid.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhanassyahid.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhanassyahid.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhanassyahid.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhanassyahid.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhanassyahid.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhanassyahid.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhanassyahid.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhanassyahid.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhanassyahid.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhanassyahid.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhanassyahid.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhanassyahid.wordpress.com&amp;blog=3312060&amp;post=131&amp;subd=farhanassyahid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhanassyahid.wordpress.com/2009/02/22/kupinang-dengan-hamdalah-bab-16/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">yusuf</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
